Langsung ke konten utama

Perusahaan Zionis Israel ICL merayakan 100 tahun sejarah inovasi ekstraksi mineral dunia untuk pertanian, pertambangan, teknologi, industri, kimia, logam dan pupuk ( 2022 )

100 tahun yang lalu, sebelum berdirinya negara Israel. ICL group telah hadir sejak 1921. Dulu bernama perusahaan Dead Sea Works, kemudian ganti nama menjadi perusahaan Israel chemicals. Untuk memudahkan penyebutan nama, berganti menjadi singkatan perusahaan ICL. 

Pada awalnya, perusahaan terletak jauh di tempat terpencil yang tak banyak diperhatikan orang orang karena tempat itu begitu panas, gersang dan tandus. Itu terletak di padang pasir Negev, Laut mati yang airnya dipenuhi oleh garam. Kalau orang berenang disana, sulit tenggelam selalu terapung di air. 

Tahun 1921, pengusaha entrepreneur Yahudi Zionis bernama Moshe, berserta rombongan kelompok Yahudi lainnya tiba ke sana atas pemikiran Theodor Herzl untuk membuat basis industri masa depan Israel.

Tak banyak orang paham tentang dampak nyata dari lokasi sekitar laut mati ( dead sea ). 

Orang orang hanya mengetahui tempat itu sekedar sebagai lokasi wisata pemandian saja. 

Tetapi Moshe dan rombongan teman teman Yahudinya telah mengetahui peluang bisnis luar biasa untuk masa depan Israel. 

Walaupun perang berkecamuk di mana mana saat dan sebelum pendirian Israel tahun 1948. 

Kegigihan dan keberanian Moshe tetap kukuh membangun perusahaan Dead Sea Works dengan segala macam infrastrukturnya. Kebetulan, karena wilayahnya agak jauh dari perang, maka sedikit terbantu dan terlindungi. 

Kehadiran tentara Israel Defense Force (IDF) bersamaan dengan pendirian negara Yahudi sebagai pilar dan perisai keamanan membuat fondasi Dead Sea Works semakin kokoh dan aman tanpa harus mengalami gejolak peperangan seperti dahulu sehingga memuluskan ekspor produk ke berbagai negara. 

Inti dari bisnis perusahaan ICL bergerak di bidang ekstraksi mineral dari seluruh jaringan lokasi A ke Z untuk pertanian, pertambangan, teknologi, industri, logam, kimia dan pupuk. Dimana mayoritas sekitar 90% hasil bertujuan ekspor ke luar negeri. 

Pada tahun 1990. Perusahaan untuk pertama kalinya terdaftar di bursa saham TASE ( Tel Aviv Stock Exchange ). Hadir pula di bursa saham Amerika Serikat, Nasdaq dengan kode ICL dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak investor yang tertarik berinvestasi di saham ICL.

ICL merupakan sebuah perusahaan decacorn asal Israel yang memberikan kemudahan bagi umat manusia. Walaupun ini berbentuk sebagai perusahaan swasta yang didirikan oleh founder almarhum Moshe, namun hingga detik artikel ini ditulis. 52% saham ICL masih dan telah dipegang, dicaplok dan dikuasai oleh pemerintah Zionis Israel. 

Pada tahun 2022. Perusahaan ICL memperkerjakan sebanyak 13.200 ribu orang yang tersebar ke 48 pabrik di negara seperti Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Brazil, China dan United Kingdom ( Inggris ).

Hasil kerjasama dengan negara mitra asing membantu membuka peluang peningkatan pajak ke pemerintah lokal setempat tanpa harus pejabat disana pusing pusing memikirkan banyak hal yang merepotkan, cukup gunakan apa yang sudah dipikirkan oleh ICL.

Kerjasama juga meningkatkan GDP lokal di negara mitra, membuka lowongan pekerja tambang dari daerah lokal setempat dan keuntungan lainnya dibagi berdasarkan ketentuan yang telah disepakati dalam tanda tangan perjanjian yang sah dengan meterei kuasa hukum lokal negara mitra setempat. 

Tiga pilar utama ICL menghasilkan keuntungan uang kepada mitra negara asing secara berkelanjutan dari hasil penelitian R&D selama 100 tahun.

Kecerdasan inovasi teknologi yang dapat membantu efesiensi bisnis tanpa harus mengandalkan karyawan padat karya dalam jumlah besar namun fokus terutama kepada bantuan alat alat mesin tambang canggih sebagai daya dongkrak pemercepatan dan efektivitas. Sehingga dengan jumlah karyawan yang sedikit saja hasilnya dapat setara karyawan dalam jumlah raksasa. ICL turut pula memperhatikan dampak lingkungan dari setiap aktivitas pertambangan di lokasi miliknya agar tetap bersih dan sehat sesuai amdal ( analisis dampak lingkungan ).

ICL 

Hasil dari produksi produk pertambangan perusahaan ICL ada di mana mana, ada di sekitar anda, ada di sekitar kita tanpa diketahui telah memegang peranan penting untuk banyak kehidupan manusia. 

ICL ada di kipas angin, ICL ada di selimut anda, ICL ada di smartphone anda, ICL ada di odol, kosmetik, deodorant, makanan, roti, keju, susu kedelai kemasan, hamburger, cat dinding, layar televisi, makanan anjing, suplement kesehatan, pagar, baja ban dan dinding mobil.  

Tim ICL mengatakan: 

ICL telah mengubah dirinya dari perusahaan yang terutama berfokus pada ekstrasi sumber daya alam dengan fokus pada efisiensi ekonomi menjadi perusahaan yang mengekstraksi mineral dan menggunakannya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan. Sahutnya. 

Demi menerapkan dan mengoptimalkan strategi untuk meningkatkan keuntungan dan kualitas produk. 

100 tahun berikutnya. perusahaan ICL fokus ke bidang dengan membuka revolusi teknologi dalam mengimplementasikan perkembangan digital ke tahapan generasi yang lebih canggih dengan menggunakan cloud yang terkomputerisasi hingga ke setiap jengkal dari tiap masing masing lapangan pertambangan ke seluruh cabang pabrik ICL yang tersebar di penjuru dunia.  

Penggunaan secara lebih masif kepada infrastruktur mesin to mesin, alat alat, robotika, drone autonomous dan internet untuk merampingkan tenaga kerja dalam prioritas demi menunjang kelancaran profit bisnis dengan lancar. ICL bekerja sama erat dengan sektor perusahaan teknologi tinggi Israel dan perusahaan asing lainnya dalam memberdayakan hal itu untuk menawarkan peluang terbesar bagi abad 21.  

Nama perusahaan : ICL 

Kantor pusat : Israel

Pendapatan kotor tahun 2021 : $ 9 miliar dolar atau sekitar Rp 130 triliun rupiah. 

Pendapatan bersih tahun 2021 : $ 2,8 miliar dolar atau sekitar Rp 40 triliun rupiah. ( setara Rp 40.000 miliar per tahun ). 

Jumlah utang per tahun 2022 : $ 2,2 miliar dolar atau sekitar Rp 31 triliun rupiah ( setara Rp 31.000 miliar rupiah ). 

Total jumlah aset dan isi keseluruhan dompet keuangan perusahaan ICL per tahun 2022 : $ 11 miliar dolar atau sekitar Rp 159 triliun rupiah. 

Jumlah karyawan : 13.200 ribu orang

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.