Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapal selam Israel tak bersenjatakan rudal nuklir dan perselisihan pemerintah Zionis untuk mengakhiri pembelian dolphin karena dianggap terlalu mahal buang buang uang negara. (2021)

Kapal selam dianggap sebagai alustista persenjataan terbaik, berkelas dan berkekuatan ibarat seperti monster laut bagi banyak negara.

Sehingga berbondong bondong negara berminat untuk meminangnya.

Bagi Israel, kapal selam malah menjadi perselisihan untuk pemerintah bersistem Zionis tersebut.  

Disisi lain, banyak kabar berhembus bahwa kapal selam Israel memiliki senjata hulu ledak rudal nuklir.

Pada tahun 2021. Informasi ini telah ditepis.

Apa dan bagaimana seluk beluknya…? Yuk mari kita bahas di artikel ini ya.

Kapal selam Israel tak bersenjatakan rudal nuklir hanya sebatas torpedo.

Kapal selam dari jenis dolphin dilaporkan bahwa selama ini memiliki rudal jelajah peluncur nuklir.

Ini adalah masalah yang harus dijelaskan kepada publik internasional secara lebih lanjut.

Doron, komandan angkatan laut Israel mengklaim bahwa itu ibarat dongeng khayalan.

Kapal selam dolphin hanya dilengkapi menggunakan 16 tabung torpedo untuk melumpuhkan kapal perang dan kapal selam musuh.

Selebihnya, kapal selam terintegrasi bersama dengan komunikasi jaringan angkatan udara IAF (Israel Air Force).

Urusan penyerangan lebih lanjut. Diserahkan oleh pesawat tempur.

Disisi lain, produksi rudal jelajah popeye turbo sudah dihentikan perusahaan IAI.

Perselisihan pemerintah Zionis untuk mengakhiri pembelian dolphin karena dianggap terlalu mahal buang buang uang negara

Perselisihan terhadap pembeliaan atau penggunaan kapal selam dolphin telah ada sejak periode masa pemerintahan David ben Gurion dan Shimon peres.

Hingga ke masa di era Ehud barak dan perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Perselisihan itu terus terjadi.

Ehud Barak menolak agar negara Israel memiliki kapal selam. Beliau menginginkan lebih banyak pesawat tempur, pesawat drone dan kapal perang tradisional pada umumnya.

Sedangkan Benjamin Netanyahu menganggap kapal selam sebagai aset militer yang penting.

Kapal selam dolphin bertenaga diesel electric. Diciptakan oleh perusahaan asal Jerman (Uni Eropa).

50% pembuatan dolphin dibiayai menggunakan sisa utang Jerman kepada Israel.

Hal ini diakibatkan karena adanya tindakan paksaan keras dan ancaman militer Amerika Serikat sebagai pemenang perang yang mengalahkan NAZI atas tragedi Holocaust. 

Pemerintah Jerman dituntut oleh Israel dan Amerika Serikat agar berkomitmen atau menandatangani perjanjian untuk membayar semua penebusan. Selain tuntutan permintaan maaf.

Pada tahun 2019. Utang Jerman kepada Israel masih tersisa $ 19 miliar dolar atau sekitar Rp 269 triliun rupiah yang hingga kini, Jerman masih kesulitan membayarnya agar bisa lunas.

Pihak pemerintah Israel sendiri sesungguhnya tak ingin memiliki perangkat senjata asal buatan Uni Eropa tersebut.

Israel diketahui menyukai produk militer AS terutama dari Lockheed Martin, Boeing, Raytheon Technologies, dll.

Sedangkan pembelian Israel terhadap produk senjata Jerman atas berdasarkan sisa pembayaran utang dan penebusan kesalahan.

Dolphin adalah inventaris mesin perang paling mahal dalam jajaran persenjataan Israel saat ini hingga tahun 2050.

Kapal selam dari kelas Dolphin pertama kali dibeli pada tahun 1990. Karena telah terlanjur terbeli maka terpaksa digunakan.

Kementerian pertahanan IDF memiliki 5 unit kapal selam. Terdiri dari Tkuma, leviathan, dolphin, rahav dan tanin.

Terlepas dari perselisihan yang tak sesuai terhadap keberadaan. Mengingat luas wilayah laut mediterania yang sempit, perbatasan laut yang tak luas, perbedaan doktrin, suku cadang langka, biaya perawatan mahal dan tak tersedia jasa perusahaan perbaikan kapal selam di dalam negeri. 

Penggunaan kapal selam bagi Israel terus menjadi polemik. 

Hal yang berbahaya yaitu jika terjadi sebuah kerusakan. Kemana harus mengadu pertaruhan ini jika suku cadang berikutnya di boikot lagi oleh Jerman. Sedangkan kapasitas industri militer Israel diranah ini tak ada sama sekali. Apakah harus mengadu ke Amerika Serikat. Padahal suku cadang antara Jerman dan AS begitu berbeda. (Bautnya saja tak cocok, tak mungkin dipaksakan). 

Angkatan udara Israel (IAF) bahkan dapat melakukan tugasnya dengan lancar untuk menghancurkan kapal selam musuh, kapal perang musuh, serangan hulu ledak nuklir melalui udara, dan mengamankan lautan ketimbang kapal selam buatan Jerman itu.






Pada akhirnya, pemerintah Israel harus memutuskan dan menjelaskan secara terperinci kepada rakyat pembayar pajak untuk apa uang atau anggaran APBN mereka gunakan di dalam elemen kapal selam agar orang orang harus tahu kepentingannya dalam aspek keamanan nasional.

Jika kapal selam memang merugikan dan buang buang uang.

Maka anggaran pajak dapat dialihkan ke kapal perang konvensional seperti kapal perang korvet saar dengan sensor algoritma bawah laut yang ditingkatkan dan meningkatkan lebih banyak pesawat tempur atau pesawat drone.

Satu hal yang pasti.

Anggaran kapal selam memang mahal dan perawatannya membutuhkan uang dalam jumlah besar yang terus menerus mengambil, menguras atau mengurangi kas APBN negara.


Apakah Israel segera mengakhiri penggunaan kapal selam dan fokus ke kapal perang pada umumnya.

Keputusan selanjutnya ditentukan pada tahun 2050. Hingga alustista dolphin memasuki usia tua.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU