Langsung ke konten utama

Uni Eropa hendak tiru teknik balas dendam ala Amerika Serikat dalam perang dagang ketidakadilan yang culas melawan China. Apakah EU sanggup melawan dominasi China dan apa pandangan saya ( 2024 )

Di masa lalu, pada tahun 2018. Ketika membaca laporan dokument keuangan negara Amerika Serikat. 

Mantan presiden Donald Trump sontak marah besar, lalu mencaci maki presiden terdahulunya, seperti George w bush dan Barrack Obama sebagai presiden yang tidak becus dan tidak kompeten mengurus negara AS. 

Beliau ( Donald Trump ) mengungkap bahwa AS selalu defisit keuangan dengan China.

Donald Trump adalah orang pertama di Amerika Serikat yang dengan lantang menyebut cara berdagang pemerintah komunis China tidak adil. 

Karena apa yang dilakukan China dalam hukum perdagangan menerapkan prinsip ketidakberlanjutan yang menggunakan skema culas dan curang. Menerapkan teknik dumping, pemblokiran dinding api GFW firewall of China & tarif persentase bea masuk yang mahal tidak adil sehingga membuat semua kategori produk AS menjadi tidak laku

Pada tahun 2018. mantan presiden Donald Trump mengatakan :

Pasar China distorsi, cara mereka berdagang tidak dapat saya toleransi. Sahutnya. 

Penduduk AS dan partai Demokrat juga turut tersadar bahwa memang apa yang dilakukan China selama bertahun tahun adalah culas & curang. 

Begini cara kerja yang dilakukan China selama berdekade dekade : 

Produk internet AS diblokir habis habisan oleh firewall, tarif pajak produk masuk asal AS naik dari 40% - 100% menyebabkan harga barang, produk & komoditas AS yang dijual di China menjadi mahal, tetapi disisi lain tarif berlaku standar sesuai perjanjian masuk ke AS tetaplah sesuai koridor, kemudian keuntungan tersebut masuk ke APBN partai komunis China ( PKT ) lalu dialihkan dalam bentuk subsidi dan diputarbalik ke produk industri China sebagai dan agar tujuan membanjiri industri AS dengan label harga murah meriah.   

Jika Donald Trump dapat berbicara di Twitter secara bebas tanpa sensor & tanpa pemblokiran. ( sekarang X.com )

Maka Donald Trump pasti berbicara seperti ini :

Anjixx kau Xi Jing Ping, 

Bangsatxxx kau Xi Jing Ping. 

Tak pelak, sejak 2018 - 2024. Amerika Serikat menerapkan perang dagang melawan China. Melakukan tarif pajak pembalasan & pemblokiran, pelarangan disana sini terhadap produk China. Bahkan hingga ke banned action CHIPSET SEMICONDUCTOR. 

Apa yang dilakukan oleh AS, diperhatikan oleh Uni Eropa. Presiden persatuan komisi Uni eropa, ursula von der leyen. Walaupun terlambat memahami skenario hal ini, namun pada tahun 2024 mulai mengetahui memang ada gerak gerik tingkah laku kecurangan yang dilakukan oleh pemerintah China untuk menghancurkan banyak industri di Uni Eropa, mulai dari panel surya photovoltaic, mobil listrik, mesin turbin, aneka pabrik pakaian, textile, aneka macam alat electronic dan lain lain sebagainya. Ciri khasnya yaitu banjiri semurah mungkin sampai EU tidak berdaya.

Ursula von der leyen dilaporkan memang hendak meniru langkah AS dengan cara saling balas tarif pajak bea masuk, tetapi konsuenkensinya belum dapat dipahami lebih lanjut, mengingat Uni Eropa bukanlah setangguh Amerika Serikat.  

Lalu apa komentar pidato presiden China, Xi Jinping. 

Beliau selalu mengatakan hal seperti ini : 

China memiliki prinsip hidup berdampingan dengan negara lain secara damai, menjalin kerjasama persahabatan yang erat secara terbuka, tidak setuju terhadap hegemoni, tidak mau ikut campur urusan negara lain dan ingin membangun hubungan yang baik agar dapat saling menghormati, solidaritas, menjunjung kerjasama dagang yang saling menguntungkan yang harmonis sesuai piagam PBB. 

Namun tidak dapat disangkal pula, bahwa apa yang dikatakan oleh Xi Jinping terbalik dan bertolak belakang. Ini terbukti selama berdekade dekade di Amerika Serikat, partai komunis dengan sengaja menerapkan tarif tidak adil, lalu menggunakan keuntungan ketidakadilan tersebut untuk memperkuat struktur APBN miliknya dalam pemberiaan subsidi dengan tujuan supremasi yang menghancurkan & eksploitatif mengakibatkan kehancuran deindustrisasi di negara negara yang dijebak atau disasar. Termasuk iming imingan pembiayaan pinjaman kredit suku bunga tinggi dalam pembangunan infrastruktur sebagai strategi pengambilalihan aset ketika negara lain tidak dapat melunasi utang.

Apakah EU sanggup melawan dominasi China dan apa pandangan saya

Membaca lanskap yang terjadi di EU. 

Pemerintah Uni Eropa terlambat menyadarinya. Alias lelet pikiran. Alias kalah cerdas dengan PKC China. 

Dan Uni Eropa memang sudah terlambat dan dijamin tidak sanggup mampu melawan kedigdayaan China, karena produk produk made by China sudah mengakar kuat di benua biru tersebut. Harga impor kompetitif yang amat murah sudah tidak dapat lagi dihindari, tidak dapat lagi dibendung. Kehancuran dan kematian industri di Uni Eropa hanya tinggal menunggu kebangkrutan satu per satu. Pengangguran bakalan membludak lebih banyak di EU, diperkirakan pada tahun 2035, orang orang EU usia produktif umur 25 - 70 tahun dapat berstatus menjadi pengangguran meningkat menjadi hingga mencapai 50% kehilangan pekerjaan, apalagi diperparah oleh destruktif AI. 

Pabrik mobil di Uni Eropa, bakalan berguguran satu persatu. 

Banyak orang di EU segera kena PHK. 

Disisi lain, Uni Eropa memang tidak handal menyediakan produk berkualitas tinggi dengan harga murah. Disini China menjadi pemenang telak dan hanya masalah waktu, Uni Eropa tunduk pada keadidayaan komunis PKC China. 

Dalam situasi ini, Uni Eropa sedang terjepit. 

Tetapi EU masih memiliki kekuatan selama beberapa dekade untuk menahan laju efek dampak berbahaya dari perang dagang melawan China dan menerapkan sistem proteksionisme berdasarkan kebijakan kebijakan EU. Namun itu harus menghitung faktor lain berupa ancaman sistematik secara teliti seperti kemunculan PHK yang lebih besar besaran di EU dan daya beli masyarakat EU menjadi tertekan keras. Jika atau apabila membabibuta melarang produk China yang murah itu. 

Isu untuk agar EU dan China dapat saling menerapkan perdagangan win win solution. Aku pikir sulit, karena China punya watak egonya tersendiri yang kuat untuk menjadi pemenang dalam bisnis, dagang & investasi.

Pada akhirnya, EU kalah hanya menjadi pihak bawah. Tentu saja, pada akhirnya EU mengandalkan bantuan Amerika Serikat untuk menghadapi problem sulit yang telah terkunci erat ini. 

Padahal konfrontasi ini juga berbicara tentang skenario pemecah masalah bagaimana SDM manusia di Uni Eropa agar dapat kompetitif bekerja bersaing juga dengan cara sehat supaya barang barang atau produk produk dapat semurah ala China, kenyataannya memang karyawan di EU tidak mau dibayar murah, maunya dibayar mahal. 

Saat ini juga memang benar, bahwa kekuatan ekonomi adidaya China hampir 3x lipat lebih besar dibandingkan EU. 

Jadi tidak dapat disangkal, China adalah pemenangnya dan Xi Jing Ping tersenyum lebar. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.