Skip to main content

Pemerintah Israel harus tegas terhadap bantuan sosial bansos untuk Yahudi Ultra Ortodoks ( 2025 )


Negara Israel berdiri pertama kali pada tahun 1948. 

Kemudian selang beberapa tahun kemudian di era 50. Komunitas Yahudi Ultra Ortodoks atau disebut juga Haredi. Mereka telah mendirikan semacam partai politik dan perkumpulan 'Khevrat Lomdim'. Artinya merujuk pada semacam belajar studi kitab suci Taurat dan Talmut. 

Yaitu orang orang Yahudi Ultra Ortodoks yang mengaku dirinya jauh dari aktivitas sekuler duniawi atau liberal. Fokus mereka hanya pada sifat kerohanian ( religius ). Dengan terus menerus rajin berdoa setiap hari, membaca kitab suci dan melestarikan atau memelihara agama Yahudi. 

Selain itu, sejak tahun 1950 muncul banyak kekuasaan partai politik beraliran Yahudi Ultra Ortodoks. Seperti Agudat Yisrael ( bahkan partai ini sudah berdiri sebelum tahun 1950 ), partai Degel Ha Torah, partai UTJ, partai Shas, dll. 

Kemunculan partai politik Yahudi Ultra Ortodoks walaupun komunitas agama ini hanya mempengaruhi sekitar 14% populasi di Israel. Tetapi perannya vital untuk mencapai hasil pemegang suara terbanyak dan tentu saja, bisa menjadi penentu ( kingmaker ) dalam koalisi pemerintahan di Israel. 

Mereka dapat memberikan dukungan suara dengan syarat dan imbalan atas jasa kemenangan tersebut.

Aturan, hukum, peraturan dan undang undang ( UU ) mewajibkan bahwa Yahudi Ultra Ortodoks menolak ikut wajib militer bersama IDF ( Israel Defense Force ) dan mewajibkan pemerintah Israel harus membiayai keamanan finansial bagi seluruh keluarga Yahudi Ultra Ortodoks yang belajar Taurat dan berdoa. 

Lebih tepatnya diberikan BANSOS atau TUNJANGAN BANTUAN SOSIAL setiap bulan.  

Berapa banyak uang bansos yang diterima oleh 1 orang Yahudi Ultra Ortodoks setiap bulannya di Israel. 

Bansos dibayar oleh pemerintah Israel melalui APBN yang dikumpulkan dari pajak dan nonpajak. 

Dengan beberapa syarat yaitu : 

1]. Harus laki laki dari status terdaftar golongan denominasi agama Yahudi Haredi. ( Wanita Yahudi Ultra Ortodoks tidak berhak menerima bansos berdasarkan perjanjiaan yang ditetapkan sendiri oleh komunitas Yahudi Ultra Ortodoks )

2]. Harus berumur 20 tahun - lanjut usia atau sampai meninggal dunia. ( umur < 20 tahun tidak berhak menerima )

3]. Harus mengikuti studi belajar kitab suci dan berdoa.

Pria lajang disebut Yeshiva

Pria menikah disebut Kollel. 

Berikut rincian data terbaru pada tahun 2026 untuk gaji berdasarkan perbedaan status.

1]. Pria Yeshiva mendapatkan NIS 700 atau setara Rp 3 juta rupiah per bulan.

2]. Pria Kollel mendapatkan NIS 800 atau setara Rp 5,1 juta rupiah per bulan. 

Sejak tahun 1950 hingga tahun 2026. Pemerintah Israel selalu aktif membayar bansos untuk pria Yahudi Ultra Ortodoks setiap bulannya. Jika menolak membayar, maka dukungan partai politik akan mendapatkan kekurangan suara dari partisipasi Haredi ( Ultra Ortodoks ). 

Kenapa pemerintah Israel harus tegas terhadap bantuan sosial bansos untuk Yahudi Ultra Ortodoks ( 2025 )

Kecemburuan sosial dan ketidakadilan anggaran APBN yang susah payah di dapat dari para pembayar pajak. Tapi malah pemerintah Israel justru memberikan alokasi uang tersebut diberikan cuma cuma ( gratis ) kepada kalangan Yahudi Ultra Ortodoks setiap bulannya. 

Ini kemudian menimbulkan dampak kecemburuan sosial dibalik pemberiaan bansos. 

Bagi kalangan Yahudi Ultra Ortodoks. Mereka menganggap ini bukan bantuan sosial bansos, melainkan seperti uang kerja atas hasil dari tunjangan belajar Taurat dan berdoa.

Tetapi bagi kalangan pihak lain. Menganggap bahwa bagaimana mungkin ceritanya, belajar membaca kitab suci dan berdoa dianggap seperti bekerja dan mendapatkan uang dari pemerintah Israel. 

Mayoritas orang orang Yahudi Ultra Ortodoks hanya hidup dari 1 pekerjaan tersebut. 

Yaitu membaca kitab suci dan berdoa saja sudah bisa menafkahi keluarga dan diri mereka dengan uang bansos tanpa perlu bersusah payah bekerja di bidang lainnya. 

Di satu sisi, warga Yahudi Zionis dan non-Yahudi yang bekerja keras sebagai perawat, sopir, tentara, hingga ahli teknologi untuk membayar pajak dan ikut wajib militer. 

Mereka melihat anggaran APBN mengalir secara "cuma-cuma setiap bulan" kepada kelompok Yahudi Ultra Ortodoks tersebut. Dan kebanyakan orang orang Zionis tidak menerima bentuk bansos dari pemerintah Israel. 

Selayaknya pemerintah Israel harus tegas mengatasi problematika ketidakadilan struktural & distribusi.

Karena ini sudah terjadi bertahun tahun mampu memicu kemarahan bagi kalangan Yahudi Zionis atas sikap pemerintah Israel yang pilih kasih memberikan bansos. Demi mempertahankan kursi kekuasaan di parlemen.

Sebagai catatan, Afrid Fransisco tidak bermaksud menentang hak komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks untuk menerima bantuan sosial, karena itu adalah bagian dari kebijakan negara Israel yang sah. Namun, transparansi dan keseimbangan, sekali lagi perlu ditekankan. Mengingat semua orang di Israel bayar pajak dan memastikan prioritas utama demi masa depan Israel yang lebih harmonis dan adil.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.