Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gandum Israel Berteknologi Tinggi ini Tahan Terhadap Kekeringan (2015)

Bagi Sebagian Rakyat Indonesia. Mendengar Kata Istilah “GANDUM”. Mungkin agak terdengar asing ya. Padahal Sebenarnya, Gandum adalah Bahan Utama untuk Memproduksi Tepung Terigu, Pakan Ternak, Roti, dan Biskuit yg biasanya kita Konsumsi.  

Di Negara Indonesia Tercinta ini. Makanan Pokok Utama Rakyat Indonesia adalah Beras yg Berasal dari Tanaman Padi, Umumnya Tanaman ini membutuhkan Air Sawah dalam Jumlah yg Besar. Padi juga membutuhkan Perairan, Sungai, Bendungan dan Waduk. Apabila Sumber Daya Air Tersebut mengalami Kekeringan. Maka Bisa Gagal Panen dan Banyak Rakyat Pasti akan Kelaparan. Namun, ini ngga Terjadi dengan Tanaman berteknologi Tinggi milik Israel yg Kebal Terhadap Kekeringan. 



ASAL USUL & TANAMAN KEBAL KEKERINGAN
Pada Abad ke 19. Pada Masa Kekuasaan di Bawah Pemerintahan Kerajaan OTTOMAN (TURKI). Beberapa Petani Yahudi masih melakukan aktivitas dalam kegiatan tanam menanam.

Karena Lokasi Wilayah Petani Yahudi adalah Gersang, Tandus dan Kekeringan. Beberapa Petani Yahudi memikirkan cara bagaimana agar bisa efektif bercocok tanam di lahan kering agar bisa memenuhi kebutuhan makanan pokok sehari-hari mereka.

Alhasil, Ada Seseorang Yahudi yg Bernama “AARON AARONSOHN”. Beliau Kelahiran 1876. Ia adalah Peneliti Tanaman.


Pada Tahun 1906. Dalam Penelitian dan Perjalanannya di Gunung Hermon dan Rosh Pinna Galilea. Ia Menemukan Tanaman Gulma Liar yg disebut TRITICUM DOCOCCOIDES. Ia pun membawa Tanaman ini ke Laboratorium Penelitiannya Ketika itu. 1 minggu kemudian setelah di identifikasi. Ternyata Tanaman Liar ini adalah Nenek Moyang dari Gandum yg sudah di Gunakan Sejak Zaman Mesir Firaun dulu.  

Ia pun Terus Melakukan Penelitian Terhadap Tanaman ini. Ternyata Kesimpulan di dapat adalah Tanaman Liar ini Ternyata hebat. Ia mampu Tumbuh di Lahan Tanah yg Miskin Unsur Hara dan Kering. Ia juga bisa tetap bertahan walau air hujan hanya datang 1 kali seminggu. Dan Tanaman ini juga mampu bertahan dari Penyakit Stem Rust.

Pada Tahun 1909. AARON AARONSOHN meminta bantuan Pemimpin Yahudi Berpengaruh Kala itu untuk membantunya menghimpun Dana untuk Percobaan Pertanian Tanaman ini di Haifa dan Membantu dalam Biaya Modifikasi Genetik untuk Menghilangkan Unsur Liar-nya agar bisa dicocok tanaman oleh Manusia.

Ternyata Percobaan Pertanian ini Sukses. Tanaman ini Berhasil.


Pada Tahun 2015. Banyak Negara yg Mengadopsi Gandum Temuan AARON AARONSOHN ini sebagai Bahan Pokok Makanan. Aaron Berkontribusi untuk Kehidupan Banyak Manusia dalam memenuhi Kebutuhan Makanan Sehari-hari. Negara Seperti Jerman, Swiss, Italia, Albania, Ceko, bahkan sampai Amerika Serikat juga menanam Tanaman gandum ini dan dijadikan sebagai Makanan Pokok Utama.


Tanaman ini memiliki keunggulan Tahan Terhadap Kekeringan dan bisa menghemat kebutuhan Air bersih hingga berton-ton. Ini berarti Hemat Biaya. Tanaman ini juga memiliki Nutrisi Tinggi seperti Serat, Vitamin B1, B2, B3, B6, Asam Folat, Magnesium, Tembaga, Fosfor, Seng, Mangan, Selenium, Protein, Vitamin E, Zat Besi, Asam Lemak Essensial dan ngga memiliki Kolestrol.

Di Bawah ini ada Video Trailer Sejarah Asal Usulnya ya :


Baca juga

Masa Depan Berteknologi Komputasi

AARON AARONSOHN wafat Pada 15 Mei 1919.

Namun Jasa Beliau dalam Bidang Pertanian ngga berhenti disitu aja. ini Tetap Masih di Lanjutkan oleh Israel hingga saat ini. Salah Satunya adalah Perusahaan Teknologi NRGene Pemetaan Data Genom Keanekaragaman Tanaman. Yang melibatkan banyak sekali Ilmuwan Israel.

Israel menginginkan sebuah Tanaman Gandum yg Lebih Mutakhir Lagi. Dengan Alat Alat Pendukung Komputasi dan Algoritma Canggih. Dan dengan Penyilangan dengan Gandum-Gandum Varietas Unggul Lainnya yg Kebal Terhadap Kekeringan.

Israel, Walaupun Sebuah Negara Kecil nan Tandus. Israel Bangga Saat ini Bisa menjadi Salah Satu Negara Pemasok Makanan Pokok Sehat Bergizi Top Nomor 4 di Hampir Seluruh Penjuru Dunia. yg Bisa berkontribusi bagi Kehidupan Manusia hari ini dan kelak di masa depan nanti untuk mencegah Kelaparan di dunia Tahun 2050.


GBU