Langsung ke konten utama

Roket dan Pesawat Luar Angkasa Terbesar Dunia [Interplanetary Transport System SpaceX] (2016)

Elon Musk Seorang Tokoh Bisnis Miliader Kaya Raya dan Pendiri dari Perusahaan Teknologi Tesla, Solar System dan SpaceX.

Pada Ajang Pertemuaan Kongres Astronautical Congress Internasional. Beliau Membuat Sebuah Pernyataan Kepada dunia yg bikin kita membaca artikel ini menjadi Terheran-heran.


Ya, Bapak Elon Musk. pengen agar suatu saat manusia dapat berpergian ke Planet Mars dan membuat Kota di Mars yg di huni oleh 1.000.000 Juta Orang. Elon juga memperkenalkan Teknologi Sistem Transportasi Pesawat Luar Angkasa yg disebut : INTERPLANETARY TRANSPORT SYSTEM (ITS)

Elon mengatakan  Roket dan Pesawat Luar Angkasa ini akan menjadi yg Terbesar di Dunia mengalahkan SATURNV.


PESAWAT LUAR ANGKASA ITS HADIR TAHUN 2020
Untuk Saat ini. Pesawat Luar Angkasa ITS  Masih Berupa Konsep dan Belum Hadir Secara Resmi. Rencanannya akan Hadir Secepat Mungkin Sebelum Tahun 2020 nanti.

Foto : Elon Musk
SPESIFIKASI ITS (INTERPLANETARY TRANSPORT SYSTEM)
Sistem ITS Terdiri dari 2 Bagian. Yaitu Roket Pendorong (Booster) dan Pesawat Luar Angkasa itu sendiri yg Terletak di Bagian Atas.

Untuk Roket Pendorong akan di Lengkapi dengan Mesin yg disebut RAPTOR.

Foto : Raptor Engine
Untuk Saat ini, Mesin Raptor Telah Berhasil di Buat dan Telah Hadir. Tetapi masih dalam Proses Pengembangan & Riset Ilmu Pengetahuan (Biaya Research Sekitar Rp 3,9 – Rp 4 Triliun Pertahun).

Mesin Raptor memiliki kemampuan 3x Lipat Lebih Kuat Ketimbang Generasi Lama Seperti Mesin Marlin Pada Roket Falcon 1, Falcon 9 dan Falcon Heavy yg pernah diciptakan oleh Elon Musk melalui SpaceX Pada Beberapa Tahun yg Lalu.

Mesin Raptor akan di Tempatkan Pada Roket Pendorong Booster Sebanyak 42 Unit. Sedangkan untuk Pesawat ITS Terinstall Sebanyak 9 Unit Mesin Raptor.


CARA KERJA
Elon Musk mengatakan Rencananya Pada Tahun 2020. Pesawat Luar Angkasa ITS siap menuju ke Planet Mars. Peluncuran Pertama Sangat Berisiko, Benar Benar Berbahaya dan Tingkat Kematian Tinggi.

Tetapi Apabila Anda Siap untuk Mati..? Itu Tidak apa-apa. Maka anda Calon Pertama yg akan Pergi. Celetusnya.

Saya Pasti ingin Pergi ke Planet Mars. Tetapi tidak ingin berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama ke Mars.

Risiko kematian cukup Tinggi, Aku ingin melihat anak-anak saya tumbuh. Aku perlu Memastikan Terlebih dahulu jika Terjadi kesalahan. Benar benar meminimalkan risiko. Celetus Elon.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Pemberangkatan Pesawat Luar Angkasa ITS ini.

Pertama-tama, Pesawat ITS yg dikhususkan untuk Pengisian Bahan Bakar Metana akan Terbang Terlebih dahulu menuju ke Orbit Bumi.

Roket ITS Interplanetary Transporty System akan menyalakan 42 Mesin Raptor di Roket Pendorong yg Berdiameter 12 meter dengan Tinggi Roket Pendorong 77,5 Meter yg Penuh dengan Bahan Bakar Metana.


Sesampainya di Luar Angkasa. Roket Pendorong akan Terpisah dengan Pesawat ITS.

Foto : Roket Pendorong Booster
Foto : Pesawat ITS
Roket Pendorong Kemudian Kembali ke Bumi secara Vertical dan Otomatis.


Sebaliknya, Pesawat Luar Angkasa ITS akan Bertemu dengan Pesawat ITS yg lain untuk mengisi Bahan Bakar Metana. 


Karena Ketika Peluncuran di Bumi. Pesawat ITS hanya membawa Manusia dan Kargo Tanpa Bahan Bakar.

Tujuannya agar Booster Roket Pendorong ketika di Bumi dapat mudah mendorong seluruh muatan dengan lebih ringan.

PERJALANAN MENUJU PLANET MARS
Perjalanan Membutuhkan Waktu 80 Hari dengan kecepatan 100.000 Km/Jam.

Di Spaceship atau Pesawat Luar Angkasa ITS ini memiliki Diameter 17 Meter dan Tinggi 49,5 meter. Cukup untuk 100 Orang Astronot dan 1.000+ Ton Kargo Barang-Barang + Bahan Bakar.

Saat Perjalanan. Pesawat dapat membuka Katup Panel Solar Matahari untuk memberikan Energi Listrik. 


Di Dalam Pesawat Telah Tersedia Restauran, Bioskop, Toilet, dan Ruang Rapat.

Ketika Telah Sampai ke Planet Mars. ITS mendarat secara Vertical.

Foto : Penampakan Planet Mars dari Hasil Pemotretan Robot Curiosity


Untuk Dapat Kembali ke Bumi. Astronot dapat menambang Metana di Planet Mars yg Sangat Melimpah dan Mengisinya Ke Tabung Mesin Raptor untuk Perjalanan Pulang ke Bumi.

VISI ASTRONOT PERTAMA
Elon Musk menginginkan 100 Astronot yg Pertama Kali menginjakkan kakinya di Planet Mars untuk dapat membuat Pangkalan Energi Listrik melalui Panel Solar Matahari untuk menghasilkan Metana dan Oksigen.

Kemudian membuat Pemukiman dan menanam Tumbuhan Tanaman dengan cara mengompresi atmosfer. Untuk menghasilkan Lautan Cair. 

Mars Begitu Dingin, Gravitasi Lemah, Cahaya Matahari Berlimpah dan ada Radiasi. Tetapi bisa di atasi.

PERSAINGAN & RENCANA ELON MUSK
Elon Musk ngga Sendirian. Ada Beberapa Pesaing Seperti Jeff Bezos (dari Amazon.com) yg juga menciptakan Pesawat Luar Angkasa yg disebut BLUE ORIGIN.  


Foto : Jeff Bezos


Pesaing Lain dari NASA (Badan Resmi Milik Pemerintahan Amerika Serikat). NASA juga berencana membuat koloni di Mars Pada Tahun 2030. 


Elon Musk Berencana membuat 1.000 Pesawat Luar Angkasa ITS. Tak hanya membawa Manusia tetapi juga Kargo Barang ke Planet Mars. 

Tiap 1 Orang Penumpang yg Menggunakan ITS akan dikenakan biaya $ 10.000.000 Juta (Sekitar Rp 130 Miliar). Elon Musk berencana mengurangi biaya ini hingga kelak menjadi $ 200.000 (Sekitar Rp 2,6 Miliar)

Elon Musk berambisi besar suatu saat nanti 1.000.000 orang dari Bumi dapat membuat Kota Baru Pertama di Planet Mars.

Sehingga impian Membuat Spesies Manusia bisa Multiplanety.

Ngga Hanya di Planet Mars. Elon Musk juga berambis berencana mendaratkan ITS ke Europa dan Enceladus.




Artikel Lainnya :

Youtube : ITS

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat. GBU

Related Post