Langsung ke konten utama

Begini Tampilan Gereja Online [Ibadah Kini Tak perlu lagi ke Gereja] (2018)


Perkembangan era digital semakin hari berkembang dengan pesat dan tak terbendung. Salah satu efek konsekuensinya yaitu menciptakan kehidupan menjadi lebih mudah, lebih murah, lebih efesien dan internet mampu membuat jarak seakan tak berarti.

Semua orang bisa dikatakan ngga bisa lepas dari yg namanya ‘teknologi’. Kita hidup saat ini ngga bisa lepas dari Smartphone, Gadget, Youtube, Facebook, Whatapps, Line, Instagram, dll.


Teknologi mengubah cara pandang gereja
Membangun infrastruktur bangunan gereja membutuhkan biaya yg sangat mahal dan biaya perawatan listrik, kebersihan, pendingin AC, dan air, yg begitu membebani tiap bulannya.

Gereja diharuskan menyediakan tempat duduk bagi banyak masyarakat yg beribadah. Ditengah pertumbuhan populasi penduduk yg semakin hari semakin bertambah banyak.

Apabila dihitung-hitung dengan nilai ekonomi.

Di masa depan, Gereja bisa kesulitan membiayai biaya operasional yg tinggi untuk mengaji pegawai dan beban tagihan lainnya.

Pada tahun 2007, Lifeway Research mengatakan bahwa 70% umat Kristen muda dari usia 18-22 tahun sudah berhenti menghadiri gereja secara teratur. Sehingga pemasukan anggaran gereja melalui persembahan menjadi berkurang.


 'Gereja Online’ bernama Saddleback Church mengatakan :

Satu keluarga di banyak lokasi, Yesus tidak mengajar kepada orang-orang yg terpinggirkan, Dia ada di segala lintas batas.

Gereja Life Church mengatakan :
Sebuah Gereja bukanlah berbentuk bangunan. Itu adalah orang-orang. Satu Gereja untuk banyak Lokasi.

Di Amerika Serikat saja, telah berdiri 500 gereja online. 

Seperti yg telah anda ketahui, tidak ada lagi bentuk bangunan fisik seperti gereja tradisional. Orang-orang kini tak perlu lagi ibadah hari minggu dengan pergi ke gereja.

Mereka bisa membuka website dan beribadah di rumah masing-masing tiap hari minggu atau hari lainnya. 

Penyedia layanan gereja online dapat beroperasi melalui kantor vitual yg disewa melalui Coworking Space. seperti Wework atau menyewa toko/ruko/kontrakan kosong untuk memulai kegiatan ibadah secara online. 

Cara Kerja Gereja Online & Persembahan Persepuluhan

Melalui khotbah online, orang-orang Kristen dapat mendaftar kemudian menonton pengajaran Kristen melalui bentuk video, artikel, audio podcast, video conference atau channel youtube yg disisipi dengan iklan untuk membiayai operasional.

Untuk meningkatkan pendapatan gereja daring, disediakan link rekening Bank donasi persembahan untuk menyuguhkan ayat alkitab tentang persepuluhan :

Contohnya seperti :

Kejadian 14:20, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

2 Korintus 9:7, Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Kejadian 28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."


Gereja online mengajarkan setiap orang Kristen dapat mempraktikkan keyakinan agamanya melalui internet. Perbedaan dasar gereja online dan gereja tradisional yaitu pada media fisiknya.

Di Amerika Serikat, Tiap 1 gereja online memiliki banyak anggota. Dalam beberapa kasus seperti pembaptisan, pernikahan, pengampunan dosa dan perjamuan kudus. Disediakan video interaktif secara live untuk saling berkomunikasi face to face dari jarak jauh.

Kemudian setelah selesai, Foto di posting di website.

Jay Kranda, Pendeta Digital bahkan ingin mempersiapkan Gereja Online yg dapat diakses melalui perangkat Nintendo. 


Untuk menciptakan identitas agar dapat disebut sebagai pengikut Kristen yg setia dan sungguh-sungguh dengan kerendahan hati.

Tiap rumah masing-masing penduduk dapat menyediakan patung, tempat berdoa, gambar Yesus dan gambar bunda Maria. Demi memastikan Live Interaktif dengan Pendeta atau Pastor online berjalan secara khusyuk. 

Contohnya seperti dibawah ini : 





Meskipun metode ini sekarang berkembang marak. 

Namun tak semua gereja setuju dan menganggap cara ini 'SALAH' karena kehadiran perkumpulan fisik jasmani diperlukan bukan didunia virtual.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post