Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Media ISIS Tampil di Jejaring Sosial Google+ Tanpa di Blokir (2017)

Media Sosial dan Aplikasi Website Seperti Facebook, Telegram, Twitter, Blogger, Google Search, dan Youtube. Telah Lama memblokir Seluruh Website milik ISIS (Islamic State) menggunakan Kecanggihan Artificial Intelligence (AI). 

Sehingga Informasi-Informasi dan Video-Video Terbaru milik ISIS hanya bisa di temukan di tempat lain melalui VPN (Virtual Private Network) atau melalui Deep Search atau Browser Web Dark.  

Namun ada 1 Media Sosial yg Luput dari Perhatian. 

Yaitu Google+

ISIS Telah Lama Menggunakan Google Plus, Bahkan AMAN tanpa di BLOKIR 

Hampir mustahil bagi ISIS saat ini dapat menggunakan Facebook, Twitter, Telegram, Youtube, Google Search, Blogger, dll. untuk berbagi Siaran Pers kepada khalayak umum di Internet.

Pun jika ISIS berhasil membuat Akun. 

Paling lama hanya dapat bertahan 2 sampai 10 hari sejak Kecerdasan Buatan AI Berhasil mendeteksi Konten Artikel dan Video dari ISIS.

Hampir Seluruh Negara di dunia dan Raksasa-Raksasa Teknologi menganggap ISIS sebagai TERORIST.

Namun Sejak Desember 2016. 

ISIS melalui Salah Satu Jaringan Kantor Berita Amaq. (Amaq adalah Media Resmi milik ISIS)

Telah membuat Akun di Google Plus. Sampai artikel ini ditulis bagi Anda belum di Blokir oleh Google+. 

Ada Sekitar 243 Post Artikel telah dibagikan kepada Publik. 

Tiap 1 Post berisikan 1 Gambar/Infografis dengan Kurang Lebih hingga 500-600 Kata. Beberapa hanya ada berisikan 50 Kata saja.

Tak Hanya Media Amaq. 

Ada hingga ribuan berbagai macam Komunitas dan Halaman Pribadi yg mendukung ISIS beredar sangat banyak dengan berbagai macam Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Ferancis, dll. Termasuk Bahasa Indonesia.




Apa saja yang di Posting oleh ISIS

Untuk Media ISIS yg berada di Indonesia. Mereka menulis berbagai ancaman Target untuk Ustad yg dianggap Sesat. (Thaghut)


Termasuk mengancam Pemerintah Indonesia dan orang-orang Indonesia yg menjadikan pengikut dari Lambang Pancasila.




Sedangkan untuk Media ISIS Internasional. Menuliskan tentang berbagai bentuk penangkapan, pembunuhan, penyiksaan, penyalipan dan pemenggalan kepala tanpa sensor.

Ada juga Informasi Infografis tentang Perkembangan pertempuran di garis depan dan bentuk-bentuk ancaman kepada Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Arab Saudi, Iran, Irak, Suriah, Mesir dll




Kebanyakan Informasi yg dibagikan oleh ISIS berbentuk Kekerasan kepada Lawan-Lawan Kekalifahannya.

Ada juga info tentang mati syahid ketika berperang.



Tetapi ada juga Informasi lain tentang Perkembangan Hewan Ternak, Pertanian Agriculture, Pendidikan untuk memberantas buta huruf, dll.

Tentang Google+

Google+ adalah media sosial milik Perusahaan Alphabet.inc. (Yang juga menaungi Youtube, Google, Blogger, Android, Gmail, dll).

Dilansir dari Internetlivestats.com jumlah pengguna aktif Google Plus mencapai 549.000.000 orang. 

Google+ Berbeda dengan Facebook. 

Karena Google+ Lebih Fokus kepada Jejaring Sosial untuk Kaum Publisher Bisnis Blogger dan Komunitas.

Walaupun Google+ Kalah dari Segi Jumlah Pengguna Facebook yg hampir mencapai 2 Miliar orang. Namun Popularitas Google+ tetap bermanfaat bagi ISIS atau Islamic State.

Sampai artikel ini ditulis Tahun 2017.

Google+ nampaknya belum memasang Teknologi Deteksi AI untuk memblokir Media ISIS.


ISIS dianggap berbahaya karena berniat mendirikan Kekalifahan Islamiyyah. dengan begitu, siapa saja yg tak bergabung dengan Ideologi ISIS dijadikan musuh abadi.

Hampir Seluruh Negara yang ada di Bumi di Jadikan Musuh oleh ISIS.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU