Lompat ke konten Lompat ke footer

Pemerintah Israel pake AI ke seluruh 21 kementerian dan layanan birokrasi. Sukses menghemat uang APBN dilangkah awal hingga Rp 114 miliar rupiah ( 2024 )



Beberapa tahun yang lalu, bulan Agustus 2023. 

Pemimpin tertinggi #1 Israel, Benjamin netanyahu memberikan instruksi, arahan dan perintah kepada 21 kementerian dan lembaga lainnya untuk segera menerapkan dan mengimplementasikan teknologi AI ke layanan birokrasi masing masing, guna memperkuat struktur transformasi digital.

Rencana kerja kemudian dibentuk oleh pemerintah Israel yang didukung parlemen Knesset guna mendukung dan memajukan semua jenis birokrasi dari berbagai macam kementerian dalam peningkatan layanan kepada 9.300.000 juta rakyat. 

Netanyahu, perdana menteri Israel mengatakan : 

Kita berada di awal era baru umat manusia. Ini adalah era kecerdasan buatan. Segalanya berubah dengan sangat cepat dan Israel harus merumuskan kebijakan nasional mengenai masalah ini. Sahutnya. 

Sudah 8 bulan sejak pemimpin tertinggi Israel berpidato tentang AI. 

Hasil awal implementasi teknologi AI ke birokrasi yang dijalankan oleh 21 kementerian dan lembaga menunjjukkan telah terjadinya penghematan biaya uang APBN hingga sebesar Rp 114 miliar rupiah. Ini hanyalah baru langkah awal, masih ada banyak pekerjaan instalansi AI ke setiap jajaran komputer lainnya.

AI tak hanya mengurangi biaya pekerjaan, tapi juga meningkatkan layanan, mengurangi waktu tunggu antrean di kantor pemerintahan agar tidak panjang mengular dan mempercepat berbagai macam hal, seperti percepatan arsip data di kantor pajak, rumah sakit milik pemerintah Israel, universitas milik pemerintah Israel, museum, dll sebagainya. 

Menurut bapak Benjamin, struktur birokrasi pemerintahan Israel perlu untuk diubah menggunakan AI agar menjadi efektif, tidak boros, tidak kaku, tidak berpikiran terbelakang hanya identik mengurus administrasi.

Motivasi pembaharuan birokrasi harus didorong menggunakan AI sebagai lanskap perbaikan transformasi digital demi memperoleh hasil tepat, cepat dan hemat anggaran APBN. 

Sedangkan birokrasi yang berbelit belit, lama, sering salah, tidak akuntabel, tidak sinkron dan manajemennya buruk justru dapat menghasilkan dampak krusial yang merugikan bagi negara & bangsa.

Menghemat uang Rp 114 miliar hanya langkah awal dari penerapan AI ke birokrasi. 

Tujuan akhir yaitu menghemat atau mengefesienkan dalam jumlah uang APBN yang lebih besar hingga mencapai lebih dari Rp 1 T ( > Rp 1.000 miliar ) per tahun. 

Meninggalkan segala sesuatu administrasi di perkantoran yang berbau 'KERTAS' menjadi serba digital terkomputerisasi di cloud computing dan sekaligus terprogram ke dalam kebijakan struktur AI guna mempercepat akselerasi.  

Di Israel terdapat 21 kementerian. Semua ditugaskan & wajib pake AI. 

Foto : Perdana menteri Israel, pemimpin #1 di Israel. 

Implementasi kecerdasan buatan di pemerintahan Israel diusulkan dalam resolusi 212. Dimana turut mengikutsertakan kementerian inovasi, sains dan teknologi menjalankan mekanisme untuk proses instalansi AI. Termasuk entah itu disektor publik maupun militer. 

Bekerjasama dengan sistem digital nasional, IIS otoritas inovasi Israel dan kementerian keuangan selaku penyusun anggarannya guna transfer uang ke masing masing kementerian dalam pelaksanaan AI dan kementerian hukum selaku pihak di sisi hukum dan etika jika terjadi masalah pertentangan dari sisi jika adanya pelanggaran. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.