Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

18 Tahun Tragedi Serangan Terorist Al-Qaedah ke Gedung WTC Amerika Serikat (2019)

11 September 2001.

18 tahun yang lalu pada pagi hari berbagai headline berita televisi menghiasi tragedi mematikan serangan Al-Qaedah ke simbol jantung pusat kota Amerika Serikat.

4 pesawat komersial sipil milik maskapai United Airline dan America Airline berkode Boeing 676 di bajak oleh anggota terrorist Al-Qaedah asal Afghanistan dengan menyamar menjadi penumpang.

2 pesawat sukses menghantam gedung WTC

1 pesawat sukses menghantam gedung departemen pertahanan, Pentagon Amerika Serikat

Sedangkan, 1 pesawat yang ingin menyasar gedung WHITE HOUSE. Gagal karena dipatahkan sehingga jatuh di lahan kosong daerah propinsi Pennsylvania.

3.000 WARGA SIPIL AS MENINGGAL DUNIA 

Serangan tersebut secara terang-terangan menyerang warga sipil tak berdosa. Hampir 3.000 warga sipil Amerika Serikat meninggal dunia.

30 menit saat kejadian. Pemerintah Amerika Serikat menghentikan seluruh penerbangan sipil di Amerika Serikat.

Sekitar 59 menit dan 1 jam 42 menit berlalu setelah ditabrak. 2 Gedung WTC hancur berantakan tak tersisa. Badai debu pun melanda.

Aktivitas ekonomi dan dunia saham Amerika Serikat lumpuh seketika.

Kerugian perekonomian, kerusakan infrastruktur dan penghancuran material akibat serangan terror ini begitu besar mencapai lebih dari $ 200 miliar dolar kala itu.

PEMBALASAN & PEPERANGAN 

Serangan Terror Al-Qaedah adalah penyerangan mematikan di sejarah Amerika Serikat setelah sebelumnya pernah dilakukan oleh Kekaisaran Jepang selama 78 tahun berlalu yang juga sukses menusuk pinggiran Amerika Serikat. 

Serangan Al-Qaedah di abad modern sukses menusuk ke dalam jantung pusat Amerika Serikat. Sama mematikan seperti 207 tahun yang lalu ketika serangan Kerajaan United Kingdom Inggris di tahun 1812 berhasil membakar Gedung Putih (Istana Kepresidenan AS) dan membakar Gedung United States Capitol.

2 hari sebelum serangan terror 11 September 2001. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menelpon Amerika Serikat. Dalam kontak telepon itu. Intelijen Rusia telah memperingatkan tentang deteksi tanda-tanda rencana teroris Al-Qaedah menyerang Amerika Serikat. Sayangnya, Pemerintah AS menolak & mengindahkannya.

Youtube : Serangan Pesawat Bunuh Diri Al-Qaedah

Al-Qaedah merupakan salah satu musuh bebuyutan Rusia sejak lama.

Dulunya, Amerika Serikat memberikan bantuan persenjataan, logistic dan uang kepada Al-Qaedah untuk memerangi Uni Soviet. (Sebelum berubah nama menjadi Rusia).

Namun pada 11 September 2001. Al-Qaedah berbalik menyerang tuannya sendiri, Amerika Serikat.

Tak lama setelah runtuhnya Gedung WTC.

Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Al-Qaedah. 


Kapal induk & tentara AS berserta negara sekutu dikerahkan untuk menginvasi Afghanistan. Hanya butuh 2 minggu untuk menguasai tiap-tiap ibukota di Afghanistan.

Setelah serangan ke Afghanistan. Amerika Serikat melanjutkan menyerang Irak.

Pemimpin Al-Qaedah, Osama Bin Laden kala itu berhasil ditangkap oleh pasukan khusus Delta Force yang bersembunyi di dekat pangkalan perbatasan militer Pakistan.

Tubuh Osama Bin Laden di seret oleh helikopter perang menggunakan tali gantung. Kemudian mayatnya dibuang ke laut dalam. Dengan tujuan agar tak ada orang-orang yang melayat ke kuburannya dan menganggapnya sebagai pejuang mati Syahid.

Sedangkan Saddam Hussein, ditangkap oleh pasukan infanteri AS sedang bersembunyi ketakutan di bawah kolong jembatan selokan jalanan sempit, kotor dan berbau. Saddam kemudian dieksekusi oleh rakyatnya sendiri.

Pada tahun 2014. Ketika Al-Qaedah melemah. Terjadilah perpecahan ideologi yang sudah digaungkan sejak 1999. Hal ini menyebabkan terbentuknya terrorist baru yang lebih ganas dengan prinsip yang lebih mengerikan. Yaitu ISLAMIC STATE atau ISIS.

Jika Al-Qaedah hanya berperang menyasar kepada Rusia, Israel, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa saja.

Maka, ISLAMIC STATE memiliki ideologi berbeda dengan tak hanya mengincar Rusia, Israel dan Amerika Serikat saja tapi pula mengincar seluruh sesama Islam sendiripun dibunuh karena dianggap ‘thaghut’ bersekutu dengan setan. ISIS berpandangan tak mungkin mengalahkan Rusia, AS, Israel, Eropa apabila tak memerangi umat Islam thaghut yang selama ini ditolak oleh Al-Qaedah karena memerangi atau menewaskan sesama Muslim itu mengerikan.

ISIS memiliki tujuan utama satu-satunya yaitu ingin mendirikan ulang Kekalifahan lintas batas di seluruh bumi yang salah satunya mengacu pada ayat surat Al-Baqarah ayat 208. Menciptakan negara dengan 100% Islam tanpa ada agama lain.  

***

Memperingati tragedi 18 tahun tragedi 11/09/2001.


Presiden Donald Trump mengatakan :

Jika mereka kembali menyerang negara kita. Kita akan memburu mereka ke mana pun dengan kekuatan penuh yang mana belum pernah dilakukan oleh Amerika Serikat sebelumnya.

Saya tidak mau berbicara soal nuklir. Namun, mereka tidak akan pernah melihat hal ini akan segera terjadi kepada mereka. Sahutnya.

Saat ini, Amerika Serikat sedang bersiap melanjutkan perang di ronde berikutnya.

Negara Iran yang dianggap mengancam keamanan tanah air dan penduduk AS.

Selanjutnya, Amerika Serikat sedang bersiap-siap menginvansi IRAN.

Kemungkinan besar, senjata nuklir B61 dikerahkan oleh Amerika Serikat untuk membombardir IRAN menggunakan pesawat siluman B-2. 

*** 

Keganasan militer Amerika Serikat dapat menjadikan musuh-musuh AS kembali ke zaman abad pertengahan. Lebih dari 507.000 ribu korban terorist-terorist di Afghanistan dan Irak tewas oleh persenjataan militer Amerika Serikat selama 2001-2018 menurut Watson Institute for International and Public Affaris.

Lebih baik berada dibawah sekutu Amerika Serikat, ketimbang menjadi musuh AS.


Youtube : Pesawat Siluman B-2 SPIRIT AMERIKA SERIKAT

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU