Langsung ke konten utama

Israel Black Eagle50 : Drone Helikopter Pengintai Tanpa Awak Kebal Jamming dan Spoofing GPS (2019)


Black Eagle50 adalah robot drone helikopter VTOL (vertical take off dan landing). Cocok digunakan untuk misi taktis militer sebagai pengelola informasi dan ISTAR.

Datalink, komunikasi Comm Range dan transmisi video menghubungkan antara helikopter dan pusat GCS (Ground Control System) hingga sejauh 150 km.

Drone helikopter asal Israel ini dilengkapi dengan kemampuan sistem navigasi inersial khusus berdasarkan input sistem dan sensor lainnya. 

Melalui algoritma pemprograman navigasi cerdas, input rekaman manajemen misi penerbangan dan komputer kontrol standar ADS333. Black Eagle50 dinobatkan kebal terhadap serangan Jamming dan Spoofing GPS.  

BLACK EAGLE50 

Diciptakan oleh perusahaan Steadicopter asal Israel. Steadicopter mendesain, membangun dan memproduksi Rotary Unmanned Aerial Systems (RUAS) berbahan bakar AVTUR.

Di Israel, Steadicopter bukan pemain utama di bidang ini. Ada pula BUMN Israel Aerospace Industri IAI memproduksi drone RUAS GHOST. Namun untuk tujuan berbeda sebagai misi pasukan khusus IDF.

Youtube : Israel IAI Ghost

Black Eagle50 kebal terhadap cuaca buruk di laut. Sistemnya serba otomatis bahkan dapat dikendalikan oleh kru sipil yang tak terlatih sekalipun.

Daya terbang 4 jam, angkat beban payload 5 kg, kecepatan 126 km/jam.


Kepuasan pelanggan adalah prioritas nomor satu di Steadicopter. Pihak perusahaan menawarkan helikopter ini juga kepada pihak sipil yang berminat. Seperti untuk kalangan industri swasta dan pemerintahan dalam pelaksanaan dinas tugas negara seperti pertambangan, kehutanan, kelautan, kepolisian, bencana alam, penanggulangan gangster narkoba, dll.

Payload steadicopter menginterasikan STAMP, miniature elektro optic untuk pengawasan udara.

Black Eagle50 terbukti efesien tak tertandingi digunakan bagi pihak kepolisian keamanan perkotaan ketimbang menggunakan helikopter sipil berukuran besar yang boros biaya dan menghamburkan banyak uang APBN negara.

Keunggulan Black Eagle50 yaitu mampu berhenti di udara, melayang-layang hingga 4 jam.

Youtube : Israel Steadicopter

Noam Lidor mengatakan :

Kami telah menginvestasikan sumber daya yang cukup besar dalam peningkatan kemampuan helikopter tak berawak kami untuk menyesuaikan dengan berbagai misi baik di darat maupun di luatan. Kami telah mengembangkan kerjasama dengan sejumlah perusahaan teknologi Israel lainnya. Masing-masing merupakan pemimpin di bidangnya. Sehingga kami dapat menciptakan helikopter kami dengan kualitas tertinggi paling maju. Sahutnya.


Pihak perusahaan mengklaim dapat mengimplementasikan helikopter Black Eagle50 dalam bentuk ukuran apapun dari ukuran terkecil hingga terbesar.


Foto : Helikopter Tanpa Awak Steadicopter Helivision ukuran besar
Diranah bisnis drone helikopter dikenal memiliki persaingan cukup sengit.

Beberapa tahun yang lalu perusahaan Swedia asal Uni Eropa, Cybaero bangkrut karena memiliki masalah utang memburuk. Sebanyak $ 5 juta dolar atau sekitar Rp 73 miliar rupiah tak dapat dibayar.

Padahal dulunya Cybaero merupakan perusahaan kedirgantaraan mumpuni dan terkenal di jagad militer.

Kebangkrutan Cybaero. Menyebabkan produsen helikopter tanpa awak seperti SAAB Skeldar asal Swedia Uni Eropa, Schiebel asal Amerika Serikat, dan Steadicopter asal Israel menjadi bersinar.

Walaupun perusahaan-perusahaan ini ditahun-tahun mendatang terus bersaing sengit untuk menjadi pemimpin teknologi RUAS global.

Di Indonesia. Skeldar V-200 dan Skeldar R-350 adalah helikopter intai tanpa awak yang telah menjadi pilihan kebangaan TNI.

Indonesia mengganti namanya dengan sebutan ‘Helikopter Rajawali’.

Nama perusahaan : Steadicopter

Nama produk : Black Eagle50

Kantor pusat : Israel

Tahun berdiri : 1991

Alamat investasi & kerjasama bisnis : Steadicopter.com


Youtube : Israel Steadicopter

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post