Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Israel Reccelite Pod : Kamera Pesawat Pengintai Mata Mata (2018)


Mencari target musuh di daratan bukanlah perkara mudah. Sensor & Radar dapat membantu tugas tersebut. Tapi apa jadinya apabila mesin tank, mesin kapal, dan sinyal-sinyal electronik dimatikan oleh lawan.

Ibarat pepatah seperti mencari jarum ditumpukan jerami.

RECCELITE POD : KAMERA PESAWAT PENGINTAI MATA-MATA

Perusahaan senjata milik Pemerintah Israel, Rafael Advanced Defense System yg mampu meraup membukukan pendapatan hingga miliar dolar pertahun (triliun rupiah per tahun) dari aktivitas penjualan senjatanya. [NB : Bukan Pendapatan Bersih, belum dikurangi pajak, listrik, air, dll]

Pada tahun 2016 yg lalu telah memperkenalkan sebuah teknologi yg disebut ‘Reccelite Pod’.

Teknologi ini telah digunakan Battle Proven oleh angkatan bersenjata Israel Air Force untuk mencari mesin-mesin perang, Ground Control Sistem, dan infrastruktur pusat komando milik pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran yg tersebar luas di sepanjang Suriah untuk dihancurkan.   

Reccelite mampu melihat seorang tentara dengan jelas dari jarak 15 km

dan mampu melihat objek ukuran yg lebih besar nan mahal seperti tank, mobil tempur, truck peluncur roket, kapal, helikopter yg mendarat, infrastruktur pusat komando, dan kendaraan lapis baja APC lainnya dari jarak 80 Km.   


Untuk melakukan tugas pemboman, Data fotografi kemudian dapat diserahkan ke sensor lain melalui Litening sebagai system targeting pod presisi untuk penghancuran target.

Selama bertahun-tahun dan masih terjadi hingga saat ini, Radar & sensor menjadi perangkat utama untuk pengintaian dan pengawasan area luas. Diantaranya menggunakan Synthetic Aperture Radars.

Israel memandang teknologi tersebut terlalu terlampau sangat mahal. Anda juga tak dapat memasang atau menginstal alat mahal tersebut ke platform lainnya yg lebih kecil. Sehingga membutuhkan pesawat tempur khusus berukuran besar untuk menjalani pengintaian misi semacam itu.

Lagi-lagi biaya membangun pesawat khusus bukanlah sesuatu yg murah.

Contoh pesawat khusus pengintaian mata-mata adalah Boeing RC-135, E-3 Sentry, Black Bird, U2 Dragon Lady, Pesawat maritime P-8 Poseidon, dan lainnya-lainnya.







Alih-alih menggunakan banyak sekali sensor & radar untuk mendeteksi target di bawah yg terkadang juga tak terdeteksi akurat apabila lawan mematikan sinyal elektronik.  

Lebih hemat & tepat sebenarnya menggunakan kamera reccelite pod.

Foto : F-16 menggunakan Reccelite Pod
Memang benar Radar & Sensor memiliki banyak keunggulan, yaitu kemampuannya dalam mengumpulkan data ‘CITRA’ yg lebih besar dan mampu mengendus Kapal Selam atau sesuatu yang bersembunyi di balik kamuflase.

Tetapi sebenarnya teknologi-teknologi tersebut lemah di penglihatan ‘fisik nyata’. Alasan dibalik mengapa pesawat diatas yg dimiliki oleh Amerika Serikat sering banget terjadi friendly fire atau salah tembak sasaran.

Ditambah lagi dengan biayanya yg sangat mahal seperti pembahasan diatas.

Kamera memiliki keunggulan dapat melihat secara nyata di waktu nyata sehingga kesalahan & latensi berkurang. Kamera juga dapat memiliki kemampuan penglihatan siang malam & inframerah.  

Inilah yg dilakukan oleh teknologi Reccelite yg dikembangkan di Israel.


Pesawat tempur & pesawat drone, entah berukuran besar & kecil dapat dengan mudah menginstal di bawah sisi sayap tanpa penambahan aplikasi tambahan apapun.  

Kini segala jenis pesawat tempur dapat bertindak menjadi pesawat mata-mata yg handal.


Reccelite dilengkapi dengan ‘Data Link’. Sehingga apa yg dilihat oleh Reccelite dapat dikirim ke Pusat Kontrol yg berjarak ratusan km.

Di Kantor pusat (GES), banyak tentara-tentara lain sedang duduk menganalisis hasil rekaman video & jepretan secara realtime yg dikirim kemudian hasilnya kepada pilot yg bertugas untuk melakukan penindakan dengan melakukan peningkatan ZOOM. (Pembesaran Penglihatan).

Hasil fotografi juga dianalisis secara otomatis oleh algoritma disebut FLEXCAN untuk menemukan target-target lawan yg mencurigakan.

Reccelite mampu melaksanakan perekaman video & foto dengan stabil. Walaupun pesawat sedang bermanuver tinggi.

Reccelite dapat pula melakukan pemetaan wilayah geografi secara otomatis menggunakan model 3D.



Pesawat Tornado, pesawat AMX, dan pesawat Typhoon milik Pemerintah Italia (EU) telah menginstal teknologi Israel ini.   

Sedangkan Pesawat Gripen NG sedang menyusul untuk menginstal Reccelite menunggu persetujuan dari pemerintah Swedia (EU).

Di Israel, Pesawat Drone Heron1 telah menggunakan Reccelite untuk mendeteksi lautan. Dari pelanggaran kapal & perahu yg melanggar perbatasan kedaulatan.   


Spesifikasi :

Panjang : 220 cm

Diameter : 40,6 cm

Berat : 200 Kg

Resolusi : tak diungkapkan

Kemampuan penglihatan : diatas 80 km 

Artikel Lainnya :

TEKNOLOGI PRODUK YANG HAMPIR SAMA : SKYEYE


Reccelite bukan satu-satunya kamera pengintai yg dikembangkan di Israel.

Perusahaan Israel, Elbit System juga mengembangkan produk yg hampir sama. Yang disebut SkyEye.

skyeye.jpg (750×422) 

Namun produk ini memiliki keterbatasan jarak hingga seluas 18 km dan ketinggian penglihatan 4 km.

Tetapi handal merekam video & foto menggunakan sudut 360 derajat.

Skyeye menggunakan resolusi dual kamera 1.000.000.000 MP (1 miliar mega piksel).

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU