Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

47.950.000 juta orang di Indonesia konsumsi daging babi. 10 Keuntungan peternakan hewan babi (2020)

 
1]. Menciptakan lapangan pekerjaan berbasis sharing economy bisnis.

 
Berternak babi menciptakan beberapa perputaran roda bisnis yang lain. Selain sebagai peternak itu sendiri. Turunan ekonomi meliputi jasa calo pemotong hewan, jasa orang pengumpul pencari pakan, sopir angkut transportasi, para pedagang babi di pasar, dokter hewan, dan para pedagang pakan babi. 
 
Menciptakan lapangan kerja artinya turut membantu pemerintah Indonesia dalam mengurangi angka pengangguran.
 
2]. Menghasilkan tanah subur 1 truck untuk di jual.

 
Peternakan babi menghasilkan limbah buangan seperti pupuk, humus dan kompos. 

Jika dikumpulkan dalam kurun waktu lama dan apabila peternakan tersebut dalam jumlah banyak. Maka dalam 1 tahun dapat menghasilkan tanah subur sebanyak 1 truck untuk di jual ke pertanian seharga Rp 900.000 ribu.
 
3]. Pupuk

 
Kotoran feses dan air kencing babi kaya terhadap nutrisi.
 
Dalam waktu 1 hari saja. Babi ukuran besar dapat mengeluarkan sebanyak 1,9 kg kotoran dan 3,5 kg air urine.
 
Kandungan pupuk babi lebih tinggi ketimbang domba, kambing dan sapi.
 
Pupuk dari babi terdiri dari nitrogen, fosfor dengan nilai NPK adalah 0,45%, 0,2% dan 0,6%.
 
Ayam memang memiliki gizi pupuk paling tinggi. Lalu disusul oleh babi. Hanya saja kotoran ayam harus diolah terlebih dahulu dengan pengolahan pengeringan karena relatife panas. Berbeda dengan babi dimana unsurnya ngga terlalu panas.
 
Pupuk dari babi dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Gunakan pupuk babi secara rutin maka dapat menyulap tanah tandus menjadi subur. Tanaman begitu menyukai pupuk dari kotoran babi.
 
4]. Pasar konsumsi daging babi di Indonesia begitu besar.

 
Walaupun ada agama menentang konsumsi daging babi karena haram.
 
Bukan berarti takkan ada terjadinya pembelian.
 
Peternak ngga perlu kwatir terhadap pemasaran hewan babi. Karena di Indonesia saja ada sebanyak 49.046.000 juta orang membeli dan mengkomsumsi daging babi.
 
Terdiri dari :
  
34.798.000 umat Kristen.
 
7.124.000 umat agama tradisional.
 
4.932.000 umat Hindu.
 
1.096.000 umat Atheis.
 
Namun perlu diperhatikan dimana wilayah peternakan kita beroperasi. Sebaiknya berada di Sumatera utara dimana orang Batak doyan konsumsi babi. Kemudian di wilayah NTT, Bali, Jakarta, Sulawesi, Papua dan Kalimantan.
 
Hindari kota didominasi oleh masyarakat yang bukan pemakan daging babi. Terutama di pulau Jawa.
 
Karena percuma saja berternak disana. Karena ketika babinya dijual takkan ada pembeli. Sehingga daging babi sering membusuk dengan sia sia karena ngga ada aktivitas jual beli.
 
5]. Babi merupakan hewan prolifik dengan perkembanganbiakan produksi begitu banyak 24 ekor hanya dalam waktu 1 tahun

 
Sifat prolifik merupakan sifat bereproduksi dengan kemampuan melahirkan anak lebih dari satu ekor.
 
Dibandingkan dengan sapi, kambing, kerbau dan domba. Setiap kelahiran babi sanggup melahirkan hingga 14 anak. Dalam 1 tahun bahkan 2x lho. Artinya dapat berkisar 24 anak hanya dalam waktu 1 tahun. Jika dirawat oleh peternak dengan manajemen tertata rapi.
 
Sehingga kecepatan babi dalam reproduksi mirip seperti tikus dan ayam. Tapi babi tak dapat mengalahkan kecepatan produksi ayam, tikus dan ikan.   
 
6]. Kapasitas konversi pakan (feed conversion ratio FCR tinggi)

 
Babi dikenal sebagai hewan konversi daging salah satu tercepat dengan persentase tinggi. Setelah ikan dan ayam. 
 
Artinya hanya butuh berat 3,5 kg pakan makanan saja untuk diubah menjadi produksi daging babi seberat 1 kg.
 
Mencapai berat panen babi 100 kg dibutuhkan seberat 350 kg pakan makanan.
 
Mencapai berat panen babi 80 kg dibutuhkan seberat 280 kg pakan makanan.
 
Mencapai berat panen babi 60 kg dibutuhkan seberat 210 kg pakan makanan.
 
