Langsung ke konten utama

Kejahatan Anti-Semit Terhadap Orang Yahudi di Amerika Serikat Naik 58% (2018)

Foto : Orang-orang Yahudi Bintang Daud menangis kematian sahabatnya

Generasi Yahudi yang lebih tua tinggal di negara Amerika Serikat sebagai imigran telah memberitahukan kepada anak dan cucu mereka kisah nyata tentang penganiayaan yg dialami nenek moyang leluhur mereka ketika melarikan diri dari pembantaian penjajah portugis, pembantaian Pogrom di Eropa Timur dan pembantaian yg dilakukan oleh Presiden Hitler, Nazi di Jerman.

Yael Fisher, (umur 22 tahun) salah satu saksi mata saat kejadian penembakan 11 orang Yahudi. Terkejut untuk pertama kali dalam hidupnya.

Yael pernah membaca tentang Holocaust, itu sudah lama terjadi, dia merasa aman tinggal di AS. Kejadian tembakan Pittsburgh membuat dirinya shock, seolah-olah Holocaust terulang kembali tapi kali ini di AS.


Sontak, Yael Fisher merasa takut menjadi orang Yahudi, saya gugup. Sahutnya.

Yael Fisher mendengar pelaku berteriak : ‘Semua orang Yahudi harus (sensor)’.

PENEMBAKAN SINAGOGE TREE OF LIFE (27 OKTOBER 2018)

Pria bersenjata bernama Robert D Bowers, warga AS berkulit putih. Membawa senapan AR15, menuju ke rumah ibadah orang-orang Yahudi yang tak jauh dari rumahnya sekitar 25 menit.

Robert berhasil menewaskan 11 orang Yahudi dengan ditembak.

Kepolisian & pihak berwenang mengatakan

Serangan paling mematikan di komunitas Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat. Tindakan Robert mewakili sisi terburuk kemanusiaan. Sahutnya.

Foto : Robert D Bower
FBI menemukan postingan anti-semit Bowers dimana beliau menuduh orang-orang Yahudi mengendalikan negara Amerika Serikat.

Beliau juga diketahui marah terhadap presiden Donald Trump.

Trump adalah seorang globalis, bukan Nasionalis. (Presiden Trump) Dia itu adalah investasi orang-orang Yahudi.

Di rumahnya, FBI menemukan Robert mengoleksi 21 senjata mematikan.

Tak hanya menyasar Yahudi. Robert juga anti-muslim. Dia menginginkan Amerika Serikat tanpa kehadiran umat Islam di negaranya. 

MENGAPA ANTI-SEMITS YAHUDI LAHIR
  
Anti-Semits sebenarnya bukan hal asing di belahan bumi lainnya seperti di Jerman, Uni Eropa tempat kelahiran sang penguasa NAZI.

Kejayaan NAZI memang telah lama runtuh.

Namun kelompok NEO-NAZISME yg ingin menghidupkannya kembali pernah mengatakan

Orang-orang Yahudi tak bisa menggantikan (mengalahkan) kita.

Tak hanya NEO-NAZISME. Wabah Anti-Semits pun meningkat di Amerika Serikat.

Menurut peneliti, hal ini diakibatkan karena tak adanya keinginan untuk mengalah menurunkan ego. Menunjjukkan bahwa ras atau suku nasional merekalah yang lebih kuat, lebih berkuasa, lebih baik, dan lebih super power. Sehingga kaum atau ras lain minoritas yg ingin mencoba bersaing mengunggulinya harus dikalahkan.

Di Amerika Serikat, walaupun jumlah Yahudi sekitar 2% (sebanyak 5.921.000 orang Yahudi).

Namun diketahui, orang-orang Yahudi begitu menguasai diberbagai bidang di AS. Seperti teknologi, ekonomi, militer, sains, kedokteran, ilmu pengetahuan, media, persenjataan, startup, investor, ilmuwan, politik, bisnis, kesenian, dll.

Akibatnya menimbulkan kecemburan sosial bagi warga Amerika Serikat itu sendiri.

Apabila dikaitkan masalah ekonomi menjadi sensitive. Ceritanya menjadi lucu ketika pendatang imigran kok malah menjadi kaya dan lebih berkuasa dibandingkan warga asli lokal.  





Pada tahun 2017.

Terjadi 163 ancaman bom terhadap lembaga Yahudi yg dilakukan oleh warga AS, 1.015 kasus pelecehan terhadap orang Yahudi, 952 kasus mengganggu kediaman kenyamaan orang-orang Yahudi dan 19 kasus serangan fisik/pemukulan terhadap orang Yahudi.

Di Amerika Serikat,

Laporan FBI menyatakan kejahatan kebencian anti-Yahudi meningkat 58% dibandingkan tahun sebelumnya 2016. Disusul dengan kebencian anti-Islam sebesar 18%

Artikel Lainnya :


Hal yg sama juga ditulis oleh Adl.org

https://www.adl.org/news/press-releases/anti-semitic-incidents-surged-nearly-60-in-2017-according-to-new-adl-report
Youtube : Penembakan Sinagoge 2018

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post