Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tantangan Industri Pertahanan Israel menghadapi Perlindungan Produk Lokal Globalisasi

Industri Pertahanan Israel menduduki Posisi Peringkat ke 7 Terbesar di dunia menurut SIPRI (Organisasi Stockholm International Peace Research Institute).

Secara berurutan yaitu : Amerika Serikat, Rusia, (Uni Eropa = Jerman, Ferancis), China, United Kingdom dan Israel. Lebih Tepatnya, Israel menduduki Posisi ke 6.

Sebuah Laporan Dohshnatirashpat. Hasil dari Penelitian Israel. Menyatakan baru-baru ini hampir kebanyakan negara yang ada di seluruh dunia dalam menghadapi tantangan Ekonomi Global. Cenderung mulai melakukan perlindungan masing-masing terhadap produk local.

Di Amerika Serikat di kenal dengan ‘American First’.

Di India di Kenal dengan sebutan ‘Make in India’. Di mana, Anak-Anak Bangsa Lokal India mulai menggunakan dan menciptakan Produk Industri berbasis dalam Negeri dan menyisihkan Produk Asing.

Produk Asing cenderung diberi Pajak Tinggi, Selain itu, Terdapat Kebijakan Syarat Timbal Balik sekitar 50%-60%. Dimana diharuskan dibuat didalam Negara untuk dibagi hasil dengan Negara yg berjualan.

Atau apabila Pabrik ngga didirikan berbasis Lokal. Negara yg berjualan bersangkutan tersebut diharuskan membeli apa saja dari Industri Lokal hingga 50-60% dari Kesepakatan yg dijual.

Bagi Israel, Persyaratan ini merupakan ‘MIMPI BURUK’.

TANTANGAN INDUSTRI PERSENJATAAN ISRAEL MENGHADAPI KEBIJAKAN YANG MENYULITKAN
Foto : Israel Atmos Artilery
Pada Tahun 2016. Israel memiliki 665 Perusahaan & Startup Persenjataan.

Pembeli Terbesar adalah India.


Beberapa Tahun yg Lalu, Pemerintah India hanya memberikan syarat 30%. Tetapi sekarang meningkat hingga 60%.

Penjualan senjata juga semakin sulit mengingat beberapa Negara-Negara lain menginginkan berbasis Produksi anak Negeri ketimbang membeli dari Produk Asing.

Perjuangan ini telah tercermin di India. Dimana Proyek Perangkat Keras Persenjataan Militer seperti Tejas, Brahmos, Arjun, Taja, Agni-V, dll dapat berhasil dicapai.

Apabila pengen berjualan Senjata di India. 60% Produksinya harus berada di India, dikerjakan oleh anak-anak India dan menggunakan Bahan Baku Lokal India. [TKDN atau Tingkat Komponen dalam Negeri]

Selain Faktor diatas. Israel juga mengalami Persaingan Sengit di Industri Senjata. Menghadapi Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, China dan Inggris UK.

Amerika Serikat walaupun menjadi Sahabat Israel. Tapi orang-orang Amerika Serikat ngga rela Market Pasar Persenjataan mereka direbut.

Hal ini sudah sering terjadi. Kasus yang terjadi di India. Membuktikan dimana orang-orang Amerika Serikat berjuang habis-habisan secara agresif mengagalkan kesepakatan penjualan Rudal Spike ke India untuk digantikan dengan Produk AS miliknya.  


Pada Tahun-Tahun ke depan Persaingan industry Pertahanan semakin berat.

Bagi Israel ini bukan Tantangan sederhana. Persaingan tak pula mengacu diranah Militer, Namun menuju ke Bidang Lain seperti Cyber, Food, Medis, Air, Komputer, Internet, Otomotif, Real Estate, Pariwisata, Komunikasi, Entertainment, Pertanian, dll

STRATEGI ISRAEL DI INDUSTRI PERSENJATAAN

Layak untuk tetap bertahan. Tak ada keraguaan, apabila Pajak, pengetatan industry lokal & timbal balik hasil merugikan. Selama hal ini berjalan dengan baik sesuai prosedur dan kedua negara saling menguntungkan.  

Namun yg dikwatirkan adalah Persaingan melawan Kompetisi menghadapi negara-negara lain yg lebih kuat & lebih besar.

Langkah awal Israel di Tahun 2018 adalah Memanggil Ilmuwan & Insinyur dan semua orang-orang Israel yg masih berada di Luar Negeri sebanyak 7.500.000+ orang yg tinggal di AS, Eropa, Australia, Kanada, Brazil, China, dll

Untuk turut diajak kembali pulang bersama-sama mengembangkan Industri Pertahanan ke tahap yg lebih besar untuk mengatasi kekurangan Tenaga Kerja Lokal di Bidang Militer dan Bidang Lainnya.


Foto : Anak-anak Muda Israel, Ilmuwan, Insinyur, Tenaga Kerja, Tim medis, Ibu rumah tangga, dll yg pernah tinggal di Amerika Serikat pulang ke Israel
Orang-orang Israel ini akan mengantikan Dokumen PASPOR Luar negeri dan hidup menetap selamanya di Israel untuk bekerja di semua industri-industri Israel. Terutama Industri Militer.



Pada Tanggal 28 desember 2017. Pemerintah Israel menyetujui Konsolidasi 3 Kelompok Bisnis.

Israel memandang Pasar bisnis Penerbangan Komersial begitu menggiurkan dengan pertumbuhan konsisten 5%-7% per Tahun.


Selama ini Israel bertindak sebagai MRO, Pesawat Jet Pribadi Gulfstream G280, Mesin Engine, dan Konversi ke Pesawat Kargo. Namun belum memasuki Pasar Pesawat Sipil Komersial.

Dengan Keuntungan Dana $ 4 Miliar Per Tahun (Sekitar Rp 54 Triliun Pertahun) dari Hasil Bisnis Penerbangan Israel diatas.

Ini Merupakan Waktu yg Tepat memulai menghadapi Face to Face Perusahaan Pesawat Sipil Raksasa Multinasional.


Israel Telah memiliki Kemampuan Modal saat ini diwaktu yg Tepat. 

Didukung dengan Teknologi & SDM Manusia Insinyur-Insinyur Terbaik di Israel. Bukan Hal yg Mustahil bagi Israel dapat meruntuhkan Dominasi BOEING, AIRBUS dan UNITED AIRCRAFT CORPORATION.


Harel Locker mengatakan :

IAI melakukan proses perubahan struktural menjadi struktur yang berorientasi  bisnis.  Akan memperkuat keunggulan Israel di pasar global yang sangat kompetitif di mana persaingannya diarahkan terhadap perusahaan multinasional raksasa. 


Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU