Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Corona Lebih Berbahaya daripada Perang. Dalam waktu 3 bulan membunuh 42.158 orang. (2020)


Perang dan Corona sama-sama mengerikan. Di negara Timur Tengah dan benua Africa hingga detik ini terus saja berkecamuk peperangan yang tak pernah berhenti.

Perang dan Corona memang 2 hal yang berbeda.

Namun tujuan utamanya tetap sama yaitu ‘kematian’.

Semua orang tentu takut dengan deru peperangan. Namun virus Corona nampaknya lebih buruk dan lebih menakutkan karena serangannya sama sekali tak kasat mata.

Corona telah menyerang lebih dari 180 negara.

Corona menebar ketakutan ke seluruh dunia.

Corona Pertama kali teridentifikasi di kota Wuhan, China pada Desember 2019.

Asal usul virus Corona dimulai ketika salah satu penduduk China mengkomsumsi sup hewan daging kekelawar. Virus patogen kekelawar kemudian masuk ke inang tubuh manusia, menginfeksi manusia. Kemudian virus melompat dari satu manusia ke manusia lain.

Pada Februari 2020. Badan lembaga WHO telah menyatakan dunia memasuki pandemik wabah global darurat akibat virus Corona.

Mike Ryan mengatakan :

Kita telah berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi atau tingkat penilaian risiko tertinggi dalam hal penyebaran dan dampak. Bangun, bersiaplah. Virus ini mungkin sedang dalam perjalanan. Anda harus siap. Anda memiliki kewajiban sebagai warga negara untuk bersiap. Sahutnya.


Corona Lebih Berbahaya daripada Perang.

Dalam waktu 3 bulan sejak kemunculannya. Penyakit pernafasan yang diakibatkan oleh Corona telah menewaskan 42.158 orang.

Jumlah korban berguguran begitu cepat.

Virus Corona tak memandang bulu. Apakah kaya, miskin, tua, muda, balita. Bahkan orang-orang kerajaan yang dianggap keturunan bangsawan darah biru seperti Pangeran Charles tak luput dari infeksi Corona.  


Kerusakan ekonomi

Tak hanya membunuh.

Virus Corona terbukti merusak ekonomi sebuah negara dan menyebabkan kelaparan massal di beberapa negara akibat isolasi lockdown karena persediaan makanan dan pembatasan logistik menjadi sulit dan mahal, inflansi melonjak, kurs mata uang menurun secara drastis dan jatuhnya harga nilai saham.

Di Indonesia. Jumlah orang terinfeksi mencapai 900 orang (per 26 Maret 2020).

Virus ini nampaknya masih menjalar.

Yang paling mengerikan, Corona membunuh bukan dengan peluru atau menggunakan suara tembakan tank atau pesawat tempur.

Namun serangannya berjalan begitu senyap dan terbang tanpa suara.

Efek paling fatal Corona adalah terputusnya logistik, kebangkrutan ekonomi, pemutusan hubungan kerja, peningkatan jumlah penggangguran akibat hilangnya kemampuan masyarakat dalam mencari uang dan makanan. 

Pada akhirnya menyebabkan "KELAPARAN MASSAL dan KERUSUHAN KEJAHATAN MASSAL".


Corona sama ganasnya seperti perang.

Selama hidup saya menulis artikel tentang militer. Belum pernah merasakan dan mencatat ada wabah mengerikan seperti Corona yang dimana dahsyatnya melebihi medan peperangan.

Dunia perlu belajar dari negara China. Bagaimana negara komunis ini pada Maret 2020 berhasil menurunkan kasus infeksi Corona dengan menggunakan teknologi canggih yang mereka miliki seperti drone, telehealtyh, penggunaan robot kesehatan, kesigapan pemerintahnya yang sangat cepat, tentara & polisinya yg hebat, dokter mereka yg hebat dan ilmuwan mereka yang piawai.

Namun belum jelas bagaimana dampak wabah Corona untuk beberapa bulan mendatang terhadap Indonesia.

Karena masing masing negara memiliki sikap berbeda-beda, sistem kesehatan, kemampuan militer, CBRN, dan ketahanan berbeda-beda.

Turut berduka cita terhadap mereka yang meninggal dunia.

Semoga virus cepat musnah.



Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU