Kesalahan nasihat dokter kepada Vidi Aldiano dapat menyebabkan meninggal dunia [ pelukmu sementara tapi hatiku selamanya ] ( 2026 )
Siapa yang tidak mengenal sosok Vidi Aldiano.
Vidi Aldiano adalah seorang penyanyi Indonesia sekaligus penulis lagu.
Suara bergelombangnya yang merdu dan keren memiliki daya tarik tersendiri yang begitu menggunggah hati saya dengan ciri khas personalnya tersendiri. Teknik vokal dengan vibrato yang halus hampir sulit ditiru atau ditandingi oleh penyanyi lain.
Mengingat kembali sejarah perjalanan kariernya. Saya ingat di layar TV, ketika pertama kali menonton mementum penampilan perdana Vidi Aldiano lewat lagu 'Nuansa Bening".
Itu bagus banget. Afrid suka Vidi.
Banyak pecinta musik seantero Indonesia juga terpesona oleh kualitas suara mas Vidi dan penampilannya yang memukau. Vidi Aldiano menunjjukkan dirinya sebagai seniman berbakat, menciptakan lagu lagu indah, menyanyikan lagu dan selama bertahun tahun dirinya masih dikagumi oleh banyak orang hingga tahun 2026.
Vidi Aldiano menderita sakit kanker
Senyuman dan tawanya dan di balik gemerlap keindahan panggung belantika musik di Indonesia.
Seolah olah dirinya ingin berusaha menutup nutupi dengan canda tawa dan senyum.
Ternyata di dalam tubuh Vidi menyimpan perjuangan yang berat dan melelahkan.
Pada Desember 2019, Vidi Aldiano didiagnosis oleh dokter menderita kanker ginjal. Kelainan ini ditemukan saat pemeriksaan kesehatan dan harus menjalani operasi di rumah sakit di Singapura.
Operasi pengangkatan kanker ginjal dinyatakan berhasil dan Vidi sempat dinyatakan sembuh.
Tapi sel kanker tumbuh lagi, menyebar dan menganas.
Memaksa dirinya untuk kembali berjuang keras dan diwajibkan rutin menjalani perawatan kemoterapi yang melelahkan.
Saran dokter kepada Vidi untuk mengurangi konsumsi gula.
Menurut pendapat saya dan ini cuma saya tekankan aja sebagai opini pribadi yang bisa salah ya.
Sebagai catatan tambahan : Saya bukan ahli medis profesional.
Salah satu saran yang diberikan oleh dokter kepada Vidi adalah kewajiban dirinya untuk mengurangi konsumsi gula secara drastis. Nasihat ini saya ketahui memang terdengar standar dan familiar di banyak kasus di rumah sakit.
Namun diketahui, Vidi Aldiano sama sekali tidak menderita penyakit Diabetes.
Hal ini bisa menjadi pedang bermata dua yang berbahaya.
Mengurangi gula pada penderita kanker, menurut opini saya pribadi, tidak memiliki korelasi dan tidak memiliki hubungan mengingat mas Vidi tidak memiliki riwayat penyakit gula sama sekali. Padahal tubuh manusia, apalagi yang sedang berjuang melawan kanker dan efek samping kemoterapi, membutuhkan energi yang besar untuk pemulihan sel.
Gula adalah salah satu sumber energi paling cepat yang dapat diserap oleh tubuh.
Justru, tanpa masukan zat gizi gula yang cukup dapat makin kian memperparah keadaan penyakit kankernya.
Tubuh yang kekurangan asupan energi dipastikan terus menerus melemah. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut larut, tubuh Vidi bisa mencapai titik yang semakin lemah, kehilangan massa otot, dan berpotensi fatal merenggut nyawa akibat kekurangan gula (hipoglikemia akut) dan malnutrisi energi memicu kematian dengan memperparah daya serangan sel penyakit kanker kian ganas ke tingkat lanjut.
Aku harap, Vidi semoga baik baik saja. Afrid suka Vidi.
