Langsung ke konten utama

10 Top Raja Perusahaan Cloud Computing Sentralisasi Terbesar di dunia (2018)


Pada era tahuan 90-an. Banyak orang menyimpan file document masih dilakukan secara manual melalui kertas dan tinta.

Tak heran mengapa kantor pemerintahan zaman dulu, rumah sakit, kantor pejabat, kantor PNS dan tempat dinas ayah saya bekerja, Dipenuhi oleh kertas-kertas yg bertumpukan di lemari perkantoran.

Sekarang, nampaknya beberapa orang telah beralih dari kertas ke perangkat hardware external dan flasdisk untuk menyimpan document. Seperti foto, video, text, gambar, dan dokument-dokument penting lainnya.  

Kehadiran transformasi digital dalam bentuk “Cloud Computing” kembali mengubah trend teknologi terbaru dari yg tadinya berbentuk hardware-hardware manual ke perangkat lunak.

Sehingga nantinya diharapkan semua orang dapat mengakses document tanpa perlu mengetahui infrastuktur perangkat keras yg ada didalamnya karena perusahaan-perusahaan tersebut yg mengelola di dalam server masing-masing.  

Perusahaan Amazon memiliki AWS, perusahaan Alphabet memiliki Drive & Google Cloud Platform dan Perusahaan Microsoft memiliki Azure. Ini merupakan pemain raksasa diranah cloud computing yg bergerak di bidang LaaS, PaaS, SaaS, Artificial Inteligence, Machine Learning, termasuk di cloud hosting website/blog.

Cloud Sentralisasi VS Cloud Desentralisasi

Memang masih banyak orang dan perusahaan-perusahaan menyimpan document dan file penting di hardware hardisk eksternal pada masing-masing PC mereka.

Hal ini karena ketakutan terhadap adanya kebocoran data apabila diintip oleh perusahaan cloud yg bersangkutan.

Perusahaan Cloud Computing dibedakan menjadi 2. Yaitu Cloud Sentralisasi dan...?

dan..., Cloud desentralisasi yg menggunakan teknologi Blockchain sehingga penyimpanan data document file pribadi tak mungkin dapat diintip oleh siapa-pun dan server cloud ini tersebar di seluruh dunia tanpa dikendalikan oleh pemain tunggal. Contohnya seperti Storj, Filecoin, Sia, Maidsafe, dll.

Pada tahun 2018. Terdapat lebih dari 3.971.000.000 miliar orang pengguna internet.

Kebanyakan data-data anda dan saya, seperti file, text, document, video, gambar, foto, hosting, kode, dll. Baik sadar maupun tak sadar. Telah disimpan oleh perusahaan cloud computing sentralisasi tersebut.  

Contoh tak sadar yaitu ketika kita berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan perawatan kesehatan. Rekam medis dilakukan melalui Cloud oleh perawat & dokter. Secara tak sadar, data anda tersimpan di perusahaan Cloud. Ini merupakan salah satu contoh saja. 

Ada kekwatiran terbesar banyak orang terhadap ‘privasi’.

Mengingat untuk perusahaan Amazon saja menguasai dunia hingga lebih dari 30%. Lalu disusul oleh Microsoft, IBM dan Alphabet Google.

Dominasi perusahaan cloud public sentralisasi dari urutan peringkat 1-5 apabila digabung menguasai hampir tiga perempat penyimpanan data di dunia ini pada tahun 2018.

Negara yg menjadi pelopor dibidang ini adalah Amerika Serikat, China dan Jepang. Terutama AS dan China saling kejar-kejaran.

John Dinsdale dari Kepala Analisis Synergy mengatakan :

Permintaan untuk layanan cloud terus tumbuh bermekaran, Perusahaan penyedia cloud merasa senang. Mereka menetapkan kecepatan yang sangat tinggi sehingga semakin tak mampu dikejar oleh perusahaan-perusahaan cloud yg kecil. Perusahaan kecil masih dapat bertahan dengan cara mencari focus di aplikasi spesifik. Inti secara keseluruhan, bisnis ini hanya dikuasai oleh perusahaan raksasa yang memiliki dompet tebal. Sahutnya.

Berikut daftar 10 top raja perusahaan cloud computing sentralisasi terbesar di dunia 2018 : 

1]. Amazon

Buatan : Amerika Serikat

Total Kekuatan keuangan perusahaan : $ 131 miliar dolar atau Rp 1.873 triliun rupiah (per 2017) (Nb : Amazon mengalami penurunan sementara karena banyak mengeluarkan uang untuk mengakuisisi perusahaan lain dan sedang mengembangkan teknologi-teknologi & penelitian riset baru)

2]. Microsoft

Buatan : Amerika Serikat

3]. IBM

Buatan : Amerika Serikat

4]. Alphabet (Google)

Buatan : Amerika Serikat

Total Kekuatan keuangan perusahaan : $ 197 miliar dolar atau Rp 2.817 triliun rupiah (per 2017)

5]. Alibaba

Buatan : China

Total Kekuatan keuangan perusahaan : $ 114 miliar dolar atau Rp 2.059 triliun rupiah (per 2017)

6]. Fujitsu

Buatan : Jepang

7]. NTT

Buatan : Jepang

8]. Oracle

Buatan : Amerika Serikat

Total Kekuatan keuangan perusahaan : $ 134 miliar dolar atau Rp 1.916 triliun rupiah (per 2017)

9]. Rackspace

Buatan : Amerika Serikat

10]. Tencent

Buatan : China

ANALISA + KESIMPULAN
Ruang bisnis cloud masih terbuka lebar dengan pertumbuhan yg terus meningkat dari hari ke hari. 

Penyebabnya tentu saja karena jumlah pengguna internet masih sedikit dan peralihan dari hardware ke perangkat lunak masih bertumbuh lebar. Khususnya diranah IoT (Internet of Think), Robotika, Mobil Otonom, Perkantoran (Office) dan Peralihan hosting tradisional ke cloud hosting dimana masih banyak pemilik website yg belum beralih ke cloud

Begitu pula dengan berbagai dinas-dinas pemerintahan, industry & perusahaan-perusahaan konvensional masih belum melakukan transformasi digital. Beberapa diketahui masih menggunakan kertas. 


Dari daftar diatas, Perusahaan yg dipimpin oleh orang terkaya di dunia #1 Jeff Bezos. Amazon terus menancapkan dirinya menjadi pemimpin #1 di cloud.

Disusul oleh Microsoft, Google Alphabet dan Alibaba. Sayangnya, IBM terus menurun. Apabila tak hati-hati maka peringkatnya dapat disusul oleh Google atau Alibaba.

Terdapat perusahaan dan startup-startup lainnya yg bergerak di bidang cloud computing. Sayangnya pangsa pasarnya hanya 20% dan berangsur-angsur berkurang -4% karena dilahap atau diakusisi oleh pemain raksasa berdompet tebal atau bangkrut karena kalah bersaing secara kompetitif.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post