Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi semakin maju, apakah jumlah Ateis semakin meningkat dan agama punah (2018)

Jawabnya ‘Ngga mungkin’. Nampak data yg dirilis oleh PeW (Pew Research Center). Terlihat bahwa memang benar jumlah penganut ATEIS (Ateis adalah orang yg tak percaya agama, tak percaya surga & neraka dan tak percaya Tuhan, Tuhan dianggap dongeng mitos ketinggalan zaman).

PeW melansir pada tahun 2015.

Terdapat 2,3 miliar penganut agama Kristen, 1,8 miliar penganut agama Islam dan 1,2 miliar penganut Ateis. Kian hari ateis, terbukti pengikutnya membludak banyak bangeeeeet hampir tersebar diseluruh seanterio dunia. Termasuk Indonesia.

MENGAPA JUMLAH ATEIS MENINGKAT

Doktor Nigel Barber, seorang biopsikolog dari Irlandia, Uni Eropa yang meneliti keyakinan orang-orang di 137 negara menggunakan mekanisme fisiologis, genetik dan perkembangan zaman mengatakan :

Agama seperti agama Buddha, akan berakhir di banyak negara maju pada tahun 2041.

Science World Report mengatakan :

Jumlah pemeluk agama menurun karena orang menjadi kaya, kualitas hidup meningkat, penurunan penyakit serius, ilmu pengetahuan pendidikan yg tinggi dan kesejahteraan negara yang lebih baik.


Contoh seperti Jepang, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, dll. Dimana orang-orang disana banyak menjadi kaya secara pribadi, sehingga tak lagi tergantung dengan kekuatan supranatural.

Begitupun dengan penyakit.

Ketika uang & teknologi medis modern nan canggih dapat menyelesaikan masalah penyakit kita. Tanpa perlu lagi berdoa kepada Tuhan dan bencana alam dapat diketahui penyebabnya dengan ilmu pengetahuan.

Contoh : Gempa bumi disebabkan oleh karena gesekan atau runtuhnya lempeng patahan, banjir disebabkan oleh sampah menumpuk, longsor disebabkan oleh penebangan kayu. dll. Sehingga masalah bencana dapat diselesaikan dengan memberantas sumber permasalahannya. Tanpa perlu dikait-kaitkan dengan azab Tuhan.

Tak heran mengapa negara-negara disana banyak Ateis-nya.


Pada tahun 1983-2018 di negara maju United Kingdom saja, orang-orang Kristen yg menjadi Ateis meningkat naik 19%. Alasan mengapa saat ini gereja di UK banyak kosong.

Agama nenek moyang dianggap pertama kali muncul demi mengatasi kecemasan mereka, ketidakamanan dan ketidaknyaman. Sekarang orang Ateis meningkat karena banyak masalah dapat diselesaikan dengan uang, tak lagi butuh Tuhan.

Penulis buku Graham Lawton, How to be Human mengatakan :

Ketika kehidupan kita menjadi lebih stabil, masyarakat bisa menjadi tak berTuhan, karena kebutuhan kita terhadap agama menjadi memudar.

3 Agama kebal Ateis : Islam, Kristen dan Yahudi
Foto : Pemeluk agama Yahudi, Bintang Daud. Agama Yahudi dikenal unik karena kepercayaan ini hanya bagi ketururunan berdarah Yahudi saja, sedangkan bagi mereka yg menikah dengan warga asing disebut asimilasi generasi ke 2. terkadang tak dianggap sebagai Yahudi. Orang lain tak berdarah dan tak ber-DNA Yahudi dilarang memeluk agama Yahudi.
PeW pernah melakukan survei kepada umat Islam terhadap, apakah teknologi & tingginya ilmu pengetahuan membuat anda menjadi ateis.

Dari hasil didapat bahwa orang-orang Islam menganggap perkembangan teknologi seiring dengan ajaran Islam dan sesuai dengan Al-quran.



Proyeksi PeW Research Center mengungkap umat Islam justru meningkat menjadi 3 miliar pada tahun 2060.

Ini berbanding terbalik dengan agama-agama lainnya yg tiap hari terpapar berubah menjadi Ateis.

Kristen & Yahudi walaupun jumlah penganut agama-nya banyak yg menjadi ateis. Namun agama Kristen & Yahudi tiap tahun terus meningkat pula.


Agama Bahai, Jain, Sikh, Tao, Buddha dan Hindu diproyeksikan berkurang dari tahun-ke-tahun menuju ke titik terendah karena banyak yg beralih ke Ateis.

Seperti yg dibahas diatas, Teknologi & Ilmu pengetahuan memegang peranan penting terhadap perubahan akhlak manusia untuk menjadi ateis.

Sekarang, Ilmu pengetahuan mana yg mereka pegang, apakah ilmu yang salah atau ilmu yang benar.

~ Orang-orang Ateis percaya terhadap ilmu Charles Robert Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera berevolusi.


~ Orang-orang beragama percaya terhadap ilmu pengetahuan dari Universitas Basel yang menyatakan manusia berasal dari Adam dan Hawa setelah ilmuwan berhasil meneliti kode bar genetik jutaan manusia dan hewan. Sehingga menyimpulkan semua manusia keturunan Adam Hawa bukan kera/monyet.

~ Orang-orang Ateis percaya terhadap ilmu pengetahuan The Big Bang salah satunya karya Stephen Hawking dimana menyatakan alam semesta dan bumi terbentuk karena ledakan kebetulan, awalnya berupa gumpalan gas yg mengisi seluruh ruang jagad raya yang meledak dan gas-gas membentuk berbagai planet dan benda kecil lainnya.


~ Orang beragama percaya bahwa alam semesta & bumi diciptakan oleh Tuhan bukan kebetulan, Mustahil mencernanya melalui logika manusia karena Tuhan Maha Kuasa.

Jika teman-teman percaya terhadap ‘Charles Darwin’ dan ‘Stephen Hawking’ yg diajarkan disekolah-sekolah. Ada kemungkinan terbesar menjadi sosok Ateis di masa depan.

Tetapi apabila sekolah anda diajarkan oleh ilmu-ilmu dari ilmuwan yg percaya kepada Tuhan, maka kemungkinan terbesar agama tetap dipertahankan.

Semua ilmu tentang pilihan masing-masing orang…

Tapi kok orang-orang Ateis kebanyakan cerdas-cerdas ya

Sebuah penelitian yg dipimpin oleh Doktor Richard Daws dari Imperial College London mencoba mencari tahu tingkat kecerdasan antara orang ateis VS orang beragama. 

Dilibatkan peserta sebanyak 63.000 orang.

Hasil penelitian diterbitkan di Frontiers in Psychology.

Alamat link : 

https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2017.02191/full#h4

Hasil didapat bahwa ternyata orang ateis lebih cerdas ketimbang orang beragama. Penyebabnya orang Ateis mengandalkan ‘logika bukan intuisi’.

Teknologi semakin maju, apakah jumlah ateis semakin meningkat dan orang beragama punah

Jawabnya ‘Ngga mungkin’.

Foto : Ilustrasi anak berkemampuan khusus indigo. Tak semua orang memiliki bakat ini. 
Selama masih ada orang-orang seperti ustad-ustad yang mampu melihat hantu melalui penglihatan bathin, pendeta yg bisa mengusir setan dan para-para indigo berkemampuan indera ke 6 yg bisa mengetahui keberadaan hantu, jin, tuyul, kuntilanak, kuyang, dll.

Maka orang beragama tetap ada & eksis untuk selamanya hingga hari kiamat. Karena di kitab suci telah diajarkan bahwa arwah gentangan memang ada, maka Tuhan pun seharusnya ada.

Sebuah penelitian yg dilakukan oleh ComRes, sebuah peneliti dari lembaga Kristen menyatakan :


Orang-orang yang mengalami krisis keuangan, tragedi pribadi, terkena bencana alam, musibah supranatural dan alasan memilukan lainnya justru seperempatnya berdoa kepada Tuhan Yesus, bagi umat Islam mereka semakin teratur sholat dan berdoa kepada Allah Swt.

Alih-alih menjadi Ateis, iman mereka justru semakin kuat tak peduli seberapa cepat perkembangan teknologi & ilmu pengetahuan yg menyesatkan keimanan mereka. 

Tetap percaya Tuhan solusi utama bagi mereka. Semakin banyak bencana alam yang datang. Begitu pula mereka semakin istighfar & bertobat.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU