Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Israel Upgrate Iron Dome dengan tingkat akurasi tembakan mencapai 100% (2020)


Pemerintah Israel melalui IMDO melaporkan pada tanggal 12 Januari 2020 telah mengupgrate senjata pertahanan udara Iron Dome buatan perusahaan plat merah, BUMN Rafael Advanced Defense System.

Dalam simulasi tes, versi terbaru pembaharuan teknologi dari senjata Iron Dome diklaim sanggup melumpuhkan ancaman roket & rudal dengan tingkatan akurasi mencapai 100%.

Pini Yungman, dari kementerian pertahanan Israel di bidang direktorat organisasi penelitian & riset IMDO mengatakan :

Kami telah menyelesaikan serangkaian uji coba dengan tingkat keberhasilan 100%. Sistem mencegat semua ancaman yang disimulasikan di area percobaan dengan mensimulasikan ancaman masa depan yang dihadapi. Sahutnya.

Teknologi Apa Yang Baru & Tentang Iron Dome
 Iron+Dome.jpg (748×432)

Akurasi presisi Iron Dome ditingkatkan dari 85% menjadi 100%. Selain itu, rudal Tamir yang digunakan menjadi jauh lebih lincah berkerja optimal siang, malam bahkan cuaca buruk.

Iron Dome adalah senjata pertahanan udara berlapis-lapis milik IDF. Sistem pertama kali diciptakan pada tahun 2008. Beroperasi dengan melumpuhkan berbagai objek sasaran udara musuh seperti roket, artileri, rudal, pesawat drone terbang rendah, menembak helikopter, bahkan sanggup menembak rudal jelajah.

Jarak tembak Iron Dome berada dikisaran 1-70 km.


1 kelompok gugus batteries Iron Dome terdiri dari 5-6 unit peluncur launcher rudal, 1 unit radar Elta system EL/M-2084, 1 unit tenaga baterei listrik, 1 unit BMC, dan 1 unit communication.

1 unit launcher Iron Dome berisikan 20 rudal tamir. 1 unit rudal interceptor tamir seharga dikisaran angka Rp 500.000.000 juta rupiah – Rp 600.000.000 juta rupiah.

Pada tahun 2020. Israel memiliki 10 batteries Iron Dome. Rencana kedepan memproduksi 15 batteries hingga tahun 2024.

Iron Dome bertindak multifungsi. Tak hanya bertindak sebagai posisi stasioner. Melainkan, Iron Dome dapat pula diinstal pada VLS kapal perang yang disebut CDome (Iron Dome versi laut sebagai pertahanan kapal perang).

Dapat pula bersifat mobile dibawa kemana-mana menggunakan truck jenis apa saja.



Teknik penembakan Iron Dome sanggup menembak secara bersamaan (baca : bukan ditembak secara simultan seperti milik produk pesaing). Artinya jika diperlukan maka dalam waktu hitungan detik, 20 rudal di 1 peluncur Iron Dome sanggup terbang secara bersama-sama menghabisi target musuh.

Iron Dome merupakan salah satu pertahanan udara berlapis-lapis milik Israel disamping produk lainnya seperti Barak8 (jarak tembak 70 km – 150 km), David Sling (jarak tembak 150 km – 300 km), Arrow (jarak tembak luar angkasa untuk menembak jatuh rudal balistik dan satelit musuh) dan Sword Laser (senjata pedang laser) (jarak tembak 1 km – 2 km).

Intelijen Israel : Musuh Tahu Kelemahan Iron Dome


Musuh Israel seperti Hamas, Hizbullah, Iran dan tentara rezim Bashar al Assad. Sejak lama telah mengetahui bagaimana arsitektur pertahanan rudal multitier milik negara Zionis tersebut memiliki kelemahan fatal dalam menghadapi resiko rentetan serangan udara dalam penembakan skala besar.

Iran, musuh utama paling aktif di Israel terus berusaha melumpuhkan pertahanan Israel dengan cara menumpuk senjata-senjata canggih di Lebanon & Suriah dalam skala besar mencapai lebih dari 100.000 – 150.000 roket.

Menembak Israel hanya dengan 100 – 1000 roket per hari sama sekali takkan efektif karena pasti ditangkis oleh Iron Dome.

Oleh sebab itu, Iran sebagai pemimpin teknologi roket & rudal presisi di Timur Tengah dan penyokong pendanaan terus berusaha menumpuk-numpuk senjata-senjata canggih di perbatasan Israel dalam jumlah kuantitas besar. 

Dengan harapan menembakkan 150.000 rudal & roket tersebut dalam waktu 1 hari secara bersamaan.

Foto : Perkenalkan, nama aku ‘Noam’. Aku tentara IDF yang mengoperasikan kendali behind in the gun Iron Dome Defense System. Ketika ancaman roket & rudal musuh menyerang. Saya menembak jatuh untuk menyelamatkan banyak nyawa rakyat sipil orang-orang Yahudi, Israel.

Tantangan Israel melawan roket-roket kecil berukuran tembak 1-200 km sesungguhnya jauh lebih sulit dibandingkan melumpuhkan pesawat tempur, rudal jelajah, tank dan rudal balistik.

Ukuran fisik pesawat tempur, tank, rudal jelajah & rudal balistik berbody besar dapat dengan mudah terlacak & diidentifikasikan melalui pengintaian satelit luar angkasa. Sehingga lokasi, pergerakan & keberadaannya dapat dihancurkan terlebih dahulu melalui serangan udara IAF (Israel Air Force). Sebelum alustista musuh beraksi.

Tetapi untuk kategori roket & rudal kecil berharga murah itu sulit terlacak. 

Senjata-senjata ini dapat di transfer dari Iran ke proksi Lebanon & Suriah menggunakan pesawat komersial sipil dan diangkut melalui mobil truck traliler, truck tronton seperti Volvo, Hino, truck Mercedes buatan Uni Eropa & diangkut menggunakan truck Mitsubshi sipil buatan Jepang yang ditutup kain terpal.

Diluaran sana ada ribuan mobil truck bertutupkan terpal lalu lalang setiap hari di perbatasan Israel hanya berjarak batas 1 meter saja.

Salah satu truck sipil diantaranya menyamar membawa transfer senjata dari Iran menuju ke gudang bawah tanah, menuju ke bawah parkir gedung apartemen, menuju ke Masjid syiah di Lebanon, menuju ke terowongan bawah tanah, dan menuju ke tiap-tiap rumah penduduk sipil.

Sewaktu-waktu senjata tersebut siap ditembakkan kearah Israel.

Oleh sebab itu, mengapa upgrate senjata Iron Dome menjadi penting. 

Meningkatkan akurasi dari 85% menjadi 100% memastikan tingkat perlawanan maksimal. 

Pada gilirannya memberikan jeda waktu bagi pesawat tempur Israel membalas ke titik pusat peluncuran musuh saat itu agar tak menembakkan lebih banyak rudal & roket.

Youtube : Upgrate Iron Dome (2020)

Selama bertahun-tahun. IDF Israel Defense Force dan industri senjata di Israel terus mengembangkan berbagai teknologi sensor ISTAR, pencitraan canggih dan elektro optic canggih lainnya untuk menghadapi kekhawatiran musuh yang menggunakan tindakan jahat menjadikan warga sipil orang-orang tak berdosa sebagai tameng dengan cara menyembunyikan dirinya dan menyembunyikan senjata-senjata roket di rumah-rumah penduduk, di mall dan di pusat keramaian sipil.


Israel dapat saja dengan mudah meruntuhkan gedung & menghancurkan seluruh gudang-gudang persembunyian persenjataan tersebut melalui angkatan udaranya. Tetapi warga sipil seperti anak-anak & ibu-ibu warga Arab dipastikan turut menjadi korban keganasan serangan udara Israel.


Belum ada metode alternative lain saat ini. 

Apalagi musuh tepat berada di depan perbatasan.

Sehingga Iron Dome menjadikan pilihan terbaik untuk melindungi pertahanan jarak dekat.

Israel adalah pemimpin teknologi dunia untuk peperangan urban warfare.

Israel, Technion, industri militer dan jajaran universitasnya terus berusaha menciptakan senjata mutakhir berpresisi tinggi untuk memisahkan racun noda diantara kerumunan tak berdosa sehingga mengurangi jumlah kematian warga sipil Arab dan memastikan target musuh utama benar-benar dieleminasi. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU