Langsung ke konten utama

Pemerintah Amerika Serikat beli rudal Javelin senilai $ 7,2 miliar dolar atau Rp 108 triliun rupiah dari perusahaan Lockheed Martin dan Raytheon Technology untuk menambah stock di gudang arsenal dan dikirim sebagai bantuan ke Ukraina dan Taiwan ( 2023 )

Seiring perang berantakan yang terjadi antara Rusia VS Ukraina. 

Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh presiden paman koboi Joe biden telah mengirimkan banyak bantuan persenjataan ke Ukraina secara gratis, cuma cuma, $ 0 + free ongkir. 

Nah, salah satu bentuk bantuan senjata itu berupa rudal Javelin. 

Seiring berjalannya waktu. 

Stock rudal Javelin di gudang markas besar AS berangsur angsur menipis.

Guna mengantisipasi menipisnya pasokan stock Javelin. Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2023 telah menandatangani perjanjian dengan 2 perusahaan militer AS selaku produsen Javelin yaitu Lockheed martin dan Raytheon Technology. 

Nilai total pembelian sekitar $ 7,2 miliar dolar atau sekitar Rp 108 triliun rupiah. 

Pejabat angkatan darat AS, berharap agar kedua perusahaan dapat bekerja gercap dengan cepat untuk memproduksi ulang stock Javelin pengiriman diharapkan selesai tahun 2026.

Perusahaan benar benar harus bergerak cepat sebelum pengiriman Javelin yang diminta melewati batas waktu.

Doug bush dari militer AS mengatakan : 

Pemberian kontrak ini menggambarkan situasi urgensi yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk sistem dan pengisian ulang stok amunisi. Sahutnya.  

Pembeliaan rudal Javelin dengan harga perunit Rp 1,1 miliar per rudal ( belum termasuk harga sistem elektronik peluncurnya yang ditaksir total seharga lebih dari Rp 3 miliar perunit ). 

Kontrak tersebut memastikan bahwa militer AS masih memiliki banyak sumber daya yang cukup kuat untuk berpartisipasi dalam operasi militer di seluruh dunia, menjaga keamanan dalam negeri, membantu meningkatkan operasional security secara global, membantu mendukung sekutu yang dilanda perang atau ancaman gempuran dari musuh. 

Seperti tetap mendukung Ukraina mendapatkan pasokan Javelin guna mengusir tentara musuh Rusia dari wilayah Ukraina dan sebagai bantuan kepada Taiwan lebih lanjut demi menghadang aksi aktivitas militer China. 

Melalui senjata rudal Javelin. Pemerintah AS juga tetap berkomitmen untuk kawasan di Timur Tengah, memperkuat pangkalan dari gempuran tentara teroris Islamic State (ISIS), Iran, Korea utara, dan memastikan seluruh dunia tetap berada di bawah kendali yang aman atas dasar dasar prinsip prinsip hukum, militer & politik AS. 

Itu juga digunakan untuk memberikan keyakinan dan jaminan penuh kepada sekutu anggota negara negara NATO bahwa mereka tetap aman dibawah pimpinan perlindungan Amerika Serikat.  


Tentang rudal Javelin :

Javelin adalah rudal pembunuh tank dan kendaraan lapis baja lainnya. 

Diciptakan pertama kali pada tahun 1996 melalui kerjasama antara dua perusahaan yaitu Lockheed Martin dan Raytheon Technology. 

Ciri khas serangan rudal Javelin yaitu terbang ke atas terlebih dahulu lalu menukik dengan cepat menghantam menggunakan daya dorong gravitasi dan rocket motor ke titik vital terlemah pada turret tank. 

Pada tahun 2022. Aksi kinerja memuaskan dari performa Javelin di perang Ukraina telah sukses memukul mundur tentara Rusia dari yang tadinya sang beruang merah berhasil menguasai 40% wilayah mengakibatkan terpukul ke belakang hingga menyisakan 20%. 

Rudal Javelin telah berhasil membuat banyak tank Rusia menjadi arang gosong dan hancur berantakan, sekaligus mengkremasi mayat tentara Rusia di tempat seketika itu juga dengan api yang membara. 

Senggolan rudal Javelin juga berhasil membuat banyak tentara Rusia melompat tinggi dari tank dan lari keluar dengan panik sambil terbakar.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.