Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tantangan Israel Masa Kini dan Vision Masa Depan. Apa Rencana Yahudi Menciptakan Pemerintahan dan Kekuatan Bersenjata di Zaman Next Future (2019)



Kemiskinan dan Ketimpangan :

Jumlah penduduk Israel pada tahun 2019 berkisar di angka 8.907.000 juta orang. Terdiri dari 5.921.000 juta orang Yahudi Zionist, 1.033.000 juta orang Yahudi Ortodoks/Haredi, 390.900 ribu orang terdiri dari Druze, Bahai, Ateis, Kristen. Dan sebanyak 1.561.700 juta orang umat Muslim.

Islam di Israel sebenarnya keturunan warga Arab suku Bedouin dan Arab Palestina, Hal ini terjadi akibat Israel mencaplok wilayah tanah tersebut di tahun 1967.  

Sedangkan Kristen di Israel. Biasanya kebanyakan pekerja asing asal Eropa yg bekerja di pariwisata rohani ditempatkan bekerja di Gereja. Terdapat pula orang Yahudi berpindah agama ke Islam, Ateis dan Kristen.

Perbedaan demografi tersebut menyebabkan ketimpangan. Hingga saat ini belum dapat diatasi. Dimana Yahudi Zionist mampu meraup pendapatan hingga Rp 500.000.000 juta per tahun.

Sedangkan Islam Arab-Israel dan Yahudi Ortodoks tersisih di Israel. Walhasil, mereka terjerembet dalam belenggu pengangguran dan kemiskinan.

Kamatech, merupakan upaya pemerintah Israel mengatasi hal ini dengan cara membantu akses pelatihan, untuk membina dan mengupgrate pendidikan ilmu pengetahuan SDM.

Jika ketimpangan tak segera diatasi dengan segera. Dipastikan menciptakan efek domino bagi bencana perekonomian makro Israel dengan menurunnya GDP (Pendapatan domestik bruto).

Perbedaan Politik :


Sistem pemerintah Israel berdasarkan demokrasi parlementer. Mendapatkan tantangan dari banyaknya perbedaan pandangan politik antara partai yg satu dengan partai yg lainnya.

Banyaknya jumlah partai seperti Kadima, Likuid, Yisrael Beitenue, Avoda, dll. Menyebabkan ketegangan.

Seharusnya bagaimana semua pihak meredam diri bekerja sama untuk kemajuan Israel dan meminimalkan jumlah partai. Sebuah negara takkan mampu berkembang dengan baik apabila pemerintahannya buruk dan rakyat tak bekerjasama.

Keberhasilan Israel sukses menutup segala jenis partai politik Arab yg ada di Israel. Sehingga hanya orang Yahudi berhak menentukan pemerintahan Bintang Daud.

AIPAC :


Pertanyaan mendasar bagi orang-orang Yahudi di Israel adalah sampai kapan lobi AIPAC dengan konsep Neokonservatisme mampu mencekram negara Adidaya Amerika Serikat.

AS diketahui hanya memiliki 2 partai besar. Yaitu Republik dan Demokrat.

Amerika Serikat begitu dibutuhkan bagi Israel, karena negara Paman Sam berkuasa atas seluruh dunia sehingga bantuan keuangan sebesar $ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun per tahun turut membantu perkembangan Israel menjadi lebih maju. Ya, walaupun sebenarnya hampir semua negara-negara sekutu AS mendapatkan bantuan dan rata-rata semuanya menjadi negara maju dan kaya.

Pertanyaan sulit bagi Israel yaitu bagaimana lobi Yahudi AIPAC sanggup mencekram partai Demokrat.

Karena Demokrat kurang begitu akur dengan Israel. Satu-satunya cara yaitu semaksimal mungkin, AIPAC berusaha memenangkan presiden dari partai Republik pro-Israel untuk terus-terusan berkuasa.

Apabila Presiden dari partai Demokrat berkuasa di AS, tentu berbahaya bagi kelangsungan Israel.

Pertikaian Palestina di Tepi Barat dan Gaza :


Palestina dan Media Arab. Merupakan tantangan Israel yg paling krusial yaitu masalah Palestina dan media Arab yg anti-Israel.

Terdapat 4.750.000 warga Palestina berada di Tepi Barat dan Gaza. Orang-orang Arab Palestina adalah bagian dari dunia Islam yang lebih besar memiliki populasi hampir 1,8 miliar orang.

Islam adalah agama terbesar ke #2 di dunia setelah Kristen. Itu tentu tak imbang dengan total jumlah penduduk Yahudi. Sekitar 14.000.000 juta dari seluruh dunia.

Oleh sebab itu, bagaimana caranya poin #3 dapat tetap berjalan, bagaimana caranya lobi AIPAC terus menjalankan fungsinya dengan menginang dan mencekram Amerika Serikat.

Dengan begitu dunia Islam takkan berani berhadapan dengan Amerika Serikat. Sehingga Yahudi dapat aman terlindungi dibawah perlindungan umat Kristen. 

Embargo :


Embargo yang dilakukan oleh 57 negara Islam. Tak menjadi permasalahan berdampak bagi Israel hingga detik ini dan bertahun-tahun kedepannya. Karena pasar ekspor-impor masih luas terdiri dari umat Kristen, Ateis, Hindu dan Buddha.

Bom Nuklir Iran dan Arab Saudi :


Perkembangan nuklir Iran perlu mendapatkan pengawasan ketat oleh militer IDF Israel. Selanjutnya yaitu perkembangan industri senjata di Arab Saudi nampak terlihat berkembang pesat, tentu menjadi perhatian utama Israel.

Arab Saudi memiliki caranya sendiri dalam industri persenjataan. Berlimpahnya kekayaan menjadikan kerajaan dengan mudah melakukan akuisisi produk-produk dan membeli pabrik senjata yg berasal dari China, Ukraina, Amerika Serikat, Rusia, dan Uni Eropa untuk ditempatkan ke kawasan Jazirah Arab.

Hubungan antara Israel-Arab Saudi terlihat nampak tenang.

Namun, Israel harus berhati-hati karena intelijen Mossad telah mengetahui indikasi Arab Saudi memulai program rudal balistik, berinvestasi dalam proyek industri persenjataan yg diakuisisi, dan nampak memulai program senjata bom nuklir.

Hingga saat ini, tak ada hubungan diplomatik antara Israel-Arab Saudi. Kecuali Yordania dan Mesir.

Tak mungkin bagi Israel dan Arab Saudi dapat berdamai di masa depan. Karena dulunya, Arab Saudi terbukti menjadi pemimpin Islam Sunni dalam penyerangan ke Israel di tahun 1948.

Hingga detik ini, Arab Saudi masih mendukung Palestina.

Terdapat 3 denominasi mazhab dalam dunia Islam saat ini. Yaitu Sunni yg dipimpin oleh Arab Saudi, Syiah yg dipimpin oleh Iran, dan Islamic State yg dipimpin oleh Islamic State (ISIS).

Tantangan kedepan. 

Israel harus bersiap-siap jika memang apabila harus menghadapi keseluruhannya. Yaitu pimpinan Arab Saudi dan pimpinan Iran. 

Namun saat ini, ketiga mazhab tersebut saling berperang berkonflik satu sama lainnya, sehingga membuat Israel sedikit bernafas lega. 

Tak tahu kenapa mereka (Syiah VS Sunni) saling tak akur, ada yang bilang karena adu domba oleh Israel. Kenyataan dilapangan, merekalah yg saling mengadu domba dengan sesamanya sendiri bahkan sudah terjadi sejak tahun 500, ketika Israel belum lahir, masih tereksodus ke penjuru dunia akibat bangsa Romawi. 

