Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saar : Kapal perang andalan Israel (2021)

Keputusan Israel untuk memodernisasi armada angkatan laut didasarkan sejak penemuan ladang tambang gas di laut mediterania dekat pantai Haifa pada tahun 2010 yang lalu.

Tetapi Suriah dan Lebanon turut memperebutkan ladang gas tersebut.

Disebut sebagai Leviathan.

Ladang gas ini begitu fantastis karena berisikan cadangan alam dalam jumlah besar hingga berkali kali lipat yang mampu merubah Israel di abad ini menjadi super power energi dan listrik. 

Saar : Kapal perang andalan Israel


Selama 73 tahun Israel berdiri. Angkatan laut bukan menjadi prioritas utama pemerintah Israel.

Dalam ranah militer. Israel mengembangkan kebutuhan angkatan darat dan udara sebagai hal yang utama.

Namun temuan gas alam mengubah pemikiran tersebut.

Sehingga dibutuhkan kapal perang sebagai pelindung reaksi cepat dari sifat strategis dalam menjaga infrastruktur tambang gas, zona perdagangan komersial laut, penangkapan ikan, ZEE, melindungi pipa laut dan pemblokiran terhadap pelayaran imigran illegal.  

Pada tahun 2015. Pemerintah negeri bintang Daud itu membeli kapal perang Saar guna mendukung kebijakan ekonomi terhadap kehadiran tambang gas di wilayah ZEE Israel.

Saar dibuat oleh perusahaan Thyssenkrupp marine system asal Jerman (Uni Eropa).

Harga perunit kapal Saar sekitar 120 juta dollar atau sekitar Rp 1,7 triliun rupiah.

66% biaya pembelian kapal Saar dibayar oleh pemerintah Israel.

Sisanya 34% dibayar menggunakan sisa utang Jerman kepada Israel. 

Hal ini diakibatkan karena adanya tindakan paksaan keras dan ancaman militer Amerika Serikat sebagai pemenang perang yang mengalahkan NAZI atas tragedi Holocaust.

Pemerintah Jerman dituntut oleh Israel dan Amerika Serikat agar berkomitmen atau menandatangani perjanjian untuk membayar semua penebusan. Selain tuntutan permintaan maaf.

Pada tahun 2019. Utang Jerman kepada Israel masih tersisa $ 19 miliar dolar atau sekitar Rp 269 triliun rupiah yang hingga kini, Jerman masih kesulitan membayarnya agar bisa lunas.

Pihak pemerintah Israel sendiri sesungguhnya tak ingin memiliki perangkat senjata asal buatan Uni Eropa.

Israel diketahui menyukai produk militer AS terutama dari Lockheed Martin, Boeing, Raytheon Technologies, dll.

Tak ingin terburu buru agar utang Jerman cepat lunas. 

Israel dengan sengaja secara perlahan lahan untuk terus membeli persenjataan asal Jerman menggunakan diskon utang. Seperti pembeliaan Saar dan kapal selam Dolphin.


Kerangka, baja dan berbagai hal di kapal perang Saar merupakan buatan Jerman (Uni Eropa). Tetapi system pertahanan itu diciptakan sendiri sepenuhnya oleh Israel melalui perusahaan pertahanan BUMN Israel Aerospace Industries (IAI).

Termasuk Radar AESA MF STAR, system pertahanan Iron Dome dibangun oleh BUMN Rafael Advanced Defense system dan sistem perangkat peperangan elektronik diciptakan oleh Elbit System.

Sharvit dalam sebuah upacara angkatan laut Israel mengatakan :

Kita berada di dunia yang penuh dengan perubahan dinamis, berubah dengan cepat setiap dimensi. Operasional kita membutuhkan kemampuan tanpa akhir. Hal ini menuntut kita untuk menumbuhkan jati diri kita dan mengarahkan setiap kemampuan kita masing masing. Menciptakan metode tindakan yang membawa kita menjadi lebih besar, jauh lebih besar dari sebelumnya. Sahutnya.


Ancaman rudal Yakhont :

Dalam perselisihan hak kepemilikan sumber tambang gas.

Rudal Yakhont atau disebut juga sebagai P800 Oniks merupakan rudal buatan Rusia.

Yakhont dapat diluncurkan secara multimisi dari kapal perang, truck militer dan kapal selam.

Dilengkapi mesin ramjet buatan perusahaan Rostec. Yakhont mampu menghantam tambang gas milik Israel dan menghancurkan kapal perang IDF dari jarak 300 km.

Pemerintah syiah Suriah dan Hizzbullah Lebanon yang didukung & didanai oleh Iran. Tak diragukan lagi telah memiliki rudal Yakhont ini dari Rusia. 

Kapal perang Saar dilengkapi dengan senjata meliputi rudal pertahanan udara barak yang mampu menembak atau mematahkan setiap serangan udara dari jangkauan 70 - 150 km yang diluncurkan menggunakan system VLS (vertical launch system).

Rudal Iron dome yang mampu menjatuhkan serangan udara musuh dari jarak 1 - 70 km.

Tersedia torpedo MK buatan Amerika Serikat untuk menghantam kapal selam musuh dan senapan mesin typhoon.

Pada tahun 2021.

Pemerintah Israel memiliki 4 unit kapal perang korvet Saar. Sisanya terdiri dari 5 unit kapal selam dolphin, 48 unit kapal perang patroli kecil yang terdiri dari OPV45/62, Shaldag dan kapal patroli tanpa awak Seagull.

Selamat berdinas Saar. Netralisir semua bentuk ancaman musuh di laut.


Baca juga :


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU