Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pentingnya stabilitas keamanan dan kedaulatan Uni Eropa di bawah perlindungan kekuatan militer Amerika Serikat dan mengapa US ARMY terus melipatgandakan penempatan lebih banyak tentara infanteri di kawasan Uni Eropa dari sudut kacamata peperangan Ukraina ( 2022 )

Dominasi Amerika Serikat di abad ini terus mendapatkan perlawanan dan tantangan sengit dari sisa pemenang rival terberatnya sejak era Uni Soviet.

NB : (Uni Soviet sekarang bernama Rusia). 

Sejak lama, Amerika Serikat terus menerus melakukan boikot, embargo dan menerapkan sanksi yang pedas kepada musuh Rusia. 

Namun, selama berdekade dekade sejak AS dan Uni Soviet melumpuhkan NAZI di tahun 1945. 

Kebijakan penerapan AS yang keras tak membuahkan hasil yang berarti untuk melumpuhkan ekonomi, militer dan politik Rusia agar tunduk kepada AS. Keadaan malah berbanding terbalik, dimana nilai mata uang Rubel terus mendapatkan aspresiasi. 

Rusia, negara beruang merah. Memang bukan seperti negara lainnya yang mudah didikte atau dimana sistem politik pemerintahannya dapat digulingkan melalui serangan miiter AS. 

Rusia adalah negara yang berbeda. Karena Rusia dan Amerika Serikat. Sama sama pemenang perang dunia ke II. 

Untuk saat ini, kedua negara memiliki stock jumlah hulu ledak nuklir terbanyak di dunia. Sehingga kita semua tentu tak mau mengharapkan kedua negara adidaya ini berperang secara face to face. Karena jika hal ini terjadi, maka bumi dipenuhi oleh radiasi beracun pemicu penyakit kanker dimana mana.

Pentingnya stabilitas keamanan dan kedaulatan Uni Eropa di bawah perlindungan kekuatan militer Amerika Serikat dan mengapa US ARMY terus melipatgandakan penempatan lebih banyak tentara infanteri di kawasan Uni Eropa dari sudut kacamata peperangan Ukraina ( 2022 )

Perang terjadi antara Rusia VS Ukraina di tahun 2022. Mengindikasikan bahwa supremasi Amerika Serikat sedang di tantang berat oleh Rusia. 

Perang Ukraina memiliki korelasi serius untuk keamanan negeri Amerika Serikat. 

Walaupun Ukraina bukanlah anggota NATO. Secara insting liarnya, Amerika Serikat pasti, memang pasti dan tak terbantahkan berupaya membantu Ukraina semaksimal mungkin dalam berbagai macam cara. Entah itu mentransfer uang dalam jumlah besar, mengirimkan senjata, obat obatan, alat alustista berat bahkan hingga mengirimkan tentara AS non-resmi untuk membunuh tentara Rusia di medan perang Ukraina. 

Youtube : Tentara AS non-resmi dikirim dari Amerika Serikat untuk menggempur Rusia di medan perang laga Ukraina. Terlihat beberapa tentara AS non-resmi mengenakan seragam berbendara Ukraina sambil menggotong rudal Javelin sang pembunuh Tank Rusia. 

Sebanyak 100.000 ribu tentara US ARMY berada di markas Uni Eropa 

Perang Ukraina memberikan gambaran bahwa jikapun seluruh kawasan Eropa di gabung. 

Itu takkan sanggup untuk mampu mengalahkan kekuatan beruang merah Rusia. 

Karena Uni Eropa tak dapat melindungi dirinya sendiri dari ancaman militer Rusia 

Tanpa bantuan payung udara & perlindungan keamanan dari tentara Amerika Serikat selama ini. Maka seluruh Eropa dan Uni Eropa bakalan kolaps (runtuh dicaplok seluruhnya oleh Rusia). 

Untuk mempertahankan sekutu AS di Eropa & Uni Eropa.

Amerika Serikat telah menempatkan sebanyak 100.000 tentara US ARMY yang berpangkalan dan bercokol di Jerman, Ferancis, Italia, Spanyol, Rumania, dan kawasan Eropa lainnya guna mendukung pertahanan nasional.

Aset militer alustista Amerika Serikat di Uni Eropa mencakup terdiri dari tank Abrams M1, tank stryker, mobil tempur lapis baja Humvee, mobil MRAP, artileri, pesawat tempur F-35 Lightining, helikopter Apache, helikopter Osprey, dan masih banyak lagi. 

Seluruh alustista Amerika Serikat yang bermarkas di negara negara Eropa bertujuan utama guna menghalangi Rusia melakukan pencaplokan lebih luas. 

Dalam aksi militernya. Rusia menghancurkan infrastruktur militer Ukraina, merobohkan jembatan, meremukkan bandara, mengubah gedung bertingkat tinggi menjadi kacau berantakan, meledakkan instalansi pembangkit tenaga listrik sehingga lampu, gas menjadi padam, dll.  

Negara nordik. Seperti Swedia dan Finlandia baru baru ini telah menyatakan keprihatinan mendalam tentang keamanan mereka kepada Amerika Serikat selama invasi perang antara Ukraina VS Rusia.

Sehingga negara produsen manufaktur perusahaan SAAB dan bangsa Finlandia terus berusaha keras mengajukan aplikasi pendaftaran untuk menjadi anggota NATO agar dapat berada di bawah pimpinan dukungan militer Amerika Serikat.    

Youtube : Tentara US ARMY Amerika Serikat patroli rutin di Uni Eropa

Apabila Uni Eropa runtuh, maka keamanan, ekonomi dan kedaulatan Amerika Serikat terganggu. 

Stabilitas keamanan dan kedaulatan di kawasan Eropa dan Uni Eropa penting bagi AS. Oleh sebab itu, Amerika Serikat harus mempertahankannya sekuat mungkin dengan meningkatkan level pada tugas pusat komando. 

Tim Eucom mengatakan : 

Dalam menghadapi agresi Rusia. Amerika Serikat mengerahkan pasukan tambahan dan sekarang memiliki sekitar 100.000 tentara di layanan Eropa. Sahutnya. 

Foto : Militer Amerika Serikat

Tentara AS dikirim untuk menyakinkan kemananan kepada negara negara sekutu di Eropa.

Pada catatan sejarah. Amerika Serikat pernah mengirimkan sebanyak 450.000 tentara ke Eropa. Namun sejak runtuhnya Uni Soviet berganti nama ke Rusia. Tentara AS berangsur angsur berkurang menyusut menjadi 100.000 ribu akibat fluktuasi mata uang dolar yang tergerus dalam menghadapi perang dagang ekonomi melawan China.

China merupakan salah satu aktor musuh yang menyulitkan Amerika Serikat dari segi perekonomian. Menyebabkan Rusia sulit terembargo. 

Youtube : Keberadaan militer Amerika Serikat di Eropa dan Uni Eropa

Youtube : Keberadaan militer Amerika Serikat di Eropa dan Uni Eropa

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU