Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ISIS menganas di Afghanistan (2018)


Afghanistan merupakan sarang bagi Terorist Al-Qaedah dan Taliban.

Namun sejak beberapa tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Dimana Negara ISIS atau Islamic State cabang Khorasan mendapatkan tanah pijakannya di Afghanistan.

Sehingga Serangan-Serangan Pemboman, Pemenggalan kepala dan Pembunuhan lebih sering dilakukan oleh ISIS di Afghanistan.

Apabila tak dilawan secara serius dan efektif maka dapat menjadi ancaman serius bagi Pemerintahan Afghanistan yg menjadi sekutu Pimpinan Amerika Serikat. Sahut Mukhtar a khan yg diterbitkan dalam jurnal The Terrorism monitor The Jamestown Foundation.

ISIS menyerang warga Syiah tanpa pandang bulu yg membentuk 15% dari 35.000.000 Juta Penduduk Afghanistan.

Tak hanya menargetkan Islam Syiah. ISIS juga melakukan Penembakan & Pembunuhan terhadap Warga Islam Sunni Afghanistan yg tak seideologi dengan mereka. Terutama menyasar ke kalangan Pemerintahan.

Tujuan utama ISIS berperang. Hampir sama dengan Rekan-Rekannya yang ada di Irak, Suriah, Mesir, Libya, Somalia, Nigeria, dll.

ISIS percaya seharusnya ‘KEKHALIFAHAN” berkuasa di Tanah Allah yang Maha Luas. Bukan oleh Pemerintahan & Orang-Orang Murtad/Thoghut.

SEBERAPA KUAT ISIS DI AFGHANISTAN

Kehadiran ISIS (IS-Khorasan) Pertama kali muncul di Propinsi Nangarhar Tahun 2014.

Nangarhar merupakan tempat strategis melakukan kegiatan militan dan rekrutmen tentara baru karena kedekatan geografisnya dengan Pakistan.

Kemudian menyebar ke berbagai Propinsi Logar, Propinsi Farah dan Propinsi Zabul. Yang disebut sebagai Bab ul Jihad (Gerbang Jihad).

Ini merupakan rute transit bagi ISIS untuk mengirimkan Senjata & Pasokan tentara baru dari seluruh dunia Internasional.

Tentara-Tentara Wajah Baru nan Muda terus berdatangan dari berbagai Negara seperti dari Pakistan, Uzbeskistan, China, Chechnya, Aljazair, Eropa, dll. Termasuk dari kelompok Al-Qaedah dan Taliban itu sendiri.


Dari awal, ISIS (IS-Khorasan) memang menantang berperang terhadap Taliban & Al-Qaedah dan bermaksud memusnahkan Kelompok Jihad Islam ini dari muka bumi.

Walaupun sebenarnya Al-Qaedah merupakan awal mula kelahiran ISIS yg menolak ideologi Osama Bin Laden dan menggantinya menjadi Islamic State atau Daulah Islamiyyah yg dideklarasikan oleh Abu Bakr Al Bagdadi, Mantan Pasukan Al-Qaedah pada beberapa dekade yg lalu dimana telah meninggal dunia akibat serangan Jet Tempur Rusia di Suriah.

Belum diketahui mengapa saat ini banyak Tentara Al-Qaedah dan Taliban justru memilih bergabung dengan ISIS sehingga menjadi semakin membesar.

Selama 3 Tahun. Taliban telah berjuang keras berperang melawan ISIS di Afghanistan. Walaupun banyak dari antara tentara Taliban yg akhirnya memilih bergabung dengan ISIS.


Pasukan NATO dan Pasukan Afghanistan yg dipimpin oleh AS. Telah mengebom Pangkalan ISIS.

Sejak Maret 2017 – April 2018 saja :

1.400 Misi Operasi yg didukung oleh Pesawat Pembom di Lancarkan oleh Amerika Serikat dan NATO untuk menewaskan setengah dari Pasukan ISIS. Sahut Jenderal John Nicholson.

Pada Bulan Maret 2018. Pesawat Tempur & Pesawat Pembom AS menjatuhkan 339 Bom ke Afghanistan untuk mengalahkan ISIS.

Total Tahun 2017. Amerika Serikat menjatuhkan 9.944 Bom yang seharga lebih dari Rp 300.000.000 Juta - Rp 10 Miliar Lebih Per Unit.

Termasuk melesatkan Bom Raksasa GBU-43/B MOAB ke markas ISIS.

IMPLIKASI

Ada kekhawatiran bahwa jika IS-Khorasan terus mendapatkan pijakan & pengaruhnya. Dapat membuat Afghanistan menjadi basis baru bagi upaya ISIS membentuk Kekalifahan. Setelah kekalahannya di Irak & Suriah.  

Belum diketahui ada berapa jumlah Pasukan ISIS yg kini telah menyebar luas di berbagai Propinsi Afghanistan.  

ISIS melakukan Pembunuhan di Afghanistan Rata-Rata 20-50 Korban Per Hari terhadap orang-orang yg tak seideologi.  


Jika ISIS tidak dapat secara efektif dikalahkan di Afghanistan. Maka lanskap politik menjadi semakin rumit dan semakin sulit.

Amerika Serikat dan NATO harus mengirimkan lebih banyak tentara dan lebih banyak serangan udara untuk melawan langsung Face to Face mengalahkan ISIS.

Bukan seperti di Irak & Suriah. Mengandalkan Tentara & Kepolisian Lokal saja di Afghanistan bukan tandingan bagi ISIS. Sehingga AS + NATO kudu mesti turun tangan secara langsung.

TANGGAPAN AMERIKA SERIKAT

Presiden Donald Trump telah mengikuti Jejak Pemerintahan George Bush dan Barrack Obama dalam mengartikulasikan kebijakan untuk mencegah Afghanistan menjadi “Surga yang aman’ bagi Terorist.

Pada april 2017. Militer AS Telah berupaya keras untuk menghancurkan basis ISIS di Kompleks Gua Achi, Nangarhar menggunakan Bom Raksasa MOAB.


Pemboman untuk mencegah Perkembangan Kekalifahan ISIS, Sambil bekerjasama dan memberikan Dana Keuangan, Dukungan Persenjataan & Pelatihan bagi Kepolisian & Tentara Lokal Afghanistan untuk meredam Kebangkitan ISIS di Afghanistan.

Apabila hal ini tak dilakukan. Kekhwatiran menjadi nyata. Militer AS telah melihat tanda-tanda ISIS ingin melakukan perencanaan penyerangan dan Basis tepat di depan halaman perbatasan AS-Meksiko.

Langkah Strategi awal ISIS Nampak ingin menciptakan lebih dulu pijakan luas di Jazirah Arab. Termasuk menguasai Afghanistan secara Total dan mengantinya menjadi Kekhalifahan.

Dinas Intelijen AS telah mengetahui : ISIS suatu saat kelak berencana bermaksud untuk menghancurkan Meksiko sebagai basis Pangkalan mereka untuk bertempur tepat di depan halaman perbatasan rumah AS.   

Alasan dibalik meningkatnya Proyek Pembangunan Dinding Tembok Perbatasan AS-MEKSIKO dan Bertambahnya Peningkatkan Jumlah Pihak Penjaga Keamanan yg dilakukan oleh AS di Sepanjang Meksiko untuk menanggulangi kedatangan ISIS di Masa depan.


Artikel Lainnya :

Pada Bulan Agustus 2017. Presiden Trump mengatakan :


Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa Afghanistan tidak pernah menjadi tempat aman bagi terrorist yang ingin melakukan pembunuhan massal terhadap warga kami. Sahutnya

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU