Lompat ke konten Lompat ke footer

Bagaimana persiapan serangan darat IDF Israel untuk mengusir tentara partai Hizbullah hingga menjauh 30 km di Lebanon selatan pada perang front kedua ( 2023 )

Foto : Tank Merkava sedang bersiap siap perang darat di perbatasan Lebanon

Keadaan di Timur Tengah sejak 7 Oktober 2023 semakin tegang dengan ditandai peperangan antara Israel VS Hamas. 

Tak sampai disitu, tetangga Israel pada waktu yang bersamaan di wilayah utara yaitu Lebanon melalui proksi Iran ingin membuka perang front kedua. 

Sejak Hamas melancarkan serangan yang disebut operation Al Aqsa Flood. 

Satu hari pada hal yang sama juga dilakukan oleh Hizbullah dengan secara terus menerus melakukan serangan seporadis dan baku tembak dengan menembak rudal anti tank kornet atau meluncurkan drone kamikaze dan menerbangkan ribuan roket yang kemudian dihalau jatuh oleh sistem pertahanan Iron dome. 

Seperti biasa. 

Israel melakukan pembalasan menggunakan artileri dan pesawat tempur F-15, F-16 dan F-35 untuk menargetkan, membom, menghancurkan dan bahkan membunuh salah satu jenderal tertinggi Iran IRGC Sayyed Razi mousavi di Suriah yang juga menjadi aktor otak penasehat perang untuk Hizbullah.  

Pada saat artikel ini ditulis ( 2023 ). 

Keadaan pada wilayah Israel di bagian utara nampak hening, sunyi dan sepi. 

Sebanyak 28 daerah di Israel telah menjadi tanpa penghuni dengan kurang lebih 240.000 ribu orang telah diinstruksikan oleh IDF untuk mengungsi menjauh dari perbatasan Lebanon dan Gaza. 

Disana kini hanya ada aktivitas militer IDF saja dan beberapa warga yang berkepentingan. 

Foto lingkar merah : Benny gantz

Benny gantz dari Israel mengatakan : 

Solusi diplomatik sudah hampir habis, jika komunitas dunia dan pemerintah Lebanon tidak bertindak untuk mencegah serangan terhadap penduduk Israel di wilayah utara dan menjauhkan Hizbullah dari perbatasan. Maka kami idf yang melakukannya. Sahutnya.  

Pernyataan tersebut merupakan tanda isyarat jika Hizbullah masih saja terus menembakkan roket bertubi tubi dan tidak mau menjauh 30 km dari perbatasan Lebanon selatan. 

Maka serangan darat yang sama persis terjadi di Gaza melawan Hamas. 

IDF tak segan segan melakukan hal yang sama pula di Lebanon melawan Hizbullah.

Israel siap mencaplok 30 km wilayah selatan Lebanon hingga ke gunung Hermon. Demi mempertahankan keamanan di wilayah utara Israel dari ancaman terorist yang didukung penuh oleh Iran. 

Bagaimana persiapan serangan darat IDF Israel untuk mengusir tentara partai Hizbullah hingga 30 km di Lebanon selatan. 

Foto : Terorist Hizbullah

Bagi Israel. Tentu saja melawan Hizbulah bukan merupakan sesuatu yang mudah.

Mengingat Hizbullah berkali kali lipat lebih kuat dari Hamas. 

Hal ini terjadi karena Hizbullah memiliki akses penuh tanpa penghalang tembok sehingga terkoneksi ke Iran dan Suriah. 

Akibatnya, Hizbullah mempunyai dana modal keuangan yang besar, persenjataan yang lebih lengkap, fokus strategi yang cermat karena jaringan informasi Iran yang kuat memberikan panduan taktik planning atau blueprint war yang terencana matang diprogram oleh para ahli militer Iran, rantai pasok logistik yang lebih baik dan jumlah populasi tentara Hizbullah yang lebih banyak dikenal sebagai pasukan berani mati hingga titik darah penghabisan.

Dengan kekuatan tersebut. 

Secara jelas menjadi ancaman bagi Israel. 

Bahkan itu memang lebih berbahaya ketimbang Hamas. Karena hizbullah jika hipertensinya naik ke 180 mmHg. Maka kapan saja dapat melakukan operasi berbahaya di utara Israel. 

Bahkan memperkuat kedudukannya lebih tinggi dibandingkan pemerintah Lebanon di wilayah yang Hizbullah operasikan dan kemampuan agresivitas yang lebih besar seperti yang sudah dibahas di atas dengan adanya banyak perlengkapan perang milik Hizbullah untuk menyerang tanpa penghalang sama sekali. Baik itu di darat maupun di laut. 

Bertahun tahun diplomasi politik telah dijalankan oleh Israel untuk meredam dan menurunkan tekanan darah Hizbullah. Tetapi sepertinya tidak pernah dapat berhasil. 

Karena pihak partai politik Hizbullah tidak mau mendengarkan. 

Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka. 

IDF ( Israel Defense Forces ) harus mengambil solusi jalan terakhir yaitu : WAR

Tidak ada pilihan lain. 

Dengan cara memerangi Hizbullah dan memukul mundur partai Hizbullah hingga 30 km dari wilayah lebanon selatan. Serta mencaplok wilayah tersebut secara permanen menjadi milik Israel demi mencapai zona penyangga keamanan. 


Lalu bagaimana dengan persiapan IDF. 

Melihat profil Hizbullah sedemikian rupa. Apakah IDF bakal ciut, cemas dan tawar hati melawan kekuatan yang disokong oleh Iran dan Suriah. 

Dalam 1 hari perang melawan Hamas. Pemerintah Israel harus merogok kocek dan menelan kerugian biaya APBN sebesar kurang lebih $ 200.000.000 atau Rp 3 triliun rupiah per hari guna membiayai operasional perang. 

Jika perang darat antara IDF VS Hizbullah terjadi. Maka biaya anggaran APBN pemerintah Israel dapat membengkak hingga 2x lipat atau sekitar $ 400.000.000 atau Rp 6 triliun rupiah per hari. 

Tapi ini ngga mutual. Budget dapat disesuaikan oleh pemerintah israel jadi $ 100 juta dolar perhari walaupun perang di 2 front. 

Apalagi pertempuran ke 2 musuh Israel itu berbeda.

Perang di Gaza di dominasi oleh urban warfare yaitu perang perkotaan dengan banyak rumah bertingkat 2 dan infrastruktur gedung tinggi mulai dari 3 lantai - 10 lantai. Termasuk ada banyaknya terowongan tikus yang gelap gulita penuh kegelapan yang kedalamannya hingga mencapai 50 meter. Semoga saja Hamas tidak bertemu dengan penghuni Yajuz majuz yang juga konon katanya sembunyi di goa bawah tanah. 

Sedangkan jika perang antara Hizbullah VS IDF Israel terjadi di Lebanon. Maka itu di dominasi oleh peperangan perbukitan dan banyaknya pepohonan.

Tentu saja disini nanti, IDF menggunakan taktik memanfaatkan pohon demi melawan Hizbullah dengan membuat tentara Hizbullah dibikin kerepotan menghadapi tentara Israel yang pasti IDF bersembunyi di balik satu pohon ke pohon yang lain dan sembunyi ke balik pohon yang lain. 

Karena kalau IDF sembunyi di batu bisa ketahuan, soalnya batu bisa bicara. Oleh sebab itu, pada perang Lebanon, nanti IDF memastikan bakalan sembunyi di pohon cabe.   

Tapi saya yakin IDF dengan gagah berani siap berperang melawan Hizbullah. 

Lalu mengusir Hizbullah mundur hingga 30 km hingga ke sungai Litani hingga ke gunung hermon dan mencaplok seluruh wilayahnya menjadi milik IDF.  

Sejak pertama kali lahir di abad modern hingga usia 75 tahun. IDF Israel telah aktif berperang tak terkalahkan selama bertahun tahun di garda terdepan demi melindungi tanah air dan rakyat penduduk sipilnya dari keganasan terorist.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.