FCR hewan ternak komsumsi dengan kapasitas tinggi berdasarkan urutan adalah :
 
1]. Ikan
 
2]. Ayam
 
3]. Babi
 
Babi menempati peringkat #3 dalam hal feed conversion ratio tertinggi di dunia.
 
7]. Babi makan apa saja

 
Dalam bisnis ternak babi. Semakin banyak jumlah peliharaan maka mendapatkan keuntungan berlipat.
 
Hanya saja untuk menjalankan peternakan babi juga membutuhkan biaya pengeluaran berupa pakan makanan.
 
Tak seperti hewan lainnya. Babi tergolong hewan omnivora. Artinya babi melahap apa saja. Mulai dari sisa makanan, limbah dapur, buangan makanan dari hotel restoran, biji bijian, ubi singkong, daun daunan, rumput, ampas tahu, buah buahan dll sebagainya. 
 
Bahkan kotoran sendiripun dimakan ya jika sang babi kelaparan ngga diberi makan oleh pemiliknya.
 
Pesaing terberat babi adalah unggas ayam yang juga tergolong omnivora. Babi juga dapat makan rumput hanya saja harus bersaing berebutan dengan sapi, kambing, kerbau dan domba.  
 
Babi merupakan hewan paling efesien untuk urusan pakan. Sehingga mampu menyulap sisa sampah makanan dapur menjadi pakan alternative dimana kemudian diubah oleh babi menjadi daging di dalam tubuhnya.
 
Teknik ini tak dapat dilakukan pada peternakan ikan. Ikan hanya mau makanan khusus yang telah diolah seperti olahan pabrik.
 
Teknik ini pula tak dapat dilakukan pada kambing, domba, kerbau dan sapi yang hanya mau makan rumput saja dan menolak pakan lainnya.
 
8]. Daging beku babi dapat bertahan awet hingga 6 bulan di mesin freezer

 
Berbeda dengan ikan. 

Jika disimpan di kulkas dalam waktu 2 hari saja kualitas ikan udah terasa agak busuk ketika dimasak ya.
 
Berbeda dengan daging babi. Kualitas pengawetan begitu unggul.
 
Cobalah menyimpan daging babi di kulkas atau mesin freezer mini selama 6 bulan.
 
Rasanya ketika dimasak masih awet, enak dan segar.

Jadi kita ngga perlu bolak balik ke pasar untuk membeli babi.
 
Ini merupakan keunggulan bagi daging babi bahkan ketika dibekukan.
 
9]. Interval generasi dan panen yang pendek

 
Umur maksimal babi dapat mencapai 25 tahun.
 
Namun untuk perdagangan dipilih sekitar 6 – 1 tahun saja.
 
Babi dari lahir hingga 6 bulan kemudian dapat mencapai berat 100 kg.
 
Usia rata rata orang memilih atau menjual panen babi sekitar 6 bulan saja.
 
Interval generasi cepat membesarnya babi menjadikan waktu panen yang pendek dan menjadi daya tarik bagi peternak tanpa harus menunggu terlalu lama.
 
10]. Kombinasi pertanian intensif

Foto : Pertanian daun kelor sebagai pakan alternatif babi
 
Babi adalah kandidat hewat paling cocok untuk kombinasi peternakan dan pertanian. Dimana babi dijadikan sebagai mesin utama dalam menerapkan diversifikasi usaha demi menghemat anggaran pakan dengan lebih efektif, efesien dan presisi.
 
Kemampuan ini sulit ditemukan pada beberapa hewan seperti ikan.
 
Babi ketika dipelihara menghasilkan banyak pupuk.
 
Pupuk digunakan untuk kesuburan tanaman. Seperti pepaya, singkong, keladi, jagung, timun, pisang, daun kelor, dll.
 
Sedangkan air kencing babi untuk menyuburkan tanaman air seperti azolla dan apu apu.
 
Jika teman teman memiliki luas lahan 1 hektar. Kombinasi peternakan dan pertanian intensif antara hubungan simbiosis babi dan tanaman begitu bagus untuk diterapkan. 

Melalui babi, kita takkan pernah kekurangan stock pupuk organic selalu melimpah ruah.
 
11]. Mudah dibudidayakan tanpa harus memiliki gelar sarjana pendidikan tinggi untuk menghasilkan tambahan uang demi keluarga.

 
Ngga butuh gelar pendidikan sarjana untuk berternak babi.

Lulusan SD dapat membudidayakan babi. 
 
Tiap orang dapat memilih tipe skala budidaya untuk peternakan babi demi meraup keuntungan berupa uang sebagai biaya kehidupan keluarga. Entah sebagai pekerjaan sampingan atau fulltime.

Berikut 3 tipe peternak babi. Meliputi :
 
1]. Peternak rumah tangga
 
Memelihara 1 – 5 ekor babi.
 
2]. Peternak bisnis
 
Memelihara 20 – 50 ekor babi.
 
3]. Peternak skala perusahaan.
 
Memelihara 100 – 100.000 ekor babi.


Youtube : Peternakan babi di Israel skala perusahaan
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU