Skip to main content

Indeks saham Israel TA-125 naik 51%, kurs mata uang New Shekel naik menguat 1% terhadap dolar Amerika Serikat dan cadangan devisa CADEV Israel ( foreign exchange reserves ) naik menjadi Rp 3.857 triliun sepanjang pada tahun 2025 ( 2026 )

Foto : Pemimpin Tertinggi Israel. Benjamin Netanyahu

Pemimpin tertinggi #1 di Israel, Benjamin Netanyahu melalui liputan siaran pers media yang juga diunggah pada channel Youtube IsraeliPM telah melaporkan pencapaian keberhasilan tentang kenaikan kurs mata uang New shekel sebesar 1%. 

Disaat banyak negara lain kalah dan merana melawan dominasi dolar Amerika Serikat. 

Level mata uang kurs New Shekel milik Israel justru menguat 1% terhadap dolar AS. 

Kekuatan fundamental dan kebijakan tata kelola tepat guna yang diberlakukan oleh pemerintah Israel terus mendukung New Shekel menjadi kuat, tidak hanya pada Dolar tetapi mata uang lain seperti Euro milik Uni Eropa juga tidak berdaya melawan New Shekel. 

Sedangkan tingkat suku bunga di Bank Sentral Israel di tahun 2026 adalah 4,25%.

Indeks saham TA-125 naik 51% sepanjang 2025. 

Secara teori makro ekonomi. Mata uang New Shekel bisa menguat dan indeks saham Israel bisa menguat bukan karena terjadi secara alamiah. 

Tetapi akibat adanya konsistensi kebijakan pemerintah Israel untuk berusaha bekerja keras memperbanyak arus ekspor dan mengurangi arus impor barang atau impor komoditas lainnya masuk dari pihak asing. 

Akibatnya, industri lokal dalam negeri Israel bertumbuh jika impor terus menerus dikurangi. 

Jika Israel terlalu banyak mengimpor, tidak menjaga defisit APBN secara ketat dan terlalu banyak mengutang melalui obligasi melewati nilai ambang batas rasio yang sudah ditetapkan terhadap GDP. Maka ekonomi Israel pastilah runtuh. 

Faktor pendorong yaitu penurunan tajam premi resiko Israel. Sebagaimana diukur oleh CDS ( credit default swap ) pada obligasi pemerintah Israel terus menunjjukkan angka yang membaik atas upaya kerja keras kementerian keuangan Israel, Betzalel Smotrich. 

Kepercayaan terhadap perekonomian Israel menguat di mata global. Sehingga membawa berbondong bondong investor asing dari berbagai dunia memilih berinvestasi masuk dan memborong aneka macam emiten saham di Israel dalam jumlah besar. Akibatnya indeks saham di TASE ikut meningkat. 

Ada 3 indeks utama di Israel. Yaitu : 

1]. TA-35 : Sepanjang 1 tahun pada 2025 telah naik melonjak 51%.

2]. TA-90 : Sepanjang 1 tahun pada 2025 telah naik melonjak 49%.

3]. TA-125 : Sepanjang 1 tahun pada 2025 telah naik melonjak 51%.

Bandingkan dengan indeks saham Amerika Serikat S&P500 naik 16% selama tahun 2025. 

Artinya jika anda berinvestasi di indeks saham TA-35 Israel sebanyak Rp 100.000.000 juta rupiah maka nilai investasi anda sudah naik menjadi Rp 151.000.000 juta rupiah hanya dalam waktu 1 tahun atau jika anda berinvestasi Rp 1.000.000.000 miliar di TA-35 maka uang anda di awal tahun 2026 sudah berubah konversi dengan keuntungan menjadi Rp 1.510.000.000 miliar rupiah.

Bandingkan jika teman teman berinvestasi deposito di Bank untuk jangka waktu 1 tahun dengan kenaikan keuntungan anggaplah 3% per tahun. Maka uang sebesar Rp 100.000.000 cuma naik jadi Rp 103.000.000 juta rupiah. 

Atau jika berinvestasi Rp 1.000.000.000 miliar di deposito Bank. 

Maka uang sebesar Rp 1.000.000.000 miliar cuma naik jadi Rp 1.030.000.000 miliar rupiah. 

Sungguh menyedihkan sih.  

Investasi deposito di Bank memang mirip seperti menunggu siput lagi berjalan. 

Tetapi deposito tetap penting jika seseorang takut dag dig dug jantungan, lebih baik menunggu siput lagi berjalan ketimbang harus mati mendadak kena mental & kena sakit gagal jantung koroner jika berinvestasi di saham gorengan. 

NB : Afrid Fransisco bukan ahli saham dan tidak mengajak seseorang berinvestasi di TASE.

Keputusan seseorang berinvestasi saham di TA-35, TA-90 & TA-125 tanggung jawab sendiri. 

Cadangan devisa CADEV Israel di tahun 2025

Sedangkan cadangan devisa ( foreign exchange reserves ) di Israel telah memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah Israel menembus angka $ 231 miliar dolar atau  setara Rp 3.857 triliun.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.