Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Israel dari padang pasir tandus kering berubah menjadi pengekspor ikan segar beku (2020)

Ketika berbicara tentang Israel.
 
Orang pasti berpikiran tentang peperangan antara Israel VS Palestina atau Israel VS Suriah atau Israel VS Hizzbullan Lebanon.
 
Disisi lain, negara kaum Yahudi yang terletak di lokasi Timur Tengah ini dikenal memiliki lahan wilayah tandus gersang nan kering banget.
 
Namun, banyak orang luput dari perhatian. Siapa sangka bahwa Israel merupakan salah satu negara satu satunya di Timur Tengah sebagai pengekspor ikan untuk negara Uni Eropa.
 
Jadi, bagaimana mungkin Israel berubah dari padang pasir tandus kering menjadi pengekspor ikan segar dan beku.
 
Berikut pembahasannya…

 
Nilai ekspor ikan Israel mencapai $ 12.000.000 juta dolar per tahun.
 
Israel adalah negara kecil.
 
Luasnya hanya seukuran 420 km x 60 km saja.
 
Jumlah penduduk sebanyak 8.900.000 juta orang.
 
Namun memiliki jumlah ekspor ikan cukup besar dengan menghasilkan laba bersih senilai $ 12 juta dolar pada tahun 2019 yang lalu. Sehingga ekspor ikan menjadi bagian penting dari pertambahan pendorong ekonomi. 
 
Perdagangan ikan di Israel di ekspor ke Uni Eropa. Dalam bentuk segar dan beku. (ikan beku biasanya diminati karena lebih murah biaya transportasi).
 
Di kawasan EU. Israel bersaing ketat dengan Cina dan Jepang yang juga menjadi pengekspor ikan bagi negara negara Uni Eropa dan Eropa.
 
Sedangkan ekspor ikan dari Israel menuju ke negara Timur Tengah, tak ada nilai memadai. Karena keretakan hubungan politik. Negara seperti Rusia, China dan Jepang menjadi pemasok utama bagi negara negara kawasan Arab tersebut.  
 
Sejarah industri perikanan akuakultur Israel dimulai sejak pendirian negara Zionis tersebut.
 
Di mulai tahun 1948. Sejak awal pemerintah Israel memegang peranan penting dalam industri perikanan dengan memberikan modal investasi ke UKM dan berhubungan erat dengan rakyat, pebisnis, universitas dan tentu saja institute teknologi TECHNION.    
 
Pada era 40 dan 50. Israel masih mengimpor ikan dari negara negara Eropa.
 
Permasalahannya adalah Israel tak memiliki banyak air, kekurangan air, gersang dan panas. Itu mempengaruhi budidaya perairan menjadi sulit.
 
Pada awalnya, ikan didapat dari hasil tangkapan nelayan di lautan dan danau galilea.

 
Seiring bertambahnya jumlah penduduk di Israel. Konsumsi ikan meningkat.
 
Sehingga tangkapan laut di perbatasan tak dapat lagi memenuhi permintaan dalam negeri. Impor besar besaran terus terjadi sepanjang era hingga tahun 60.
 
Pemerintah Israel mencari cara untuk meningkatkan bagaimana para pembudidaya petani ikan agar dapat menjual produk olahan ikan ke pasar.
 
Walhasil, pemerintah Israel berkerja keras membangun irigasi, selokan, embung dan infrastruktur air lainnya dari wilayah Galilea yang dikenal subur dan banyak airnya. Dialirkan membentuk sesuatu mirip sungai kecil ke wilayah yang gersang.  
 
Sebanyak 3.889 hektar luas tambak sepanjang aliran sungai yang dibangun oleh pemerintah Israel digunakan untuk berternak ikan oleh masyarakat lokal. Termasuk yang mengalir ke sungai Yordan.
 
Pada era 60. Pemerintah Israel mendirikan banyak stasiun penelitian tentang biologi ikan, zoologi ikan dan teknologi perikanan. 

Israel kemudian melahirkan banyak ilmuwan perikanan asal negeri Zionist tersebut.
 
Ilmu pengetahuan dan pusat penelitian riset terus dipacu.   
 
Pada era 70. Tepatnya pada tahun 1970. Pemerintah Israel melalui departemen perikanan mendirikan pusat penelitian Genossair untuk meneliti air, meneliti ikan, meneliti wabah virus ikan, meneliti teknik produksi ikan, meneliti sistem monokultur ikan, meneliti kimia perikanan, dll sebagainya.
 
Ilmuwan perikanan dari universitas dan Technion diterjunkan untuk meningkatkan keberhasilan komersial perikanan tersebut.
 
Aquamoaf : Next level teknologi perikanan Israel di era 80.