Syiah dan Sunni diketahui sudah bertikai sejak lama...,  

Angkatan Bersenjata IDF Israel Defense Force

Peningkatan ekonomi dan militer menjadi titik paling krusial yang harus diperhatikan oleh pemerintah Israel. Tanpa kedua faktor ini, Israel takkan bertahan di muka bumi.

Meningkatkan jumlah armada tank, pesawat tempur, pesawat drone, kapal perang, robot, radar, dan kendaraan lapis baja dari segi jumlah kuantitas dan kualitas.

Ketika sejarah Israel diserang oleh bangsa Arab. Negara-negara Eropa (sekarang namanya Uni Eropa) melakukan embargo dan pemblokiran senjata ke Israel.

Sedangkan Uni Soviet (Sekarang namanya Rusia) menjual senjata ke musuh-musuh Israel.

Beruntung, saat itu hanya Amerika Serikat tak melakukan pemblokiran persenjataan ke Israel.

Berkaca dikasus ini agar tak terulang kembali. Industri persenjataan lokal di Israel diharuskan agar dapat berdaulat 100% secara mandiri tanpa tergantung kepada pihak asing. Untuk saat ini memang belum dapat dilakukan oleh Israel.

50% persenjataan di Israel masih membeli dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, sedangkan 50% lainnya telah mampu diciptakan oleh ilmuwan, insinyur dan teknisi Israel.

Israel sedang berjuang keras menuju kearah 100% kemandirian persenjataan.

Inovasi Teknologi Israel :


Inovasi teknologi local secara radikal dibutuhkan untuk tahun-tahun mendatang. Sehingga diharapkan segala sesuatu yg diperlukan oleh Israel tak lagi membutuhkan impor.

Israel telah berdaulat di bidang air, mampu menyulap tanah di kawasan padang pasir berlimpah air dengan proyek desalinasi dan peningkatan curah hujan melalui penanaman ratusan juta pohon.  

Israel telah berdaulat di bidang makanan dan pertanian. Mampu menyulap tanaman tropis dan segala jenis tanaman mampu tumbuh subur di padang pasir.



Israel telah berdaulat di bidang perikanan dan perternakan sapi, ayam dan domba. 

Israel pemimpin dunia #1 di sektor teknologi susu sapi dan handal di teknologi perikanan air tawar.

Israel sanggup memproduksi anggur wine, minyak zaitun, kurma, gandum, dll dalam jumlah besar karena inovasi teknologinya.


Israel memiliki ilmu pengetahuan yang mampu menciptakan hutan buatan terbesar di dunia dan air terjun buatan dari mengestrak tanah padang pasir menjadi air berlimpah untuk kepentingan pangan berbasis lokal.

Kemandirian Energi Listrik :


Kemandirian energi merupakan sektor lain di masa depan bagi Israel. Dimana sinar matahari dan segala jenis pepohonan yg menghasilkan biogas dan minyak hayati biofuel dijadikan sumber utama ketahanan energi listrik tanpa tergantung membeli impor batu bara dan minyak.

Pembangunan menara surya Ashalim di gurun Negev. Merupakan salah satu contoh usaha Israel berdaulat di bidang energi. Kita dapat melihat semakin banyak berdiri menara-menara setinggi 250 meter tersebut di Israel.

Artikel Lainnya :

Kedaulatan Mineral :

Tak ada yg tak mungkin, dengan teknologi segala sesuatu menjadi mungkin. Kelemahan Israel yaitu masih mengimpor produk hasil pertambangan. seperti besi, baja, emas, batu bara, dan logam-logam lainnya.


Apakah teknologi Israel suatu saat sanggup menyulap pasir menjadi emas, baja, intan, dll…?

Jawab : Iya.

Tetapi masih membutuhkan waktu dan penelitian riset R&D yang lama agar teknologi ajaib ini tercipta. Israel sedang menuju kearah ini. ‘Kedaulatan mineral’. 

Kerjasama bersama bangsa lain :

Hanya dalam waktu 70 tahun sejak Israel berdiri. Pencapaian prestasi mengesankan di berbagai banyak bidang bidang penting telah ditempuh oleh Israel. seperti politik, ekonomi, foodtech, cyber, lingkungan hidup, kesehatan, energi, militer, dll.

Pada tahun 1948 sejak Israel lahir kembali setelah 2000 tahun yang lalu diruntuhkan oleh Romawi.

Tak satupun dari negara-negara Arab mendukung Israel, mereka menggempur dari segala sisi untuk menghancurkan Israel tetapi mereka kalah berakhir sia-sia.

Dulunya Israel negara miskin, wilayahnya tandus gersang tanpa kekayaan sumber daya alam. Sejak ditemukan ladang gas alam Leviathan dan perkembangan pesat tekonologi tinggi, Israel berhasil membalikkan fakta.

Terdapat 6.400 perusahaan dan startup di Israel, 200 diantaranya perusahaan senjata.

Penerimaan total negara Israel tahun 2018 mencapai $ 85 miliar dolar atau Rp 1.190 triliun per tahun dengan cadangan devisa foreign reserves + emas sebesar $ 115 miliar dolar atau Rp 1.610 triliun rupiah.  

Manusia memang tak dapat hidup seorang diri. Israel bersedia berdamai seperti terhadap 2 calon negara musuhnya, Yordania dan Mesir. (sekarang giliran Oman).

Selama ini, Israel telah membuka kran relationship terhadap banyak negara yg tak membencinya untuk saling bekerjasama menjadikan dunia lebih baik.

Penanaman miliaran pohon



Pada tahun 2007. Orang-orang Israel telah menanam sebanyak 240.000.000 juta pohon dari berbagai jenis. 

Rencana Yahudi melalui KKL-JNF yaitu menanam lebih banyak varietas tanaman lain hingga mencapai miliaran pohon.

Tujuan penanaman pohon yaitu untuk meningkatkan curah hujan, menciptakan sungai buatan baru, hutan buatan baru, menciptakan iklim di Israel yang lebih dingin nan sejuk, air terjun jernih, menyulap tempat kering tandus penuh dengan hijau-hijauan, membalikkan sisi negatif perubahan iklim pemanasan global warming secara lokal, dan untuk menciptakan lebih banyak embung air tawar bersih dan mengundang lebih banyak satwa flora & fauna dengan hasil akhir ketahanan & kedaulatan pangan tanpa perlu (0%) impor. 

Demografi Mandiri Populasi Yahudi Zionis Israel :

orang+yahudi.jpg (748×563)

bangsa+yahudi.jpg (758×530)

Peradapan Israel jauh lebih dinamis ketika populasi Yahudi mencapai antara 5-10 miliar orang.

Sehingga terciptalah mata uang berbasis lokal, industri lokal, search engine lokal, bisnis lokal yg anti terhadap guncangan ketidakpastian tekanan global, super komputer quantum sendiri, CERN sendiri, dan kesanggupan untuk menciptakan seluruh komponen-komponen lokal secara mandiri yang sempurna untuk memenuhi dalam negeri tanpa ketergantungan dari luar negeri.

Secara demografis, Israel memiliki 650.000 orang Yahudi pada tahun 1948. Sekarang di tahun 2019. Israel merupakan rumah bagi 6.600.000 juta orang Yahudi.

Untuk mencapai populasi 5-10 miliar penduduk Yahudi membutuhkan rencana perluasan Israel Raya (Eretz Yisrael) dan program pemulangan Yahudi-Yahudi diaspora untuk kembali ke kampung halamannya (Aliyah). Walaupun hal ini dipastikan membutuhkan waktu lama karena untuk membangun pemukiman apartemen, gedung-gedung baru, jembatan, jalan baru, sawah baru, dll memerlukan waktu bertahun-tahun.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU