Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 produk gagal militer Israel (2021)


Israel selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang hobi menciptakan alat tempur dan berbagai macam produk teknologi persenjataan modern dalam melindungi kedaulatan dan keamanan bangsa Yahudi Zionis tersebut.
 
Menurut lembaga SIPRI Stockholm international peace research institute. Negara Israel menguasai 3% perdagangan senjata global internasional.
 
Perdagangan ekspor senjata Israel menghasilkan pundi pundi keuangan sebesar lebih dari Rp 100 triliun rupiah pada tahun 2019 yang lalu.
 
Kementerian pertahanan Israel mengklaim bahwa 80% dari hasil produksi senjata dalam negeri melibatkan 200 perusahaan senjata. Hasil produk olahan kemudian di ekspor ke luar secara internasional.  
 
Produk senjata buatan Israel membutuhkan trial n error.
 
Tak semua berhasil sesuai rencana.
 
Berikut 5 produk militer gagal buatan Israel selama 5 tahun ke belakang.  
 
1]. Blades Technology

 
Blades technology adalah sebuah perusahaan produsen mesin presisi untuk industri pesawat, mesin turbin gas industri dan menciptakan baling baling rotor.
 
Perusahaan Blades telah bertahan selama 40 tahun. Namun pada akhirnya diakuisisi oleh perusahaan swasta militer asal Amerika Serikat, Raytheon Technology.
 
Pencaplokan menandakan bahwa perusahaan asal Israel ini telah gagal bertahan dalam persaingan sehingga hak paten dan portofolio blue print technology miliknya jatuh ke tangan orang orang Amerika Serikat.
 
Walaupun begitu. Israel masih memiliki beberapa perusahaan militer dalam negeri lainnya yang masih bertahan hingga detik ini dalam kancah persaingan ketat. 

Yaitu Israel Aerospace Industries, Elbit System, Rafael Advanced Defense System, Bet shemesh engine, SK Group, dll.
 
2]. Robot partner

 
Partner adalah robot berbentuk wajah manusia dengan printing 3D digunakan sebagai pasukan pendamping tentara dalam situasi perang. Robot diciptakan oleh perusahaan Machanet ditujukan kepada Israel Defense Forces.
 
Awal pengembangan dan diperkenalkan pertama kali pada 4 Juni 2015.
 
Dilansir dari Jpost.com. Alutsista robot ini nanti akan digunakan menjadi teman tentara manusia. Menjadi basis utama dan andalan negara Israel. 
 
Setelah bertahun tahun. Penciptaan robot partner dinyatakan gagal dan situs website machanet tutup.
 
3]. Carmel

Youtube : Proyek rencana tank carmel
 
Pada tahun 2016. Pemerintah Israel melalui brigadier jenderal Didi Ben Yoash memperkenalkan sebuah proyek teknologi ambisius tank lapis baja masa depan yang disebut Carmel.
 
Tank bukan dimaksudkan untuk menggantikan tank MBT Merkava. Menurut Zur dari Israel. Carmel berfungsi sebagai program pendamping Merkava IV.
 
Pada awal rencana. Tank Carmel memiliki spesifikasi bobot 35 ton, menggunakan penyimpanan baterei hibrida berdaya gerak campuran bahan bakar fosil dan listrik, kemampuan gerak otomatis (self driving), dikendalikan hanya oleh 2 sampai 3 tentara saja dan dilengkapi kemampuan serba AI artificial intelligence dan serba digital.
 
3 tahun setelahnya, pemerintah Israel melalui DR&DD Israel ministry of defense research and development di IMOD mengevaluasi program teknologi tank lapis baja Carmel tersebut.
 
Pembangunan Tank Carmel dibatalkan.
 
Sebagai gantinya, konsep revolusioner Carmel tetap dilaksanakan namun diaplikasi ke dalam tank Merkava, tank Namer dan tank Eitan AFV untuk mendesain ulang interior, perangkat dan berbagai macam pembaharuan sistem sensor kearah robotik.
 
4]. Skyfi


 
Skyfi adalah internet WIFI global berbasis luar angkasa. Alih alih menggunakan satelit berukuran besar, teknologi Skyfi menggunakan nanosatelit berukuran kotak sepatu dengan harga $ 1.000.000 juta dolar atau sekitar Rp 140 miliar rupiah.
 
Persaingan menghadapi perusahaan raksasa seperti Alphabet.inc (induk Google) dan internet Starlink (milik Elon Musk).
 
Menjadikan dominasi Skyfi mengecil diperuntukkan skala bisnis kecil.
 
Skyfi bukan produk gagal. Tetap bertahan. 

Namun dominasi pangsa pasarnya kalah hanya untuk diperuntukkan bagi kalangan konsumen dalam jumlah kecil saja.

Baca juga :
 
5]. Drone Super Eitan

 
Pada tanggal 28 September 2017. Pemerintah Israel bermaksud ingin menantang drone Global Hawk dan Triton milik Amerika Serikat untuk arena ketinggian tinggi atau HALE (high altitude long endurance).
 
Bermaksud meningkatkan ukuran drone seukuran pesawat boeing, jarak jangkau dan ketahanan drone Eitan TP hingga 90 jam dan kemampuan menyerang antarbenua. Dengan fitur kemampuan terbang di udara lebih tinggi, dimana batas pilot manusia terbatas di atmosfer udara tipis luar angkasa.
 
3 tahun telah berlalu sejak ambisi direncanakan.
 
Proyek pengembangan lebih lanjut Super Eitan tak ada kabar berita pembaharuan.
 
Sebagai gantinya. Di tahun 2020 pemerintah Israel melalui IAI meluncurkan upgrate Heron MK II sebagai drone intai strategis dengan ketahanan 45 jam. Itu bukan berkategori HALE melainkan MALE. Itu bukan berdaya tahan 90 jam melainkan 45 jam. 
 
Pemerintah Israel menghindari membangun program drone kategori jenis HALE.
 
Drone Super Eitan HALE adalah produk gagal tak pernah berwujud.
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU