Alasan saya tidak setuju jika pemerintah Indonesia menutup toko Indomaret dan toko Alfamart di seluruh desa dengan alasan menyaingi koperasi Merah Putih ( Kopdes ). [ Banyak toko UKM milik rakyat adalah penipu & pembohong harga ] ( 2026 )
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Desa, Yandri Susanto. Berencana menutup seluruh Indomaret dan Alfamart di seluruh desa di Indonesia.
Alasannya ?
Toko Indomaret dan Alfamart dianggap menyaingi Koperasi Merah Putih (Kopdes) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo selain Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dianggap mengganggu warung (UKM) milik rakyat.
Yandri Susanto mengatakan :
Buat apa kita membangun kopdes tapi Alfamart merajalela sampai 20.000 ribu lebih. Alfamart dan Indomaret. Luar biasa merajalelanya. Dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul kekayaannya sudah terlalu buat saya terlalu lebih." Sahutnya.
Mari berpikir sehat dan lihat kenyataan sebenarnya. Justru toko UKM milik rakyat adalah penipu & pembohong.
Sebelum Indomaret dan Alfamart hadir di kota Palangkaraya.
Pengalaman hidup saya berbelanja di toko UKM seringkali berujung kekecewaan.
Seringkali pedagang menjual barang dagangannya tanpa menyertakan label harga sehingga membuat saya jadi bingung.
Ketika saya tanya. Harganya bisa berubah ubah sesuka hati penjual.
Contoh :
Saya pernah membeli susu Bear Brand.
Saya tahu pasti kala itu harganya di Alfamart sekitar Rp 11.000.
Namun, ketika beli di toko UKM yang jaraknya cuma beda 1 km dari Alfamart, harganya digetok menjadi Rp 20.000 ( Naik 81% ]. Penipuan harga seperti ini sering saya alami jika belanja di toko UKM milik rakyat.
Mari bandingkan tingkat profesionalitasnya.
Di toko UKM tradisional. Penjualnya kadang kala tidak pakai baju, kadang kala cuma pakai sarung celana. Tokonya tidak ada AC, ruangannya panas, sumpek, makanan & roti yang sudah berjamur masih mereka jual dan pastinya mereka tidak bayar setoran pajak sepeserpun ke pemerintah.
Sedangkan belanja di Indomaret dan Alfamart memberikan kejujuran harga.
Ruangan ber-AC, karyawan berseragam & senyum, ramah, label harga terpampang jelas tanpa tipu tipu, dan minimarket modern adalah perusahaan bisnis yang taat menyetor pajak ke negara.
Dari lubuk hati yang terdalam, Afrid Fransisco justru mengucapkan banyak terima kasih kepada Indomaret dan Alfamart.
Tanpa kehadiran mereka, saya menjadi korban kecurangan harga oleh banyak toko kelontong UKM yang nakal dan penipu.
Meluruskan pandangan sempit soal "kekayaan berlebih" yang diucapkan Yandri Susanto.
Indomaret dan Alfamart adalah perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek.
Laporan keuangan transparan dan bisa dibaca oleh siapa saja.
Artinya, masyarakat luas bisa sama sama meraup keuntungan dengan membeli dan memiliki sahamnya.
Jika perusahaan Indomaret & Alfamart untung, maka investor (rakyat) juga ikut cuan.
Jika perusahaan Indomaret & Alfamart rugi, investor juga ikut rugi.
Ini malah bertolak belakang dengan Kopdes yang digagas oleh presiden Prabowo.
Kopdes tidak peduli untung atau rugi.
Tunjangan, fasilitas & gaji para pejabat, affiliasinya dan para kroni kroni partai politik yang mengurus Kopdes tetap cair setiap bulan, aman, untung sentosa. Karena mereka dibayar melalui anggaran alokasi APBN.
Tidak peduli kopdes merugi, pejabat tetap untung.
Jika kopdes pengen cari modal dan nambah fasilitas baru. Tinggal curi aja uang dari alokasi APBN.
Jadi, jika pejabat mengatakan kekayaan Indomaret & Alfamart berlebihan. Saya ingatkan kepada pejabat tersebut bahwa yang menikmati kekayaan Indomaret dan Alfamart juga adalah masyarakat luas, investor pemegang saham dan pemerintah juga terima pajak darinya. Perusahaan publik adalah milik bersama. Ini beda dengan proyek kopdes karena dikendalikan oleh pejabat.
Dan oh ya, satu lagi.
Saya berharap agar puluhan juta toko UKM di Indonesia agar semakin banyak yang bangkrut.
Semakin banyak UKM yang bangkrut semakin bagus.
Karena mayoritas UKM adalah PENIPU & PEMBOHONG.
Hidup Indomaret.
Hidup Alfamart.
Matilah banyak UKM yang seringkali menipu harga. Tercampaklah kalian di dalam kegelapan yang paling GELAP.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.