Langsung ke konten utama

4 bibit unggul ayam kampung terkenal di Indonesia ( 2023 )

Ayam kampung unggul memiliki karakteristik berbeda dibandingkan seperti ayam kampung lokal tradisional yang dibudidayakan oleh nenek moyang di Indonesia pada zaman dulu. 

Perbedaannya terletak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit, dimana tingkat kematian ayam kampung asli lokal sering banyak matinya hingga diatas 50%, lalu perkembangan berat bobot yang begitu lambat membutuhkan waktu hingga 7 - 8 bulan untuk hanya demi mencapai 1 kilogram saja, perawakan tubuh ayam kampung lokal asli juga kecil dan produksi telurnya minim < 100 butir pertahun.

Bandingkan dengan ayam kampung unggul yang mampu mencapai berat bobot 1 kg hanya butuh waktu 2 bulan - 3 bulan saja. 

Bahkan ada ayam kampung unggul yang sanggup bertelur hingga 300 butir pertahun. Secara jelas ini kemenangan mutlak bagi peternak dalam menghasilkan cuan cuan cuan dengan membudidayakan ayam unggulan tersebut.

Ayam kampung unggul memiliki tingkat kualitas genetik yang lebih baik, produktivitasnya tinggi, perkembangan cepat, efektifitas pakannya tinggi dan daya imun kesehatan dari ketahanan melawan wabah penyakit virus & bakteri lebih kuat dibandingkan ayam kampung lokal asli. 

Apa saja bibit unggul ayam kampung terkenal di Indonesia. 

Yuk mari kita simak :

1]. Ayam kampung Joper

Ayam kampung Joper adalah salah satu ayam yang sangat terkenal di Indonesia dan sering di jual di toko perternakan. Ayam kampung Joper memiliki daging yang lebih lembut dan beraroma. Selain itu, ia juga lebih agak tahan terhadap penyakit dan cepat besar dibandingkan ayam kampung asli lokal tradisional. 

Disebut juga ayam kampung super. 

Untuk mencapai berat bobot 1 kg si joper cuma perlu waktu 2 bulan saja sejak dari masa doc hingga panen. 

Asal usul Joper sudah ada sejak tahun 1990. Sumber genetiknya berasal dari ayam kampung lokal asal Jowo ( Jawa ) disilangkan dengan ayam broiler ras pertelur. 

Ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui balai penelitian dan pengembangan pertanian sejak 3 dekade yang lalu. 

2]. Ayam kampung Elba

Ayam kampung Elba merupakan salah satu genetik unggul yang terkenal dan banyak dibudidayakan oleh kalangan perternak di Indonesia karena sifatnya unggul dalam hal produksi telur, agak kebal dari serangan virus & bakteri dan pertumbuhan daging cepat panen 1 kg hanya butuh waktu sekitar antara 3 bulan saja. 

Ciri khas Elba yang paling menonjol yaitu daya produksi telur melimpah hingga 300 butir pertahun dan memiliki ukuran besar dibandingkan ayam kampung lokal tradisional.

Asal usul Elba bermula ketika mba Lala berkunjung ke Arab Saudi. 

Kemudian beliau membawa telur untuk ditetaskan. 

Arti nama Elba yaitu El berasal dari nama Lala dan Ba berasal dari desa batikan di pulau Jawa.

Nah, telur ayam petelur ras broiler asal Arab Saudi ini kemudian disilangkan dengan ayam kampung lokal asal Indonesia. 

Walhasil, setelah dipaksa kawin mengkawinkan seperti kisah percintaan Siti nurbaya dan Datuk maringgih. 

Maka pada tahun 2010 lahirlah keturunan ayam kampung unggul Elba. 

Ayam ini menjadi pertama di dunia yang sanggup berlogat Arab + berlogat Indonesia. 

Jadi, hampir 2 dekade telah berlalu. Ayam kampung unggul Elba menjadi primadona bagi banyak kalangan peternak untuk menggantikannya dengan genetik ayam kampung lokal yang lambat dalam hal produksi telur dan daging. 

Melawan persaingan terhadap jenis ayam kampung unggul lainnya. 

Elba tidak menyerah dalam persaingan keturunan ayam tersebut. 

Menunjjukkan diri bahwa ayam keturunan darah Arab sanggup bertengger di puncak klasemen ayam kampung unggul di Indonesia dan terus masih menjadi unggulan dimana mana. 

Terbukti jutaan orang di Indonesia tidak sadar telah makan telur dan daging hasil produksi Elba. 

Dan jutaan peternak di Indonesia juga tidak sadar sedang memelihara ayam Elba. 

Hidup ayam Arab di tanah Indonesia. 

Takbir

Takbir

Takbir

3]. Ayam kampung Yudistira 

Ayam kampung Yudistira atau disingkat juga AKY adalah ayam jenis unggul yang dibudidayakan, dimuliakan dan disilangkan oleh peternak skala menengah dari Farm Yudistira asal Jawa. Tepatnya berasal dari Bogor. 

Beliau mengklaim untuk mencetak bibit genetik unggul ini membutuhkan modal Rp 500.000.000 juta rupiah. Hasilnya memuaskan, banyak peternak dari berbagai daerah di Indonesia menyukai materi persilangan miliknya, sehingga banyak uang yang pernah diinvestasikan untuk riset & penelitian secara pribadi bersama tim tidak menjadi sia sia. 

Ayam kampung Yudistira merupakan jenis ayam dwiguna. 

Sehingga dapat dijadikan penghasil telur atau pedaging. 

4]. Ayam kampung KUB2

Ayam kampung KUB2 merupakan generasi lanjutan dari KUB1. Dirilis resmi oleh pemerintah Indonesia melalui balitbangtan pada tahun 2021. 

Untuk informasi detail tentang ayam kampung KUB2 dapat disimak pada artikel berikut ini :

Tabel standar perkembangan berat badan ayam KUB generasi ke 2 mulai dari doc hingga dewasa [ jantan dan betina ] [ edisi untuk kalangan peternak meraup cuan cuan cuan ] ( 2023 )

Informasi ayam kampung KUB generasi ke 2 balai penelitian dan pengembangan pertanian Indonesia [ Janaka ] ( 2023 )

Ayam kub atau Ayam Kampung Unggul Balitbangtan merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik hasil persilangan antara sesama ayam kampung oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang melibatkan universitas dan banyak lulusan professor doktor dengan anggaran hingga miliaran rupiah digelontorkan oleh pemerintah Indonesia.

Persilangan dilakukan menggunakan teknologi canggih, terapan sains mutakhir dan laboratorium modern demi menghasilkan atau mempertahankan kualitas tinggi dari genetik ayam kampung lokal asli tanpa melibatkan genetik dari ayam ras broiler seperti yang terjadi pada ayam jenis unggulan lainnya telah banyak terpapar ke sesuatu yang berbentuk hybrid alias genetiknya tidak benar benar murni ayam kampung asli tetapi tercampur dengan broiler yang dikenal cepat sekali panen hanya 2 - 3 bulan saja. Nah, dengan demikian, ayam kub2 atau ayam kampung unggul Balitbangtan memiliki kualitas yang lebih baik dan rasa daging yang mirip 100% asli seperti ayam kampung lokal tradisional seperti era nenek moyang. Namun memiliki sifat yang lebih unggul dengan masa panen lebih cepat mencapai bobot 1 kg hanya butuh waktu 5 bulan untuk betina dan 4 bulan untuk jantan.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.