Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 hal paling penting di kehidupan kita (2021)

Hidup orang berbeda beda dari satu orang dengan lainnya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya berdasarkan mindset, pola pikiran, budaya dan hal lainnya.
 
Kehidupan psikologi manusia dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Entah apakah anda sebagai seorang introvert, ekstrovert atau ambivert. Kita semua pasti memiliki keinginan yang menjadi landasan dasar sebagai pembeda terhadap orang lain.
 
Berikut 7 hal paling penting di kehidupan kita yang menjadi pembeda antara orang yang satu dengan lainnya dan harus dimiliki seseorang untuk menjadi prinsip pegangan hidup.
 
Apa saja yuk mari kita simak.  
 
1]. Cinta

 
Suatu ketika dosen pernah bertanya kepada saya. (Penulis ini).
 
Apa itu cinta..?
 
Saya menjawab :
 
‘Ngga tahu’.
 
Sontak, semua teman teman satu kelas diruangan tersebut tertawa terbahak bahak.
 
Bahkan teman saya bernama tri yang duduk disamping. Tertawa terpingkal pingkal.
 
Lalu, dosen kemudian mengalihkan perhatiannya menunjjukkan jarinya kepada salah satu wanita mahasiswi yang duduk di depan dekat  proyektor presentasi. Apa itu cinta kata dosen itu kembali.
 
Sang wanita kemudian menjawab dengan panjang lebar….
 
############ ^&%$*%*&%* $&^$*(%*& *&%*(&%*&%@#
 
Jadi apa itu cinta..?

Penulis dengan jujur menjawab ‘ngga tahu’.
 
Silahkan teman teman jawab sendiri aja ya. He he…,
 
2]. Kaya

 
Kaya itu penting.
 
Jika kita ngga kaya. Hidup menjadi serba sulit.
 
Ukuran kaya itu katanya relative bagi banyak orang.
 
Ada orang yang menyebut berpenghasilan Rp 2.000.000 juta perbulan ditahun 2021 telah menganggap dirinya sebagai orang kaya.
 
Hem…, ngga bisa gitu juga ya.
 
Ini harus mengacu pada standar internasional.
 
Menurut perusahaan Credit Suisse. Pada tahun 2019. Orang dapat dikatakan kaya jika telah memiliki aset dan uang cash di rekening bank sebanyak Rp 1,4 miliar rupiah – Rp 140 triliun (Dengan catatan tanpa utang $ 0 ).
 
Sedangkan untuk masuk ke daftar kalangan elit Forbes atau 1% orang. Anda harus memiliki Rp 140 triliun rupiah keatas. (Dengan catatan tanpa utang $ 0)

Baca juga :
 
3]. Waktu

 
Ada banyak orang kaya diluar sana. Tapi mereka terbelenggu atau terpenjara oleh jeratan waktu yang menyita.
 
Orang kaya membangun rumah mewah dengan fasilitas gym dan kolam renang wah.
 
Tapi setiap pagi, ia harus bergegas cepat terburu buru dan tergesa gesa pergi ke perusahaan untuk meeting dengan klien dan stakeholder hingga malam hari.
 
Sehingga ia tak pernah sama sekali menikmati hasil jerih payah rumah mewahnya.
 
Disisi lain fasilitas mewah seperti gym olahraga, sauna dan kolam renang dinikmati oleh pembantu. Sedangkan tuannya malah terjebak oleh rutinitas waktu untuk sibuk mencari uang.
 
Tanyakan pula kepada pekerja penambang emas dan buruh kelapa sawit. Setiap hari, waktu mereka banyak dihabiskan untuk bekerja membanting tulang demi mencari uang. Mereka berangkat dari pagi hingga pagi. Bahkan terkadang ngga pulang pulang selama 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan. Karena harus bekerja di pedalaman hutan.

Tanyakan pula kepada para trader scalping. Waktu mereka banyak digunakan dalam aktivitas proses scanning di layar monitor untuk melihat grafik perdagangan trading selama berjam jam. Bahkan untuk makan, kencing dan pergi ke toilet terasa sulit. 
 
Ada juga orang yang punya banyak kebebasan waktu. Tapi ia adalah pengangguran dan hidup miskin.  
 
Kebebasan waktu merupakan problem bagi banyak orang.
 
Kombinasi antara kebebasan waktu dan kebebasan finansial adalah sesuatu yang mungkin bagi banyak orang sulit untuk diraih. Bahkan seakan akan terasa mustahil dicapai.
 
4]. Sehat

 
Ada orang hidup kaya raya. Punya penghasilan Rp 100.000.000 juta perbulan dari sistem bisnis restoran yang berjalan secara otomatis.
 
Punya aset investasi di saham bluechip yang terus rutin memberikan deviden setiap bulan hingga mencapai Rp 1.000.000.000 miliar perbulan.
 
Bebas finansial secara keuangan. Iya.
 
Bebas waktu. Iya.
 
Namun di dalam tubuhnya digerogoti oleh penyakit hipertensi dan diabetes.
 
Tahukah anda. Sebagian besar orang diseluruh penjuru dunia ini menderita hipertensi dan diabetes. Suatu penyakit kuno yang hingga kini tak ada obatnya, tak ada teknologi yang sanggup menyembuhkan dan sampai kapanpun tak ada obatnya. Kecuali untuk mengontrol atau meringankan gejalanya saja.
 
Hidup kaya tapi sakit sakitan. Setiap hari harus konsumsi obat seumur hidup yang diresepkan oleh dokter.

Itu adalah problem kehidupan.

Masalah menjadi semakin memburuk ketika tahu bahwa diabetes dan hipertensi adalah gerbang dan ibu dari segala penyakit. Walhasil, berbagai macam penyakit lain seperti jantung, stroke, ginjal, kanker, alzheimer, demensia, dll. Ikut ramai ramai mengerogoti tubuh seseorang. 

Masalah bertambah rumit dan memburuk ketikat tahu bahwa diabetes dan hipertensi dapat menjalar hingga ke keturunan, anak dan cucu. Walhasil, semua riwayat garis keturunan sama sama menderita sakit seperti orang tuanya. 

Namun yang menjadi lebih menyakitkan adalah hidup miskin dan sakit sakitan. 

Itu pun problem bagi banyak orang.
 
5]. Ilmu pengetahuan

Foto : Membutuhkan otak pintar untuk memahami tulisan ilmu pengetahuan karya Albert Einsten
 
Darimanakah ilmu pengetahuan berasal...?.
 
Kata orang carilah ke Roma
 
Atau
 
Kata orang carilah ilmu pengetahuan hingga ke negeri China.
 
Ilmu pengetahuan sebenarnya ada dimana mana. Ada di Youtube dan ada di Google.
 
Namun yang menjadi kesulitan bagi banyak orang adalah bagaimana menyerap ilmu pengetahuan. 

Walhasil, benarlah kata pepatah : Masuk ke telinga kanan keluar telinga kiri.
 
Ada juga orang membeli buku, blueprint dan ikut seminar dengan harga mencapai puluhan dan ratusan juta. Tapi setelah diajarkan oleh motivator Hasilnya sulit banget terserap ke otak dan kesulitan memahami, mengerti dan mempelajari ilmu pengetahuan tersebut.

Bukan salah mentornya sih ya. 
 
Jadi nampaklah percuma. Ternyata uang tak dapat membeli seseorang agar mampu memahami ilmu pengetahuan.

Oh ilmu pengetahuan. 

Alangkah sukarnya dirimu untuk dipahami…?
 
Tanpa bekal skill ilmu pengetahuan. Orang takkan mampu mencapai hidup kaya, bebas dari segi waktu dan hidup sehat.
 
Karena untuk menjadi kaya butuh ilmu pengetahun
 
Karena untuk sehat butuh ilmu pengetahuan
 
Karena untuk memiliki kebebasan waktu butuh ilmu pengetahuan.
 
Sebenarnya ilmu pengetahuan ada dimana mana. Tapi bagi banyak orang itu sulit banget dimengerti. Terkadang membuat seseorang pusing tujuh keliling dan pengen muntah ketika disodori oleh angka dan data.
 
6]. Kebahagian

 
Jikapun seandainya poin 1 – 4 telah mampu dimiliki oleh seseorang.

Lihatlah : 
 
Ada orang kaya tapi ngga bahagia.
 
Ada orang punya suami ganteng dan istri cantik tapi tetap merasa ngga bahagia.
 
Ada orang bebas secara finansial setiap bulannya tapi ngga bahagia.
 
Ada orang punya pekerjaan berpenghasilan gaji tinggi tapi ngga bahagia.
 
Ada orang sehat tapi ngga bahagia. Ujung ujungnya suatu saat malah jadi sakit.
 
Ada orang bebas dari segi waktu. Eh ternyata seorang pengangguran. Akhirnya ngga bahagia.
 
Kebahagian merupakan sesuatu hal yang kompleks.
 
Itu hanya dapat ditumbuhkan melalui soul di dalam jiwa diri sendiri untuk terus mensyukuri kehidupannya dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. .
 
Kebahagian bukan ditentukan oleh lingkungan atau orang lain. 
 
7]. Surga



 
Surga adalah faktor paling penting dari keseluruhan point.
 
Tak dapat dipilih pilih ya.
 
Jadi apalah artinya jika hidup kita menjadi kaya, sehat, bahagia dan bebas secara waktu. Tapi ujung ujungnya masuk neraka.
 
Hidup kekal bersama api panas yang menyambar tubuh hingga selama lamanya menahan rasa sakit akibat kepanasan yang menusuk nusuk daging.
 
Oh ternyata selama masih di bumi. Tak pernah beramal ke panti jompo dan yatim piatu atau tak pernah beribadah sama sekali.
 
Hem tanyakanlah hal ini kepada orang orang atheis atau komunis.  
 
Mungkin pendapat mereka bisa saja berbeda.

Atau tanyakanlah kepada diri kita masing masing. 

Atau tanyakanlah kepada rumput yang bergoyang...?

 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU