Beli bitcoin di tahun 2012 dengan modal Rp 1.000.000 juta maka di tahun 2026 investasi sudah bertumbuh menjadi Rp 12 miliar rupiah ( 2026 )
Andaikata punya mesin waktu dan kembali ke tahun 2012 di era saat Bitcoin masih jadi ajang receh buat kupon game online di warnet dan di era ketika para dosen IT/SI dan technologist IT/SI membahas tentang keunggulan teknologi crypto sejak lama.
Saat itu di tahun 2012. Harga Bitcoin masih berada di kisaran harga di bawah Rp 400.000 per 1 BTC.
Sebelum masuknya investor institusi investasi besar dan perusahaan besar lainnya. Termasuk Bank bahkan hingga pemerintahan negara ikut memborong Bitcoin. Harga bitcoin dari waktu ke waktu terus menanjak akibat kelangkaan atau keterbatasan pasokan supply hanya ada 21 juta bitcoin.
Pada tahun 2026. Bitcoin mengalami narasi negatif. Nilainya anjlok dari $ 100.000 menjadi rungkad, bitcoin hancur, bitcoin berdarah darah dan pesan kalimat bombastis lainnya.
Tetapi jika ditarik garis lurus antara 2012 - 2026. Sesungguhnya trend bitcoin itu menanjak jika di lihat dalam gambaran visual jangka panjang.
Artikel ini bukan untuk ajakan membeli Bitcoin ya.
Tetapi memberikan makna gambaran visual.
Mari mulai dengan sebuah pengakuan kolektif.
Beberapa orang pasti pernah punya uang Rp 1.000.000 juta rupiah. Biasanya, dipakai buat beli nasi padang, borong ayam goreng, beli pentol bakso atau buat cicilan HP yang sekarang sudah jadi ganjel pintu.
Tapi jika di tahun 2012. Modal uang Rp 1.000.000 dipake buat investasi Bitcoin.
Maka menemukan sebuah investasi dengan perhitungan matematika yang membagongkan.
Matematika yang membagongkan.
Simulasi perhitungan matematika yang membagongkan.
Anda tidak salah baca. Cuma pakai uang RP 1.000.000
Baca : Satu juta rupiah.
Beli Bitcoin (BTC) senilai Rp1.000.000 di tahun 2012. Maka dapat 10,7 BTC.
Karena saat artikel ini ditulis tanggal 7 Februari 2026.
Media news memang benar dan tidak salah menyebut bahwa bitcoin rungkad, bitcoin berdarah darah, dll. Bitcoin memang anjlok hingga turun mencapai $ 69.544 per 1 BTC.
Mari berhitung :
Kurs rupiah tahun 2026 = ( Rp 16.880 )
Harga bitcoin $ 69.544 = Rp 1.172.198.000 miliar
Kalikan jumlah bitcoin sebanyak 10,7 BTC dengan harga pada saat artikel ini ditulis.
10,7 BTC x Rp 1,1 miliar = Rp 12 miliar.
Artinya jika seorang investor bersabar investasi bitcoin dari tahun 2012 - 2026 ( selama 14 tahun ) maka modal Rp 1.000.000 telah berubah transformasi menjadi Rp 12 miliar. ( Kenaikan sekitar 1.259.000% ).
Tapi jika mengacu asumsi pada harga puncak Bitcoin di tahun 2025 mencapai rekor $ 126.000 per 1 BTC. Maka kenaikan bisa mencapai lebih besar yaitu Rp 22 miliar. Hanya dengan modal Rp 1 juta rupiah untuk kesabaran jangka panjang ( Holder ) menyimpan Bitcoin di tahun 2012 yang lalu.
Selamat saya ucapkan kepada orang orang investor jangka panjang yang pernah beli Bitcoin di tahun 2012 tapi hingga kini masih menyimpannya sebagai aset investasi ( holder ).
Dan bagi orang orang yang dulu pernah bersedih atau mensia-siakan kesempatan di bitcoin.
Peluang Bitcoin terus menanjak masih terbuka lebar.
Apabila jika perhitungan matematika saya benar. Maka Bitcoin berpotensi harga per 1 BTC menembus lebih dari > $ 1.000.000 juta dolar di masa depan itu masuk akal & realistis.
Tapi kapan waktunya tiba, saya tidak tahu.
Baca juga :
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.
