Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cryptocurrency menghancurkan Bursa Saham dan forex tradisional (2018)

Sejak Blockchain dan Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 yg lalu.

Hari ini, nampak bahwa trend cryptocurrency telah mengganggu (distrub) mata uang konvensional, bank sentral, bursa saham, dan trading forex.

Cryptocurrency adalah masa depan bursa saham dan forex.

Bitcoin adalah penantang mata uang dolar yg serius.

Lupakan pelajaran tentang saham konvensional. seperti IPO, Emiten, Deviden, Nasdaq, Bursa Efek Indonesia (IDX), Forex, NYSE, dll.

Karena menurut saya sudah tak relevan lagi menanamkan modal investasi disana.

Mungkin bukan tahun-tahun ini ya, tetapi 20-30 tahun ke depan.


PERALIHAN
Raksasa Alphabet.inc (Google) yg memiliki total aset kekayaan hingga Rp 2.856 triliun.

Sudah mengetahui betapa berbahaya dampak teknologi cryptocurrency tersebut ke arah kelangsungan bisnis masa depannya.

Apalagi ketika Google melihat hadirnya penantang browser ‘BAT Brave’ yg menggunakan blockchain sebagai inti kode kekuatannya.


Tentu semua perusahaan tak ingin bangkrut bak mirip seperti kepunahan dinosaurus.  

Google memulai langkah cepat bekerja meluncurkan developer kit/SDK dApps pada platform Google Cloud dan sedang berjuang mengembangkan teknologi blockchain sendiri.

Beberapa tahun ke depan,

Saya percaya perusahaan Alphabet.inc (Google) muncul di Coinmarketcap.com bersanding dengan ribuan mata uang, token dan perusahaan-perusahaan desentralisasi/sentralisasi lainnya.

Begitu juga dengan nama-nama perusahaan besar lainnya seperti Apple, Amazon, Alibaba, Samsung, dll.

Investor besar maupun kecil dapat melakukan trading dan jual beli secara mudah melalui berbagai pasar bursa pertukaran market secara online.

Seperti di Binance, Indodax, HitBTC, Huobi, dll.


Blockchain dan Cryptocurrency siap menghancurkan lanskap dunia saham konvensional dan trading forex online tradisional.

Mulai dari UKM (usaha kecil menengah), toko kelontong, hingga raksasa internasional mulai mengadopsi ke arah teknologi ini.

Baru-baru ini, Para peneliti menemukan fakta mengejutkan bahwa ternyata cryptocurrency mirip seperti Wall Street.


Perdagangan jual beli di bursa pasar cryptocurrency memiliki data yg lebih spesifik, terperinci, akurat, detail dan real time.

Semua investor dapat melihat berapa besaran market cap dan perubahan harga dalam waktu hitungan detik.

Bagi mereka pemilik bisnis atau perusahaan yg menyukai go global. Dapat dengan mudah menciptakan bisnis-nya hadir melalui ICO (initial coin offering) atau menggunakan platform bantuan seperti Ethereum, Omni, Tzero, Zen Protocol, NEO, Waves, Qtum, Stellar, EOS, NXT, Colu, Bancor atau membuat teknologi blockchainnya secara mandiri.

Coba kita bandingkan dengan emiten yg pengen terdaftar di dalam bursa saham tradisional.

Prosesnya berbelit-belit & bersusah payah.

Walaupun sebenarnya hadir di bursa saham ala cryptocurrency memang mudah, Tapi untuk proses pertumbuhannya lumayan sulit memiliki kendala masing-masing akibat persaingan yg ketat. Terbukti ada begitu banyak perusahaan-perusahaan dan aplikasi kripto jatuh bergugur.

Artikel Lainnya :

 

Platform terpopuler untuk membantu bisnis hadir di blockchain tahun 2018 adalah Ethereum.

Ethereum bertindak kebanyakan berbasis aplikasi digital. Ada platform lain yg dapat membantu UKM agar hadir di dunia kripto. Yaitu menggunakan teknologi colu.

Pada tahun 2018. Colu mengklaim memiliki 1.500 perusahaan, organisasi, UKM, Komunitas, dan institusi terdaftar ke dalam jaringan kripto. Sedangkan coinmarketcap terdapat 1.695 coin dan token.

Sudah selayaknya mulai saat ini, kita mulai berinvestasi di bursa cryptocurrency.

Tinggalkan cara lama, beralihlah ke cara investasi yg lebih baru.


NB : Afrid Fransisco memiliki kepemilikan di Colu


 Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU