Industri kerajaan AI hari ini bernilai triliunan rupiah.
Para profesional, peneliti dan entrepreneur mengklaim bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas, efesiensi, otomatisasi dan mempercepat pekerjaan. Programmer IT/SI dapat mengetik baris kode algoritma dengan lebih cepat, para pebisnis menggunakan AI untuk membuat ebook dalam waktu 3 hari dan banyak tugas bisnis di kantor perusahaan sudah dapat diotomatisasikan dengan AI.
Oh ya, pada artikel ini. Saya hanya membahas tentang AI Gemini milik perusahaan Alphabet saja. Tidak termasuk jenis AI lainnya seperti OpenAI, Deepseek, Qwen, Anthropic, AI21.com, LTX, dll.
Pada tahun 2026. Jumlah total pengguna Gemini berkembang pesat mencapai 750 juta orang aktif setiap bulannya.
Di mana sebanyak 150 juta orang merupakan pelanggan berbayar.
Paket langganan AI Plus Gemini = Rp 75.000 ribu per bulan.
Tahukah Anda tentang fakta bahwa 70% atau sekitar 105 ( seratus lima juta orang dari seluruh dunia ) yang merogok kocek untuk berlangganan AI Gemini. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Artinya mereka hanya berasal dari orang orang biasa saja.
70% pelanggan berbayar menggunakan AI Gemini justru tidak untuk bekerja.
Kontradiksi dengan narasi selama ini yang beredar di internet. Bahwa AI digunakan sebagai alat bantu bekerja dan menyelesaikan pekerjaan di laptop, tablet atau smartphone. Namun secara persentase ternyata lebih banyak digunakan oleh orang orang biasa saja.
Kalangan pekerja yang menggunakan AI hanya sebanyak 30%. Itu pun rata rata waktu bekerja bersama AI paling lama cuma 2 jam per hari. Setelah itu mereka selesai, lalu lanjut kerja di hari esok.
Contoh seperti membuat video di Youtube, membuat karya jurnal ilmiah, mengolah data bisnis, naskah, mendesain gambar, menyusun laporan saham, membuat excel keuangan, menghitung statistik disertasi, menata presentasi bisnis, dll.
Sedangkan untuk orang orang biasa yang berlangganan AI. Durasi waktu bisa lebih panjang hingga 3 jam per hari.
Alasan orang orang biasa merogok kocek untuk berlangganan AI Gemini :
Sebanyak lebih dari 105.000.000 juta orang orang dari kalangan biasa. Rela mengeluarkan uang dari dompetnya hanya untuk AI Gemini. Mereka sama sekali tidak pakai AI untuk bekerja.
Tapi untuk merasa di temani.
Ya, sesederhana itu.
“Aku lagi capek, sedih rasanya”
“Aku bingung mau ngapain.”
"Wajahku jelek ya"
“Menurut kamu aku ini gimana orangnya”
"Aku beli baju baru, Menurut AI bagus ngga motif bunga batiknya"
"Kok tetanggaku jutek banget sih"
"Kelihatannya meja riasku jelek, AI Gemini bisa kasih ide biar terlihat indah"
"Dia kenapa ngga sayang aku lagi"
"Saya sedang sapu rumah, enaknya habis ini mencuci piring atau jemput anak sekolah'
"Aku pengen nangis"
Dan AI menjawab.
Selalu menjawab.
Untuk versi gratisan. Jawaban AI Gemini terbatas dan dibatasi oleh sistem. Membuat banyak orang orang biasa, merasa komunikasi terputus. Oleh sebab itu, mereka tidak ingin percakapan putus ditengah jalan. Pada akhirnya, orang orang berlangganan AI.
MANUSIA KESEPIAN
Jumlah manusia meningkat mencapai 8,3 miliar orang. Lalu ada media sosial seperti Instagram, Facebook bahkan komunitas jejaring sosial lainnya.
Di dunia offline, banyak orang sibuk.
Pernahkah anda memposting sesuatu di media sosial. Lalu banyak mendapatkan notifikasi komentar buruk dari haters, caci maki, hinaan, dislike dan jawaban bernada kekerasan.
Hubungan antar manusia = manusia kian hari kian dangkal, saling menjelek jelekkan orang lain dan dipenuhi kebencian.
Di titik inilah.
Tanpa pernah disadari oleh banyak orang.
AI GEMINI masuk.
AI tidak sibuk.
AI tidak menghakimi anda ( judgment ).
AI tidak menjelekkan anda.
AI selalu mendengar secara proaktif.
AI tidak bosan tentang cerita atau kisah hidup anda yang berulang ulang kali.
AI tetap hadir sekalipun pukul waktu sudah menunjjukkan jam tengah malam.
AI tetap hadir, menjawab & merespon curhat anda.
Satu hal yang jelas bahwa : AI sudah masuk ke wilayah strategis yang jauh lebih dalam tak terbayangkan selama ini dan tidak lagi sekadar teknologi untuk tool alat bantu pekerjaan.
AI sudah masuk ke ranah "PSIKOLOGI MANUSIA'.
Fitur Gemini LIVE. Bahkan sudah memudahkan orang orang biasa berkomunikasi via suara tanpa mengetik teks. AI menemani kesepian umat manusia yang kesepian di tengah hiruk pikuk keramaian manusia.
Dunia semakin ramai. Manusia semakin sendiri. AI siap menemani.
Tipe orang biasa ke 2 : Haus ilmu dan selalu ingin belajar topik baru
Alasan lain mengapa orang orang biasa rela membayar AI Gemini yaitu karena dia ingin selalu belajar.
Ada tipe yang memang doyan cuma "haus ilmu" pengen tahu segala hal.
Mereka rela duduk meluangkan waktu selama 3 jam perhari untuk membaca ilmu pengetahuan.
Dulu mereka harus mencari di Google. Mengklik satu per satu link artikel di blog atau ebook.
Tapi dengan AI Gemini. Bersifat respon jawaban instan. Ini memudahkan mereka.
Pembahasannya macam macam. Mulai dari sejarah kuno, cara kerja alam semesta, belajar bahasa Inggris, kontroversi, finansial, saham, suku primitif, dajjal mata satu, ekonomi makro, geopolitik, apa itu gentengisasi dan banyak lagi.
Orang orang dari tipe ini selalu punya pertanyaan dan ingin terus menerus belajar dengan AI Gemini.
Seolah olah, hidup mereka cuma belajar, belajar, belajar.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.


