Langsung ke konten utama

Alasan TNI Kopassus harus diterjunkan melawan ISIS (Islamic State) (2020)

Foto : Pasukan Kopassus

Masihkah anda ingat tentang lembaran kisah hidup Santoso atau nama akrab lainnya “abu wardah”.
 
Dalam sejarah hidupnya, Santoso pernah membantai banyak polisi dan menguburkannya dalam 1 lubang yang sama.


 
Santoso meninggal dunia pada tanggal 18 Juli 2016. Di tembak oleh pasukan TNI Indonesia dalam operasi Tinombala. Tepatnya dikawasan pengunungan gunung biru (napu), desa tambarana, Poso, Sulawesi tengah.
 
Santoso tergabung dalam MIT (Kelompok Mujahidin Indonesia Timur). 

Sekarang MIT sudah berganti nama menjadi (ISIS atau Khilafah Islamic State).

Foto : Orang orang heran, Santoso si teroris kejam malah meninggal dalam keadaan tersenyum

Serangan Teror ISIS di Indonesia.
 
Ancaman ISIS sudah terjadi sejak lama di Indonesia.
 
Presiden Indonesia, Kopassus, menteri pertahanan Indonesia, Densus88, Banser, Brimob, Gegana dan polisi sudah di tantang untuk berperang dalam sebuah video berdurasi 4:01 menit. Oleh seorang bernama Abu Jandal Al yamani.

 
Dalam video seperti dilansir dari detik.com : 

Islamic State cabang Indonesia dalam sebuah pernyataan menantang Indonesia untuk perang.

Video teror ini telah di blokir oleh pihak tim Youtube karena menebarkan ketakutan
 
Pada tanggal 27 November 2020.
 
Terorist Ali Ahmad atau akrab disebut Ali Kalora kembali membakar tujuh rumah di desa lemban tongoa, kabupaten sigi, Sulawesi tengah.
 
Banyak pengamat menilai.
 
Upaya tersebut untuk memberikan atau mengirim pesan kepada jaringan ISIS/Islamic State internasional bahwa ISIS cabang Indonesia masih hidup walaupun Santoso sudah mati.
 
Jika cabang ini terkoneksi dalam hal bantuan dan dukungan.
 
Maka pejuang baru dari Timur Tengah dan pendanaan modal baru dapat terhubung hingga menyebabkan ancaman serius di masa depan. Dimana Poso dapat dijadikan basis cabang berdirinya Khilafah ISLAM.  
 
Kopassus 
Foto : Kopassus Indonesia

Masalah ISIS di Indonesia sudah lama terjadi selama bertahun tahun. 

Namun belum dapat diselesaikan dengan tuntas hingga detik ini.
 
Salah satu penyebabnya yaitu Indonesia dianggap masih belum terlalu serius mengalahkan bibit radikalisme tersebut. Terbukti dengan tak pernah diterjunkannya Kopassus, pasukan khusus paling Elit di Indonesia untuk menumpas ISIS di Poso.
 
Kebanyakan operasi dilakukan oleh kepolisian saja, sementara TNI hanya bersifat membantu. 

Sedangkan Kopassus belum diterjunkan. 

Prajurit Kopassus saat ini diterjunkan melawan gerakan separatis KKB Papua. 

Padahal, ISIS dikenal lebih kejam dibandingkan KKB Papua. 

Sebelumnya, turut berduka cita atas gugurnya anggota pahlawan Kopassus ketika melawan KKB Papua. 

 
Padahal, diluaran sana. Amerika Serikat dan Rusia telah menerjukan pasukan khusus secara maksimal seperti Spetsnaz, Delta Force, dll. Termasuk mengerahkan pesawat tempur siluman dan pesawat pembom untuk melumpuhkan infrastruktur ISIS.
 
Ini membuktikan ISIS bukan militan murahan.
 
ISIS atau Islamic State adalah terrorist paling ganas, mematikan, menakutkan dan mengerikan.
 
ISIS membenci ideologi Pancasila, menantang lambang simbol ‘Burung Garuda’ yang dianggapnya sebagai pemujaan setan dan melawan embel embel negara demokrasi dengan sistem kepresidenan yang dianggap melanggar derajat Tuhan dan kitab suci Alquran sebagai pemimpin tertinggi.

 
ISIS membenci agama lain. Di wilayah kekuasaannya semua rakyat harus 100% muslim tak boleh ada agama lain, kecuali menjadi budak.
 
Secara umum. Pada tahun 2020. Islam saat ini dibedakan menjadi 3 yaitu :
 
1]. Islam Syiah
 
2]. Islam Sunni
 
3]. Islamic State (Khilafah IS).
 
Ketiga agama Islam ini diketahui tak dapat akur satu dengan lainnya saling menganggap thaghut dan bidah. Mirip seperti Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Kristen Ortodoks yang juga saling tak akur.
 
Menurut departemen pertahanan ‘Amerika Serikat’ yang memerangi ISIS
 
Pada tahun 2019. Diperkirakaan ada lebih dari 1.000.000 juta pengikut ISIS/Islamic State tersebar di seluruh penjuru dunia. Termasuk lebih dari 300.000 pasukan laki laki petempur dan anak anak petarung. Ya, ISIS menggunakan anak anak sebagai militant pembunuh.
 
Jika dibiarkan berlarut larut.
 
Jumlah ISIS meningkat melonjak secara drastis hingga 10.000.000 juta orang.

Foto : ISIS atau Islamic State Indonesia ini membakar passport dan KTP. Mereka dikenal tak sudi menjadi warga negara Indonesia dan lebih memilih menjadi bangsa Khilafah Islamic State
 
Negara Islamic State pertama kali diproklamasikan pada tahun 2013 oleh salah satu pejuang bernama Abu bakr al Baghdadi yang mengaku dirinya keturunan Nabi Muhammad.
 
Al Baghdadi telah tewas dibunuh oleh pasukan khusus DELTA FORCE, Amerika Serikat.
 
Baghdadi meninggal pada tanggal 26 Oktober 2019. Di perbatasan Turki-Suriah.
 
Setelah lokasi persembunyian diketahui oleh intelijen militer AS. Pesawat tempur dan drone tanpa awak dikerahkan membom tempat itu.
 
Helikopter, anjing dan pasukan khusus AS mengejar & menggrebek masuk.
 
Tubuh Baghdadi yang dihargai oleh Amerika Serikat senilai $ 25.000.000 juta dolar atau sekitar Rp 352 miliar rupiah tersebut kemudian melarikan diri ke terowongan goa bawah tanah dan meledakkan diri bersama 3 anaknya.

 
Kematian Baghdadi takkan dapat menyelesaikan masalah. Karena akan terus ada pejuang baru ISIS menggantikannya.
 
Ideologi radikalisme ISIS tak dapat dimusnahkan.
 
Terus tumbuh berkembang membesar dengan cita cita utama mendirikan ulang sebuah negara Kekalifahan Islam lintas batas.  
 
Militer Amerika serikat dan Rusia terus dikerahkan untuk melumpuhkan ideologi paling mengerikan di zaman now ini dengan cara menggagalkan setiap aksi ISIS untuk menciptakan kekalifahan di Timur Tengah, Afghanistan dan Africa Utara.
 
ISIS adalah terrorist paling kejam di dunia. Membunuh, menembak dan memenggal banyak orang orang tak berdosa. Sasaran utama mereka yaitu bangsa Kafir (Kristen, Buddha, Hindu, Atheis, dll). Namun pada kenyataannya mereka juga menargetkan dan membunuh banyak orang orang Islam Syiah dan Islam Sunni yang mereka anggap kesesatan thaghut yang harus diperangi dengan jihad.

Youtube : Pengumuman Donald Trump atas kematian Baghdadi
 
Apa itu ISIS (Islamic State) 

ISIS terbentuk pertama kali di Afghanistan pada tahun 1999. Awalnya bernama Al Qaedah.

Al Qaedah adalah organisasi fundamentalis Islam Sunni didirikan oleh Osama Bin Laden pada tahun 1988 di Pakistan untuk memerangi invansi Uni Soviet di Afghanistan.

Singkat cerita, ketidakadilan di Timur Tengah yang berimbas ke penjuru dunia, tertindasnya umat Islam Sunni oleh Islam Syiah, pengaruh dominasi Amerika Serikat setelah keruntuhan Uni Soviet dan gencarnya serangan massif Rusia di Timur Tengah dalam menyokong sekutu Syiah untuk menumpas gerakan orang orang Sunni menciptakan sebuah kesatuan mujahidin dengan aktif melawan. Pada tahun 2013. Gerakan tersebut diproklamasikan oleh Baghdadi dengan tujuan utama mendirikan khilafah. Sontak saja ketika itu. ribuan organisasi diseluruh penjuru dunia berganti nama menjadi dan tergabung ke dalam 1 bendera berwarna hitam bernama Islamic State.    

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post