Langsung ke konten utama

Pada akhirnya pemerintah Indonesia kehabisan suntikan dana APBN atau kalang kabut untuk mendanai BPJS kesehatan, Subsidi BBM, dan BPJS ketenagakerjaan ( 2024 )

Saya tidak tahu kapan waktu ini bakalan terjadi. 

Tetapi pada akhirnya, dana suntikan atau subsidi tersebut saya perkirakan menipis atau bahkan habis sehingga perlu disuntik lagi dengan modal uang segar baru yang berasal dari pajak negara atau APBN untuk mengembalikan, menghidupkan dan mempertahankan BPJS kesehatan, subsidi BBM dan BPJS ketenagakerjaan. 

Seperti yang anda ketahui. Saya anti dan menolak terhadap semua bentuk subsidi yang diselenggarakan atas kebijakan pemerintah Indonesia. 

Entah itu subsidi pupuk, subsidi BPJS, subsidi properti ( rumah murah ), dll sebagainya. 

Bahkan saya sudah membenci bentuk subsidi BBM sejak 3 dekade yang lalu yang diselenggarakan atas kemauan dan keinginan dari partai PDIXXX dan lalu dilanjutkan lagi oleh partai DemokrXXX. Katanya para pejabat sih subsidi BBM diperlukan untuk dan agar menangkal inflasi. 

Padahal disisi lain, ada banyak kepentingan terselubung para pejabat kleptokrasi di dalam bentuk kebijakan subsidi tersebut sehingga mati matian pejabat mempertahankan kebijakan subsidi tersebut. He he..., 

Keadaan jaminan sosial dalam bentuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah bentuk dari kecacatan genetik. 

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan seharusnya tidak pernah ada dan tidak boleh didirikan. Tetapi pejabat memaksanya untuk mendirikan dan membangunnya.

Oh ya, BPJS Kesehatan itu sendiri tergolong baru, awalnya terinspirasi dari asuransi obamacare pada saat di era mantan presiden Barrack Obama. Sekarang, Obamacare sudah ganti nama. Tetapi kebijakan ini tetap dilanjutkan oleh presiden Joe Biden. Jadi, pada hakekatnya, BPJS kesehatan meniru atau mengadopsi apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat. 

Menurutku, Obamacare saja cacat. Kok di tiru. 

Ini ibarat orang yang masuk lubang, eh diikuti juga masuk ke lubang. Sehingga kedua duanya masuk ke jurang yang sama yaitu keruntuhan ekonomi. 

Jangan sampai kelak, jika pemerintah Amerika Serikat memberikan insentif atau subsidi untuk tiket masuk ke konser Taylor swift. Eh, pemerintah Indonesia tertarik juga ikut mensubsidi tiket Taylor swift di Monas. Ini ibarat pemerintah sedang mengadakan acara bakar bakar uang APBN di monas untuk merayakan pesta kedatangan Taylor swift di Jakarta. Sambil juga mengundang para mantan reuni aksi 212. Biar acara pembakaran uang APBN makin meriah. Tak lupa, undang juga Elnino Band dan Elnina Band. Agar saat konser terjadi hujan dan panas secara bersamaan sehingga festival tambah meriah.

Ya, pada intinya. 

Suntikan dana APBN untuk mendanai BPJS kesehatan, subsidi BBM dan BPJS kesehatan. Menurutku sama saja bakar bakar duit APBN. Ya, itung itunglah, bakar duit alias burning money apakah dapat memiliki efek dalam solusi menurunkan tingkat inflasi dan suku bunga di Bank....? Ngga tahu deh, tanya aja ke bapak Rocky Gerung. Semoga beliau punya solusinya. 

Ya, pada intinya inti lagi.

Model bentuk asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan yang dikelola oleh pemerintah Indonesia tidak berkelanjutan. Tetapi seperti yang sudah dibahas diatas. Para pejabat tidak mau tahu, yang penting BPJS terus dilanjutkan. Karena ada kepentingan para pejabat kleptokrasi disana.  

Tetapi satu hal yang saya tekankan bahwa kebijakan asuransi dan subsidi BBM ini bakalan terus menggerogoti dana APBN sampai habis.  

BBM udah diimpor miliaran dolar per tahun dari luar negeri. Terutama dari negara negara Arab. Eh malah nambah beban dengan diberi subsidi lagi. Bukankah ini bentuk kecacatan. 

Sekarang, mana nih suara pendukung subsidi BBM. 

Sekarang, mana nih suara pendukung subsidi BPJS Kesehatan. 

Sekarang, mana nih suara pendukung subsidi BPJS Ketenagakerjaan, dll subsidi lainnya. 

Saya mau dengar suara anda. 

Saya mau lihat reaksi orang orang ketika APBN makin menipis terbakar sia sia di udara.

Saran saya, tutup BPJS kesehatan, tutup BPJS ketenagakerajaan dan hentikan kebijakan subsidi BBM dan semua bentuk subsidi lainnya. 

Oh ya, perlu diketahui. Bahwa kinerja BPJS kesehatan setiap tahun sebenarnya tekor. Tetapi agar dapat terus berfungsi maka perlu disuntikkan insentif atau subsidi berupa uang modal dana dari pemerintah yang bersumber dari APBN agar program cacat ini terus berkelanjutan. Sehingga para pejabat dapat terus joget gemoy. 

Sejujurnya, saya berharap ini semua tidak terjadi ke Indonesia karena sebenarnya dapat diperbaiki dengan langkah kecil hanya mengubah kebijakan saja. Tapi politik adalah politik dan bukan urusan saya dan saya tidak juga melarang terhadap kebijakan pensubsidian tersebut. Tapi penting bagiku untuk mengatakannya bahwa asuransi dan subsidi adalah margin error. 

Ngomong ngomong, 

Menurut saya, semua bentuk bisnis asuransi jenis apapun juga yang ada di seluruh dunia adalah kecacatan dan tidak berkelanjutan. Suatu saat semua aktivitas di bidang insurance bakalan kolaps. Cepat atau lambat, satu per satu bakalan berguguran & bangkrut. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.