Skip to main content

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x

Kenapa umat manusia tidak dapat menciptakan ASI ( artificial super intelligence ) cukup berhenti di level AGI saja ( 2026 )


Umat manusia terobsesi menciptakan lompatan teknologi generasi berikutnya : 

Artificial Super Intelligence (ASI). 

Jika AI seperti ChatGPT ( OpenAI ), Gemini ( Alphabet.inc ), Deepseek, Qwen ( Alibaba ), dll. Itu condong mirip seperti asisten virtual yang bisa membantu menulis artikel, menjawab pertanyaan, menggambar lukisan, membuat video, membuat hari produktif, bikin musik, presentasi, dll. 

Alat AI generatif telah membantu banyak pekerjaan.

Selanjutnya bergerak ke AI Agentic. Lalu menuju ke level AGI atau disebut juga Artificial General Intelligence. Yaitu kecerdasan buatan dengan kemampuan bernalar & berpikir kognitif ditingkatkan layaknya ilmuwan Albert Einsten, Al biruni, Isaac Newton, Archimedes, dll.

Pada tahun 2026. AGI belum ada dan belum tercipta. 

Afrid Fransisco percaya bahwa AGI segera tercipta. Entah itu tahun 2027, 2028 atau 2030.    

Pada saat ketika perusahaan pembuat AGI mengumumkan kehadiran AGI ke publik internasional. Berita dan sosial media bakal heboh. Lalu 2 - 3 bulan kemudian, orang orang bakalan lupa, kehebohan hilang dan hidup manusia akan bekerja berdampingan bersama AGI menjalankan rutinitas kehidupan sehari hari.

AGI akan membantu manusia menyelesaikan permasalahan di bidang kesehatan, pendidikan, manufaktur, otomotif, militer, dll. 

Nah, seperti pembahasan artikel saya sebelumnya. Hingga kini, Afrid Fransisco tidak percaya bahwa ASI dapat tercipta. Perusahaan yang mencoba membuat ASI bakal melakukan usaha percuma, membuang buang banyak uang untuk R&D dan pekerjaaan menjadi sia sia, karena ASI hanyalah fatamorgana. 

Berikut alasan kenapa ASI tidak dapat tercipta : 

1]. Air, listrik dan suara. 

Saya bukan bermaksud pesimis.

AI level rendah seperti ChatGPT dan Gemini saja sudah haus dan menguras banyak listrik & air. 

Di Amerika Serikat, laporan orang orang yang tinggal di dekat pusat datacenter. Merasakan risih karena air di rumah seringkali kekeringan akibat air dialihkan untuk mendinginkan server datacenter. 

Selain itu, gedung datacenter menghasilkan suara mesin server yang bising & berisik. Berbunyi : Ngeeeeeeeenggeeengeeeeeee. 

Banyak penduduk terganggu tidak dapat tidur nyenyak di malam hari. 

Mengatasi hal ini, biasanya, pihak datacenter mengosongkan wilayah hingga sejauh 750 meter harus kosong dari rumah penduduk. Akibatnya lahan berhektar hektar banyak terpakai untuk infrastruktur datacenter. 

Bahkan suara bising server datacenter masih bisa terdengar hingga radius jarak 1 km.

Elon musk punya ide. Membangun datacenter di luar angkasa, karena beliau yakin bisa pasang panel solar photovoltaic di luar angkasa guna memanen listrik dari matahari. Tapi menurut saya, ide tersebut keliru, karena ada banyak biaya tambahan lainnya. Jadi menurut saya, lebih murah, bikin infrastruktur datacenter di daratan bumi. 

Nah, jika AI generatif dan AI agentic saja sudah bikin kewalahan menguras sumber daya energi listrik. 

Bahkan diperlukan nuklir untuk menambah pasokan listrik ke datacenter.

Maka AGI yang sudah pasti akan membutuhkan kombinasi super komputer dan komputer quantum. Itu artinya konsumsi listrik dan air menjadi double. Sedangkan ASI bakal membutuhkan berkali kali lipat listrik & air untuk kebutuhan komputasi ( AI inference ) dan ( AI Workflow ).

Bandingkan dengan otak manusia cuma pakai 20 watt. 

Sedangkan jika ingin menciptakan ASI. Memerlukan triliunan watt listrik. Hambatan insurmountable itu tidak dapat diatasi sampai kapanpun karena justru tidak sebanding dan tidak efesien akibat terlalu boros penggunaan listrik. 

Batas ASI akan dibatasi oleh hukum fisika. 

ASI memerlukan listrik dalam jumlah besar & boros. Sedangkan otak manusia walaupun cuma 20 watt. Kadang kadang umat manusia bisa menghasilkan ilmuwan baru. Layaknya Albert Einsten, Al biruni, Isaac Newton, Archimedes, dll. 

Disisi lain, kadang kadang, umat manusia otaknya cuma 1 watt sih, karena kurang gizi ( malnutrisi ) dan malas belajar akibat hobi scroll Tiktok, Youtube & media sosial melulu. 

Oh ya, listrik sesungguhnya melimpah di alam semesta dan gratis. Tapi faktanya listrik PLN itu tidak gratis karena dibutuhkan karyawan PLN untuk memanen, bekerja dan membangun infrastrukturnya perlu duit, darah dan nyawa. Karena seringkali petugas PLN yang bekerja harus bertarung nyawa agar tidak jatuh dari tiang listrik. 

2]. Paradoks 99% dan 1%. 

Anggaplah AGI bisa menjawab 99% pertanyaan umat manusia. 

Tapi pertanyaan 1% belum bisa terjawab. 

Seperti :

1]. Pertanyaan tentang materi gelap ( dark matter )

2]. Pertanyaan tentang obat penyembuh penyakit diabetes. 

3]. Pertanyaan tentang obat penyembuh penyakit hipertensi akut. 

4]. Pertanyaan lainnya.

Jika pertanyaan 99% sudah bisa terjawab dan sudah menguras banyak listrik & air. Lalu buat apa harus menjawab pertanyaan yang tinggal tersisa 1%.  Oleh sebab itu, inilah alasan mengapa ASI tidak dapat tercipta. 

Sesungguhnya masih ada poin lain. Seperti keterbatasan bigdata yang berkualitas di internet, masalah penyelarasan ( the alignment problem ), masalah prediksi data baru yang dihasilkan oleh AI dan masalah polemik kesadaran ASI. 

Tapi cukup 2 poin ini saja sudah mewakili semuanya. 

Tanpa perlu membahas poin lainnya secara teknis. 

Ini ibarat internet 6G. Jika 5G saja sudah bisa menghandle kebutuhan sipil dan militer. Lalu buat apa 6G.

Afrid Fransisco percaya bahwa ASI tidak dapat tercipta. Pertanyaan sulit tetap menjadi misteri yang tidak terjawabkan. 

Umat manusia cukup sampai di level AGI artificial general intelligence saja. Tidak bisa lebih ke level ASI karena itu tidak memungkinkan. Perusahaan yang mencoba menciptakan ASI akan berakhir gagal.

ASI hanya fatamorgana dan kesemuaan yang tidak pernah menjadi kenyataan sampai kapanpun juga. Manusia akan berhenti di level AGI. Karena alam, bisnis dan ekonomi tidak mengizinkannya.

Lalu umat manusia akan terbiasa dan hidup berdampingan dengan AGI. Namun, untuk melompat ke level ASI. Itu mimpi semu belaka. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.