Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Film Contagion 2011 : Wabah pandemik virus penyebab flu batuk, demam, kejang, sulit bernafas, pusing, mual, muntah telah menewaskan manusia dalam waktu 3 hari dengan tingkat kematian 30%, banyak kota di lockdown, orang orang panik, kerusuhan dimana mana, penciptaan vaksin dan merebaknya teori konspirasi di blogger untuk meningkatkan saham perusahaan forsythia (2021)

 

Seorang wanita bernama Beth berada di Hongkong, China.
 
Setelah itu, ia bergegas pulang ke Amerika Serikat untuk menemui suaminya.
 
Di beberapa tempat, banyak orang merasakan pusing kepala, batuk dan ngga enak badan hingga membuat mereka pingsan di jalanan.
 
Setiba di Amerika Serikat. Beth pulang ke rumah. Tetapi suami yang bernama Mitch merasa terkejut karena Beth pingsan di dapur.
 
Mitch membawa beth ke rumah sakit. Namun nyawa istrinya tak tertolong.
 
Dokter kemudian menduga Beth terserang virus flu burung H5N1. Sehingga diperlukan otopsi untuk menyelidiki kasus kematian Beth. 
 
Seakan tak percaya terhadap kematian Beth. Mitch merasa stress.

 
Beberapa laporan. Kasus infeksi sama yang menyerupai kematian Beth terus bermunculan.
 
Sehingga membuat lembaga WHO ikut melakukan antisipasi.
 
Oleh tim kesehatan. Mitch diselidiki dan diisolasi pada sebuah ruangan tertutup. Ia didapati kebal terhadap virus. Sedangkan anak laki lakinya telah meninggal dunia karena kasus virus yang serupa dengan ibunya.
 
Mitch berusaha melindungi anak wanitanya dengan melarang orang orang untuk bertamu, mengunci rumah dan rutin mencuci tangan.
 
Penyakit meluas membunuh 26.000.000 juta orang dalam waktu singkat.
 

Badan intelijen ditugaskan untuk mencari tahu asal usul virus hingga ke Hongkong, China.
 
Namun penyebaran virus tersebut terus meluas ke mana mana hingga membuat banyak toko di jarah dan kerusuhan penjarahan di berbagai tempat.
 
Melalui hasil penyelidikan laboratorium.
 
Didapat bahwa virus merupakan kombinasi dari materi genetik babi dan kekelawar. Penamaan virus baru diidentifikasi sebagai MEV-1.
 
Ilmuwan kemudian mulai mengembangkan vaksin untuk mengatasi wabah virus dengan tingkat kematian mencapai 30%.
 
Di China. Badan intelijen menyelidiki rekaman sebuah video aktivitas beth. Tetapi ia ditangkap oleh pegawai pemerintahan untuk mendapatkan vaksin demi menolong keluarga yang tersisa di desanya.
 
Perusahaan farmasi kesehatan

 
Seorang ahli terori konspirasi bernama alan menulis pada blog miliknya bahwa ini adalah sebuah senjata biologis yang dilancarkan oleh pemerintah.
 
Menganggap bahwa pemerintah Amerika Serikat dan Francis telah memiliki vaksin untuk sengaja dijual saat virus menyebar luas demi meraup keuntungan yang besar.
 
Ia kemudian membuat sebuah berita hoax dengan menampilkan dirinya sembuh dari virus dengan meminum sebuah ramuan kesehatan dari bunga forsythia. Padahal ia tak sama sekali terserang virus namun menyatakan dirinya sembuh.
 
Memposting berita. Ia melakukan pembeliaan saham sebelum harganya melonjak naik.
 
Ditangkap oleh polisi karena menyebarkan hoax tentang virus

 
Melalui pemberitaan hoax. Alan meraup keuntungan besar dari saham dan jutaan kunjungan view ke blognya dengan membuat teori konspirasi.
 
Alan di tangkap oleh polisi karena telah menyebabkan jutaan orang lain terinspirasi oleh pemberitaan palsunya.

Beberapa hari kemudian. Alan dilepaskan dari ancaman penjara.

Baca juga :
 
Program vaksin ke jutaan orang dinyatakan sukses

 
Vaksin telah ditemukan.
 
Satu per satu orang mendapatkan vaksin berdasarkan undian urutan tanggal lahir.
 
Mitch, kemudian memperbolehkan anaknya berdance dengan pacarnya setelah sang pacar memiliki gelang sebagai tanda telah di vaksin dan bebas dari penyakit virus itu.
 
Pada peristiwa terakhir. Seekor kekelawaran yang sakit hinggap di pohon pisang untuk terbang menuju ke perternakan babi.
 
Buah pisang dimakan oleh babi.
 
Babi lalu diambil oleh petugas pemotongan hewan untuk dibawa ke restoran sebagai makanan konsumsi.   
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU