Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

100 hari perang. Rusia sukses kuasai caplok wilayah Ukraina seluas ukuran pulau Jawa dan 6.600.000 juta orang mengungsi ke negara lain ( 2022 )

Peperangan antara Rusia VS Ukraina pecah pada tanggal 24 Februari 2022. 

Ada beberapa alasan mengapa Rusia menginvasi Ukraina. 

Yaitu memastikan keamanan warga Rusia dari ancaman serangan rudal nuklir Tomahawk yang bisa saja ditempatkan oleh militer Amerika Serikat di Ukraina. 

Selama ini. Presiden Rusia, Vladimir Putin telah bersabar hampir 22 tahun lamanya kepada status Ukraina agar tak tergabung ke dalam keanggotaan NATO atau UNI EROPA. Namun sejak perang pecah, menandakan bahwa Ukraina memang tak memiliki niatan baik kepada Rusia.  .   

Alasan kedua yaitu untuk melemahkan NAZI.

Selama 77 tahun, pemerintahan Rusia masih menganggap atau memandang Uni Eropa sebagai NAZI yang kejam dan brutal. 

Oleh sebab itu, mengapa Rusia menginvansi Ukraina dengan tujuan utama mencaplok 100% seluruh wilayahnya, menghapus atau memusnahkan seluruh sistem politik Ukraina dan mengembalikan kejayaan Uni Soviet. 

100 hari perang. Rusia sukses kuasai wilayah Ukraina seluas ukuran pulau Jawa 

Pada awal peperangan. 

Rusia sudah direpoti oleh tingkah laku Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya dengan secara terus menerus mengirimkan persenjataan canggih sebagai bala bantuan kepada tentara Ukraina. 

Meliputi amunisi peluru, drone kamikaze, rudal genggam anti-tank Javelin, rudal anti pesawat Stinger, mengirim mobil tempur Humvee, truck peluncur roket, tank, artileri, mortal, truck HIMARS, bahkan hingga memasok tentara asing non-resmi untuk memerangi, mengusir dan mengeroyoki tentara Rusia.

Tak ayal, mengapa di medan perang. 

Tentara Rusia seringkali menembaki tentara asing yang berwarganegaraan dari negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Inggris (UK), bahkan hingga tentara Korea Selatan yang turut ikut bekerjasama membantu Ukraina secara keroyokan untuk mengempur balik Rusia.

Berdasarkan keputusan dari amanat presiden Rusia.

Tentara Rusia memiliki hak wewenang untuk menghabisi dan menembaki semua tentara asing sebagai pihak bermusuhan.

Tentara Rusia juga diberikan amanat dari presiden Vladimir Putin untuk tak menembaki warga sipil secara sembarangan. Kecuali warga sipil yang memegang senapan dan rudal. 

Kiriman senjata yang dipasok oleh Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya ke Ukraina. Termasuk mengirim bantuan berupa tentara asing untuk menggempur Rusia. 

Membuat perubahan secara dramastis pada beberapa kebijakan strategi militer Rusia dengan cara mundur pada beberapa titik wilayah tertentu. 

Hal ini disebabkan, karena ada banyak kerugian tank, helikopter dan pesawat tempur milik Rusia terkena hantaman sengolan tembakan dari rudal panggul. 

Pihak Ukraina mengklaim telah membunuh 14.000 tentara Rusia dan menghancurkan 1.393 tank milik Rusia.

Dalam sebuah siaran pers secara online virtual yang dihubungkan kepada pemimpin Amerika Serikat.

Foto : Presiden Ukraina meminta tolong kepada pemimpin Amerika Serikat mengirimkan bala bantuan pesawat tempur A-10 Thunderbolt untuk menghancurkan lebih banyak Tank Rusia.

Presiden Ukraina, Volodymyr zelensky mengatakan : 

Hari ini, sekitar 20 persen wilayah kami telah berada di bawah kendali penjajah. Sahutnya. 

Jika 20% dianalogikan. 

Maka dalam waktu 100 hari berperang. Luas wilayah yang berhasil dicaplok dan dikuasai oleh Rusia sama seperti ukuran pulau Jawa. 

Seperti pembahasan diatas. Dalam menghadapi serangan balik Ukraina dan kawan kawannya (Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris (UK), Kanada, dan anggota NATO lainnya). 

Pihak dari tentara Rusia kini memperbaharui taktik perang dengan lebih banyak mengandalkan serangan artileri jarak jauh hingga berjarak tembak 40 km yang dikombinasikan dengan drone intelijen pengintai dan iring iringan rantai pasokan logistik yang diperkuat dengan menjauhi diri dari daya jangkau tembakan rudal Javelin.  

Sedangkan penggunaan tank dititikberatkan secara hati hati melalui pengawalan ketat rombongan tentara infanteri disekitarnya demi memastikan keamanan.

Tak seperti awalnya. Dimana posisi tank Rusia nampak gegabah berjalan sendirian tanpa iring iringan konvoi pengawalan pengawasan infanteri yang berjalan disekitarnya. 

Akibat kegagabahan ini maka tank Rusia menjadi langganan santapan lezat bagi rudal Javelin. 

Rusia, negara beruang merah belajar banyak dari kegagalan awal untuk merebut lebih banyak kemenangan di wilayah yang lain. 

Sehingga pemerintah Rusia merombak strategi dengan kini condong mengandalkan artileri, truck peluncur roket, drone intelijen, menempatkan sistem pertahanan jarak dekat pantshir untuk menjatuhkan serangan drone musuh yang mencoba menyergap, terutama dari varian Bayraktar, dan memperbanyak barisan infanteri pejalan kaki yang melangkah ke depan, samping, belakang, kanan dan kiri.

6.600.000 juta warga Ukraina telah mengungsi ke negara lain.

Selama 100 hari perang. 

Total sebanyak 6.600.000 juta warga Ukraina telah mengungsi ke negara lain. 

Negara tujuan pengungsi meliputi Uni Eropa, Amerika Serikat, United Kingdom UK (Inggris), Jepang, Australia dan Kanada. 

Jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah banyak dapat melampaui hingga 12.000.000 juta orang untuk beberapa bulan ke depan. 

Pemerintahan Kanada bahkan berencana siap menampung puluhan juta pengungsi sebanyak banyaknya dari warga sipil orang orang Ukraina untuk menetap tinggal secara permanen di Kanada. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU