Langsung ke konten utama

Teknologi Air Israel Bisa Sulap Lahan Tandus Jadi Beras (2016)

Selama Beberapa Dekade. Petani dari Berbagai Negara menganggap Tempat Paling Cocok untuk Menanam Tanaman yaitu di Lokasi Tanah Subur, di Dekat Sungai, atau di Lokasi Geografis yg Mendukung Pertumbuhan Tanaman.

Contohnya Seperti di Dekat Pegununung ‘Abu Vulkanik’ diyakini bisa menyuburkan Tanaman. Atau, Untuk menanam Tanaman Padi di Yakini Lokasi yg Cocok adalah di dekat Persawahan yang Tergenang Banyak air.


Foto : Sawah Tradisional

Masalah Lokasi jauh + air semakin sulit
Di Berbagai Negara yg Mengkomsumsi Beras sebagai Bahan Pokok utama Makanan.

Memiliki Masalah Pertanian untuk menghasilkan Beras dari Padi Tersebut. Biasanya ya, Petani menanamnya di Lokasi yg Sangat Jauh dari Permukiman Kota. Karena Petani mesti memilih Lokasi yg Tepat, Tanah Subur, dan Banyak Sumber Air .

Foto : Sawah Tradisional

Artinya, Jika Semakin Jauh Lokasi Petani dari Kota maka bisa menyebabkan Harga Beras Semakin Mahal Membengkak karena Biaya Transportasi Bertambah.

Di Perparah Lagi Apabila Memasuki Musim Kondisi Kemarau dengan Kekeringan. Padi, Biasanya Membutuhkan Sumber Daya Air yg Besar. Sayangnya, Di Berbagai Belahan Kota di Dunia ini. ngga Semua Mendukung Lokasi untuk Menanam Padi.

Akhirnya….?

Pemerintah menjadi Pusing Karena Harga Beras Terlalu Mahal ngga Terkendali. Petani Pusing karena Berasnya ngga di Beli atau di Hargai dengan Biaya Murah. Padahal Modal untuk Menanam Padi saat ini membutuhkan Biaya Mahal karena Mesti Membor Air dengan Mesin Lebih Jauh ke Dalam Tanah Sehingga Kerugian menjadi Masalah utama Bagi Para Petani.

Sedangkan, Penduduk kota yg membeli Beras merasa Harga Beras Terlalu Sangat Mahal. Hanya orang Kaya yg sanggup membeli dalam jumlah besar.

Ujung-Ujungnya. Sebagian Masyarakat Terjadilah “Kekurangan Gizi Karena Kelaparan”.  


Memang, Faktor Penyebab Mahalnya Harga Besar Sangat Kompleks. Contohnya Seperti Faktor Ekonomi Global, Kondisi Iklim Kemarau, Nilai Tukar Mata Uang, Harga Energi, Produksi & Konsumsi Global, Faktor Distribusi, Transportasi, Sistem Logistik, Rantai Pasok, Asimetri Informasi, Ekspektasi, Disparitas Harga, Struktur Organisasi Pasar, Perilaku Pasar, Subsidi Pupuk,  Irigasi, Upah Buruh Pertanian, dll. Termasuk Ketersediaan Kelangkaan AIR juga sangat memicu Perubahan harga Beras menjadi Mahal.


Foto : Pemulung ini merintih pedih Kelaparan akibat beras yg ngga sanggup ia beli karena Kemahalan


Jika Kelaparan meningkat. Maka Kebodohan meningkat akibat Kekurangan Gizi dari Beras yg Menyebabkan orang Sulit Berpikir dan Sulit Kosentrasi. Apabila Kebodohan meningkat maka Kemiskinan juga ikut meningkat. Jika Kemiskinan meningkat, Maka Terjadilah Pengangguran Bertambah Tinggi Akibat ngga Seimbangnya Daya Beli Masyrakat.

Kelaparan, Kebodohan, Kemiskinan, Pengangguran. Apabila naik Tiap 1%. Maka Menyebabkan 40.000 Orang Meninggal Dunia Karena Penyakit yang ia derita akibat Kurang Gizi.

Teknologi air Israel bisa selamatkan dunia
Foto : Israel membantu masalah air di California, Amerika Serikat

Saat ini Dunia memasuki Masa-Masa Suram Perubahan Iklim akibat Pemanasan Global Warming. Di Beberapa Wilayah. Air Bersih Semakin Langka dan Sulit untuk kita Akses. Apalagi ya disaat Musim Kemarau. Kelangkaan Air Bertambah Parah banget. Jika Air mengalami Kekeringan. Di Pastikan Harga Beras juga Ikut Naik.

Bagaimana cara memecahkan masalah rumit ini dan Bagaimana cara Menanam Padi disaat Krisis Air Akibat Kemarau Berkepanjangan. Apakah mungkin menanam Padi di Lahan yg Tandus atau Kering ?

Selama Lebih dari 5.000 Tahun. Banyak Petani di seluruh dunia menanam Padi di Lokasi Tanah Liat Subur dengan Menggunakan Irigasi Banjir atau membangun Infrastruktur Bendungan Air Raksasa.

Israel ingin merubah dan merevolusi Mental ini. Jika menanam Padi juga Bisa kita Tanam di Tempat Kering, Tandus, Ngga Subur, dan Juga Bisa di Tanam di Pinggiran Kota Tanpa Perlu Petani jauh-jauh menanamnya di Pelosok Desa.   

Caranya dengan menggunakan Sistem Teknologi Air Buatan ISRAEL. Yang Mampu Mendaur Ulang Air Dengan Efektif, Murah dan Efesien. Juga dengan Menggunakan Teknologi Sistem Tetes dari Perusahaan Teknologi Air NETAFIRM asal Israel yang Telah membantu Amerika Serikat, Spanyol, Turki, India, Vietnam, Thailand, Africa, Autsralia, dll dalam memecahkan masalah menanam Padi di saat musim Kering / Kemarau.

Youtube : Kesaksian Warga India menggunakan Technology Israel untuk Tanamannya.

Bagaimana cara kerjanya
Teknologi Air ini Sangat Unik di Kembangkan oleh ISRAEL. Cara Kerjanya Yaitu dengan Menggunakan Sistem Irigasi Canggih yg Bisa Mendaur Ulang, Mengambil, Menampung Air Hujan, Menampung Air dari Limbah Sungai Perkotaan, dan Menyalurkannya Melalui Pipa-Pipa yg Bercabang menjadi Selang-Selang Kecil Menuju ke Tempat Petani Menanam Padi dan Sayuran-Sayuran Lainnya di Pinggiran Kota.


Foto : Sawah Padi menggunakan Sistem Israel


Kini Menanam Padi. Bisa di Lakukan di Lokasi Tempat yg Tandus, Berpasir Kuarsa, bahkan di Tempat yg Kering atau di Lahan Gambut juga bisa. Air yg Berisikan Pupuk akan Menetes Setetes demi Setetes Langsung menuju ke akar Tanaman dengan Dosis yg Tepat Berdasarkan Usia Pertumbuhan melalui Kecanggihan Teknologi. Tanah hanya digunakan sebagai Penyanggah Tanaman aja.

Sawah padi tradisional vs sawah berteknologi tinggi

Foto : Padi Konvensional dengan Irigasi Banjir
Foto : Padi yg Menggunakan Sistem Israel Tanpa Menggunakan Irigasi Banjir di Lahan Kering

Foto : Padi Modern dengan Sistem Israel
Israel ingin bekerjasama dengan Seluruh Dunia untuk Membantu Masalah Kekeringan Air yg Melanda Berbagai Negara dalam Pengelolaan Tanaman Padi.

Karena Israel Hanyalah Sebuah Negara Kecil. Israel Rindu Membuka Pintu Kerjasama untuk Membuat Petani di Seluruh Dunia untuk Mengatasi Masalah Problem Kekeringan Air, Menanam Padi menjadi Lebih Efektif, dan Tentunya Bisa Menghemat Air Sawah dalam Jumlah Besar. Ujung-ujungnya akan meningkat Hasil Produktifitas Pertanian Seluruh Dunia dengan Harga yg Bersaing.

Sistem Air Israel Selain Bisa di Gunakan untuk Tanaman Padi. Juga Bisa untuk Tanaman Lain Seperti Kelapa Sawit, Teh, Cengkih, Cokelat, Kopi, Kebun Timun, Bayam, Pisang, Mangga, dll. Bahkan juga bisa diadopsi untuk Sistem Greenhouse (Rumah Kaca).

Tetapi bukan Seperti menggunakan Sistem Hidroponik yg dikenal Sangat Boros Air ya, Boros Listrik Pompa dan Terkesan Mahal banget ya. 


Foto : Sistem Irigasi Tetes (Bukan Hidroponik)
Sistem Pertanaman milik Israel jauh lebih hemat air, Hemat Listrik, dan lebih murah biaya yg berarti bukan murahan. Tapi Murah karena Berkat Inovasi Technology.

Artikel Lainnya :

Youtube Trailer : [Israeli Technology Pertanian dan Air]

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post