Lompat ke konten Lompat ke footer

Pentingnya Israel mengubah kebijakan pendirian industri pabrik kantor cabang di negara lain untuk fokus pindah beralih 100% ke Amerika Serikat ( 2024 )

Foto : Ilustrasi pabrik industri

Sejak peristiwa tragedi serangan terorist Hamas pada bulan Oktober 2023.

Itu perlahan lahan telah membuka mata bagi pemerintah Israel.

Menunjjukkan mana negara yang bermusuhan, mana negara yang bersahabat dan mana negara yang pura pura bersahabat.  

Ironisnya mayoritas negara yang ada di dunia ini telah terbuka kedoknya. 

Mereka terbukti terus menerus mencaci maki ke pemerintah Israel. 

Sebut saja, negara Africa Selatan. Mereka atau orang orang disana telah menyeret Israel ke pengadilan mahkamah internasional ( ICJ ). Israel yang seharusnya jadi korban malah dicap sebagai penjahat oleh Afsel. 

Begitu pula yang terjadi dengan negara Brazil. Pemerintah tertinggi di Brazil yang didukung oleh rakyatnya telah mencap Israel atas kasus pembantaian genosida. 

Hal yang sama terjadi dengan Australia. Melalui partai yang berkuasa, mereka mengutuk keras Israel dan mendesak kemerdekaan rakyat Palestina karena menganggap negara Yahudi tersebut sebagai pencuri, perampok dan perampas tanah Palestina. 

Mayoritas rakyat Uni Eropa ( EU ). Terutama warga negara Irlandia. Kecuali Hungaria. 

Dari rakyat hingga pemerintahannya disana memang selama ini terkenal keras terhadap Israel dan terus menerus mengucapkan ujaran kebencian dan terus menerus berkata kata kasar bahkan diruang rapat parlemen mereka melakukan hal tersebut secara terang terangan. 

Beberapa negara lain bersikap netral seperti India. Termasuk kerajaan Inggris ( United Kingdom ).

Permasalahannya kadang kala kerajaan Inggris kurang tegas menyikapi fenomena di dalam negerinya sendiri, dimana kantor cabang dan industri yang dimiliki oleh pengusaha atau entrepreneur Israel sering menjadi incaran sasaran hasutan demonstrasi dari golongan orang orang muslim UK yang rusuh disana. 

Pintu gerbang pabrik milik Israel yang ada di UK dihancurkan, tembok dirusak, alat manufaktur dibongkar dan atap gedung di naiki. Itu menyebabkan operasional industri menjadi terganggu dan terjadinya banyak kerusakan pada alat pabrik. Menimbulkan kerugian secara signifikan.

Polisi kerajaan UK malah diam cuma menonton, membiarkan perusakan massa leluasa terjadi.   

Foto : Demo boikot Israel

Apakah ini tidak berbahaya. 

Oh jelas, itu tentu berbahaya. 

Selain ujaran kebencian yang berasal dari mulut. Maka itu kelak dapat bertransformasi penuh menjadi penghancuran, kerugian dan perusakan, bahkan pembunuhan. Itu jelas jelas berbahaya. 

Satu satunya negara sejak tahun 1948 - 2024 yang tampaknya tidak ikut dalam aksi anti-Israel adalah Amerika Serikat. Memang di AS masih turut terjadi demonstrasi massal. Tetapi polisi AS tidak tinggal diam. Bahkan pemerintahannya melalui partai Republik dikenal selalu mendukung penuh Israel. 

Amerika Serikat adalah negara pertama di dunia yang memiliki kedutaan besar di Jerusalem, Israel. 

Kenapa ini penting. 

Pertama tama, mengingat Israel turut menjalin hubungan bilateral dan dagang dengan beberapa negara lainnya. Ada sebuah kebijakan dimana kantor cabang atau pabrik perusahaan cabang milik Israel juga beroperasi di luar negeri guna mendukung peningkatan perekonomian lokal di negara tersebut melalui perusahaan Israel dan meningkatkan tenaga kerja lokal disana sekaligus untuk memenuhi standar TKDN ( standar tingkat komponen dalam negeri ). 

Di Inggris, terdapat cabang perusahaan Israel yang memproduksi alat elektronik komunikasi satelit.

Di Uni Eropa, terdapat cabang perusahaan Israel yang memproduksi panel surya photovoltaic, obat obatan farmasi, rudal anti tank dan alat deteksi chipset semikonduktor. 

Di Kanada, terdapat cabang perusahaan Israel yang bergerak di bidang produksi sensor bawah laut.

Di Australia, terdapat cabang perusahaan Israel yang memproduksi teknologi lapis baja anti peluru.

Di Brazil, terdapat cabang perusahaan Israel yang memproduksi komponen turret dan RCWS.

Di India, terdapat cabang perusahaan Israel yang memproduksi pupuk kimia, rudal sistem pertahanan udara dan pesawat tanpa awak drone. 

Hubungan panas politik antara Israel dengan negara lainnya yang kurang bersahabat. 

Itu tidak baik untuk keberlanjutan perusahaan perusahaan Israel yang berada di negara labil.

Jadi, ada baiknya. Mulai saat ini, pemerintah Israel mengubah haluan kebijakan tentang aturan pendirian kantor cabang atau pendirian perusahaan patungan di negara lain untuk di tiadakan atau di hapuskan di hampir 99% lokasi negara lainnya. Termasuk menutup pabrik yang ada di negara netral semacam India, UK Inggris, Taiwan dan Singapura. 

Israel juga tidak boleh mendirikan cabang pabrik di negara China dan Rusia. 

Selain itu, pemerintah Israel perlu melindungi industri lokal dari gempuran pemain industri asing dengan melindungi bank lokal, properti lokal, perusahaan energi lokal, market lokal, pangan lokal, hotel lokal, obat lokal, pupuk lokal, kimia lokal, teknologi lokal, chipset lokal, gandum lokal, dll. Agar asing tidak boleh leluasa masuk ke wilayah Israel. 

Mengubah hubungan relationship perpolitikan menjadi hanya sekedar partner dagang bisnis. Tanpa perlu lagi ikut aturan TKDN yang memaksa, tanpa perlu ikut aturan server, tanpa ToT dan lain lain sebagainya yang terkesan aneh dan merepotkan itu cuma bikin produk menjadi tidak efesien, lebih mahal biayanya dan rawan pencurian akses intelektual blueprint teknologi. 

Israel fokus pada bisnis ekspor sambil meninggalkan acara acaraan politik kepada 99% negara lain. Lalu mengubahnya menjadi sekedar hubungan dagang. Seperti yang sudah terjadi di Yordania, Mesir dan Uni Emirat Arab. Relationship politik hanya samata mata bisnis perdagangan, tidak lebih dari itu. Tidak ada kantor cabang, tidak ada pabrik cabang dan tidak ada cabang perusahaan patungan.   

Apabila negara lain menginginkan produk made by Israel. Maka ada uang ada barang. 

Barang di kirim langsung dari pabrik Israel. 

Sesimpel itu, sederhana sekali bukan. 

Tidak perlu lagi aturan merepotkan tentang TKDN.

Nah, berkaca pada kejadian peristiwa di Inggris. Di mana terjadi perusakan masif pada industri Israel yang ada di Inggris oleh kelakuan onar pendemo. Sudah saatnya mendesak bagi Israel untuk memindahkan kantor cabang dari negara Uni Eropa, Brazil, Kanada, Australia, Inggris, India, Singapura dan 99% negara lainnya. 

Sedangkan untuk mengurangi krisis tenaga kerja lokal di Israel yang berharga murah. Itu bisa impor saja dari negara seperti India untuk bekerja di Israel. Mengingat di India banyak pengangguran terdidik dan non-terdidik. 

Semua kantor cabang milik Israel yang ada diluar negeri, 100% haruslah pindah atau dialihkan ke Amerika Serikat saja atau kembali ke kampung halamannya di Israel. Ini semua murni menyangkut masalah keamanan dan keberlanjutan. 

Karena dipastikan tidak ada keberlanjutan pada negara negara yang tidak bersahabat atau negara yang pura pura bersahabat atau kepada negara netral sekalipun karena memiliki sifat mudah terombang ambing. 

Hubungan Israel dan Amerika Serikat menjadi pilihan utama dan tetap kuat hingga 100 tahun ke depan. Selama partai Republik dan lobi AIPAC masih ada dan berkuasa. 

Jikapun 99% negara internasional yang ada di dunia ini memboikot, membanned dan memblokir Israel. 

Kenapa harus pusing pusing. 

Tidak perlu didengar ocehan negara negara lainnya yang suka menabur kebencian dan membengkakan telinga itu. Dipenuhi ujaran anti semits. Bahkan ada yang walk out. 

Selama Israel masih menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat. 

Dan Amerika Serikat agak laen terus vokal mendukung Israel. 

Maka semuanya di jamin baik baik saja, tanpa ada yang perlu dikwatirkan. 

Mengingat Israel cuma negara kecil seukuran 4x pulau Bali. 

Thanks United States of America.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.