 
Akuakultur tradisional di lembah Galilea dan sungai Yordan di era 70 dulunya hanya beralaskan kolam tanah.
 
Kemudian berubah menjadi serba teknologi di era 80.
 
Konsentrasi perternakan di Israel meliputi ikan mas, ikan nila, ikan belut, ikan lele, ikan trout pelangi, ikan kerapu, udang, ikan sturgeon, ikan salmon, ikan kakap sparus, ikan laut mullet dan ikan laut belanak.
 
91% perikanan ikan di Israel hingga tahun 2020 merupakan bentuk kolam beton dengan sistem teknologi RAS (recirculating aquaculture system) melalui proyek industri aquamoaf aquculture technologies dengan kecanggihan biofilter dimana menghasilkan limbah tepat guna untuk pertanian dan perkebunan.
 
Teknologi Aquamoaf kemudian membalikkan fakta dari semula Israel mengimpor ikan asal Uni Eropa. Putar balik menjadi pengekspor untuk Uni Eropa dan negara negara Eropa lainnya.

 
Industri perikanan Israel ada 4 eksportir ikan utama yaitu Agrexco, Magnooy, Hazorea dan Sundaq.
 
Pemerintah Israel memuji keempat indsutri perusahaan perikanan tersebut karena turut meningkatkan perekonomian negara.
 
Namun, Israel masih tetap mengimpor ikan sebesar $ 2.000.000 juta dolar per tahun.
 
Terutama ikan laut seperti hiu, ikan pari dan ikan tuna sirip biru.
 
Ke tiga jenis ikan ini memiliki tantangan dalam hal budidaya menggunakan teknologi. Karena membutuhkan sesuatu wadah kolam berukuran raksasa besar dan mahal dalam merawat dan membudidayakan tipe ikan ini.
 
Hiu dibeli impor untuk konsumsi sup sirip.
 
Sedangkan pari dan tuna dikonsumsi dagingnya.
 
Di Israel. Sudah tak ada lagi (0%) budidaya perternakan ikan dalam skala kecil. Kecuali peliharaan rumah tangga sebagai urban farming.

Sedangkan tangkapan laut terus berkurang menjadi tersisa (9%) saja. Perkiraan pada tahun mendatang persentasenya terus berkurang. Berpindah ke basis daratan.
 
Jadi kini hampir sebagian besar budidaya ikan di Israel menggunakan teknologi Aquamoaf sekaligus mencegah pencemaran air dan menjaga kesehatan populasi ikan dari penyakit polusi air.
 
1 unit gedung budidaya Aquamoaf dapat menghasilkan 20.000.000 juta kilogram daging ikan segar atau ikan beku per tahunnya. Terdiri dari perpaduan berbasis air tawar dan air laut.
 
Aquamoaf menggunakan teknik daur ulang air canggih.

 
Yoav dagan mengatakan :
 
Sistem ini memungkikan panen ikan sepanjang tahun. Ikan terus tumbuh lebih cepat dibandingkan metode perikanan lainnya. Anda dapat memiliki kendali penuh atas air. Jadi tidak perlu perawatan bahan kimia dan antibiotik. Air terus mengalir dengan hampir nol pembuangan limbah berbahaya dan sistem menyelamatkan lingkungan. Hasilnya, ikan benar benar dapat dilacak. Ikan sehat, alami dan segar. Kami telah melakukan eksperimen kepada peserta dengan mata tertutup. Hasilnya orang orang memberikan nilai tinggi bagi ikan kami dari segi rasa dan tekstur. Sahutnya.
 
Dari tanah gersang, menjadi pengekspor ikan satu satunya asal Timur Tengah.
 
Dari berbagai penelitian dan R & D. Iklim kering gersang di Israel yang menantang bukan menjadi sebuah permasalahan krusial untuk budidaya perikanan.
 
Pusat penelitian ikan di Israel bahkan berada di gurun pasir Negev.
 
Teknologi adalah kunci untuk kesuksesan budidaya ikan yang layak secara ekonomi dan berkelanjutan.
 
Di masa lalu. Israel pernah mengalami banyak problem dan tantangan akibat krisis untuk budidaya ikan. Tetapi sejak itu, dimulai pada era 80 semua perjalanan mulai berubah karena kemajuan teknologi.

 
Dalam beberapa dekade mendatang.
 
Budidaya ikan secara tradisional diprediksi bakalan mengalami kesulitan untuk 10 – 20 tahun ke depan. Pencemaran air di sungai menyebabkan banyak petani mengalami kerugian akibat kematian ikan. Hujan deras membawa polusi dari aspal jalan raya hasil knalpot mobil dan kendaraan bermotor mengalir jatuh ke tambak petani memasuki kolam mereka. Walhasil, tubuh ikan dipenuhi zat kimia. Apabila ikan di konsumsi oleh masyarakat dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kanker pada tubuh manusia.
 
Disisi lain, untuk beberapa dekade lagi. Laut sudah tak dapat lagi memenuhi kebutuhan terhadap protein hewani yang berasal dari ikan. Laut diambang pencemaran luar biasa. Banyak ikan laut mati menuju kepunahan akibat pencemaran polusi dan perubahan global warming. Banyak nelayan mengalami frustasi karena tangkapan terus menurun setiap tahun sehingga berdampak krusial bagi perekonomian keluarga mereka terjebak dalam utang dan kemiskinan.
 
Satu satunya cara budidaya ikan pada masa depan untuk memenuhi 7,8 miliar perut manusia yaitu menggunakan teknologi. Memindahkan cara tradisional ke sebuah sistem pembelajaran machine, otomatisasi ikan, teknologi pemantauan canggih ikan, manajemen proses yang dapat mengenali pola ikan, pemberian pakan otomatis, dll sebagainya.

Youtube : Teknologi perikanan asal Israel
 
Target sasaran ekspor ikan dari negara Israel berikutnya yaitu menyasar ke Amerika Serikat.
 
90% orang orang Amerika Serikat masih mengimpor ikan dari negara lainnya.
 
Itu membuat bangsa Israel bersemangat membidik AS sebagai pasar perikanan berikutnya dengan jumlah penduduk mencapai 331 juta orang.
 
Dalam perkembangan terakhir. Industri perikanan Israel terus melangkah maju dan berkelanjutan.
 
Ekspor ikan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Semakin meningkatkan perekonomian Israel.
 
Karena Israel terletak di dekat Uni Eropa. Israel kedepannya berpeluang merebut sebagian kecil dominasi China dan Jepang. Karena mampu mengirimkan ikan ke pasar EU dengan jarak transportasi yang lebih dekat.
 
Keuntungan lainnya yaitu jika banyak negara negara Arab memilih berdamai. Maka peluang kuat ekspor Israel untuk memonopoli ikan dan teknologi perikanan menjadi semakin membesar sehingga sulit ditandingi untuk kedepannya.
 
Aquamoaf telah mendirikan 50 unit infrastruktur di berbagai negara. Termasuk di Israel. Proyek terus berkembang tersebar ke seluruh penjuru dunia dalam hal menguasai perikanan laut, payau dan tawar.  

 
Biofishency era abad 21
 
Bagi negara yang berminat.
 
Untuk memiliki teknologi Aquamoaf asal Israel dibutuhkan modal dana yang cukup besar hingga diatas Rp 700 miliar – Rp 800 miliar rupiah per infrastruktur. 
 
Perternak skala kecil dan menengah (UKM) hanya gigit jari untuk melihat fenomena tersebut.
 
Apakah anda petani ikan skala kecil atau menengah.
 
Sering mengeluh produksi ikan kurang, kualitas air buruk, pertumbuhan ikan sering terhambat, air berwarna biru hijau keruh, air sering boros, air berbau busuk. Pengen memiliki sistem pengelolaan teknologi air kolam yang jernis bagaikan kristal hingga bertahun tahun tanpa menguras air.
 
Tapi uang, modal dan biaya listrik tak cukup. 

Biofishency jawabannya.

Foto : Kolam ikan yang menggunakan teknologi Biofishency di Indonesia
 
Biofischency adalah perusahaan teknologi yg berbasis pusat di Israel.
 
Mengkhususkan diri membantu petani ikan skala UKM.
 
Saat ini, Biofishency Tersedia dalam 3 Jenis Produk. Yaitu SPB5, SPB30 dan SPB60. 

SPB5 artinya mampu membersihkan air kolam walaupun 5 Kg makanan ikan di tabur perhari ke kolam.
 
Sedangkan SPB30 mampu menangani 30 Kg Pakan ikan Per hari dan SPB60 mampu menjernihkan air kolam walaupun ikan dan kolam diberi Pakan 60 Kg / Hari.
 
Harga untuk membeli teknologi Biofishency sekitar $ 6.500 dolar atau sekitar Rp 91.000.000 juta rupiah.
 
Alat dibeli langsung datang plug and play.
 
Sesajarkan mesin ke posisi kolam ikan anda.
 
Lalu colokkan alat ke listrik.
 
Nila, lele, gurame, kerapu, bandeng, belut, patin, bawal, kakap, gabus, puyu, sepat, koi, dll dapat di budidayakan dengan Biofishency.


Youtube : Israel Biofishency
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU