Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Intip Pemerintah Israel Berperang Melawan Virus Corona Covid-19 (2020)

Bumi telah berubah dalam semalam karena COVID-19.

Corona Covid-19. Merupakan satu keluarga dengan virus Flu Spanyol, MERS, Flu Burung dan SARS.

Ditemukan pertama kali di China pada Desember 2019.

Virus COVID-19 berasal dari patogen penyakit kekelawar. Kemudian kekelawar berpenyakit tersebut di konsumsi oleh salah satu orang China.

Virus kekelawar menginfeksi di dalam tubuhnya, kemudian menginang, berkembang dan melompat ke manusia lainnya hingga mewabah ke seluruh penjuru dunia menjadi pandemik.

Sebagai informasi. Ternyata virus mematikan seperti HIV, Ebola, SARS, MERS dan ZIKA. Semua berasal dari hewan liar sebagai reservoir patogen.

Belum genap 4 bulan. (Desember 2019 - April 2020)

Virus COVID-19 made by China telah menginfeksi 1.431.000.000 juta orang dan menyebabkan 82.074 orang meninggal dunia. [ Desember 2019 - Per 8 April 2020 ]

Sasaran utama virus ini yaitu menyerang pernafasan paru-paru dan menggelabui sistem kekebalan tubuh manusia.

Corona Covid-19 menyebar melalui hembusan udara saat berbicara, bersin, batuk dan benda-benda terkontaminasi.


Berbagai negara berusaha keras untuk mengatasi virus penyebab penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya saat artikel ini ditulis.

Di Israel, virus Corona masuk pertama kali pada tanggal 21 Februari 2020 dibawa oleh aktivitas turis asal Korea Selatan dan Jepang yang terbaring tak berdaya di Sheba Medical Center.

Kemudian virus ganas tersebut menyebar luas menginfeksi 9.248 orang Israel. Menyebabkan 65 kematian. (Per 8 April 2020).

Pemerintah Israel tak pernah menganggap enteng segala sesuatu yang mengancam kehidupan rakyatnya.

Fakta sejarah mencatat bahwa Flu Spanyol menewaskan 100.000.000 juta orang. Sehingga COVID-19 yang 1 keluarga dengan Flu Spanyol sungguh tak boleh dianggap hal yang biasa. 

Berikut intip bagaimana pemerintah Israel berusaha sekuat tenaga berperang terhadap wabah pandemik ini untuk meminimalkan korban.

1]. Kampanye pembatasan skala besar dan social distancing


Perdana menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan kebijakan penutupan dan membatasi pergerakan orang secara massif.

Kebijakan ini melarang warga Israel merayakan pesta, keagamaan atau acara keramaian yang tak penting. Orang hanya boleh keluar rumah untuk membeli makanan, minuman atau melakukan aktivitas mendesak lainnya.

Kebijakan penggunaan masker, cuci tangan, lockdown dan social distancing turut dikampanyekan untuk menurunkan jumlah kasus orang orang yang terinfeksi.

Pemerintah Israel juga turut menerjunkan petugas disinfektan demi membersihkan lokasi kotor dan mengirimkan lebih banyak patroli polisi Zionis IDF untuk mengkomunikasikan warga tak keluyuran, tak berkerumunan saat tak penting dan memastikan menggunakan masker.

2]. Mengakftikan teknologi terlarang


Israel+cyber+crime.jpg (754×528)

Pemerintah Israel telah berkerjasama dengan perusahaan teknologi NSO Group untuk menyadap semua smartphone warga sipil Israel.

Bagi banyak orang. Teknologi NSO buatan Israel ini dianggap terlarang karena melanggar privasi. Tetapi perangkat lunak tersebut difungsikan untuk tujuan kesehatan demi menyelamatkan banyak nyawa.

Cara kerja teknologi ini yaitu dengan kekuatan pembobolan cyber. Iphone dan Android milik masyarakat Israel akan dibobol secara serentak. Kemudian dilacak dan dianalisis untuk melacak keberadaan orang-orang pasien yang pernah positif Corona.

Nanti, jika ada orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19. Maka petugas medis dan kepolisian menemui mereka untuk cepat merawat secara dini sebelum keadaan kritis.

NB : Update 24/4/2020 : Pemerintah Israel menghentikan teknologi NSO. Karena dianggap melanggar privasi. 

3]. Aspresiasi tepuk tangan untuk dokter & petugas medis



Garda terdepan dalam melawan COVID-19 bukan tentara. Melainkan dokter & petugas medis.

Oleh sebab itu, IDF (sebutan untuk tentara Israel Defense Force) dan pemerintah Israel menyatakan aspresiasi setinggi-tingginya kepada dokter dan petugas medis melalui tepuk tangan untuk jasa mereka yang tak ternilai harganya dalam menyelamatkan nyawa. Kadang-kadang mempertaruhkan nyawa terpapar dengan virus COVID-19.

4]. Unit 81 dan Talpiot Israel




Unit 81 dan Talpiot adalah sebuah program pendidikan akademik untuk orang-orang paling super cerdas Yahudi berotak mirip seperti Albert Einstein.

Terintegrasi dengan semua universitas Israel, Technion Israel Institute of Technology dan jaringan intelijen MoSSAD.

Orang orang paling cerdas di Israel ini dikumpulkan untuk berkerjasama dengan startup dan perusahaan teknologi Israel untuk menemukan dan menciptakan obat-obatan, vaksin dan teknologi canggih untuk mengalahkan CORONA.

5]. Peningkatan industri teknologi pertahanan militer untuk memerangi CORONA



Di berbagai negara banyak industri militer tutup (close) akibat Corona.

Tetapi hal ini kebalikannya di Israel.

Kontraktor pertahanan Israel justru lebih banyak merekrut insinyur dan ilmuwan untuk menciptakan sistem demi memerangi wabah COVID-19 di Israel.

Irit Idan dari Rafael Advanced Defense System. Mengkonfirmasikan bahwa mereka sedang menciptakan teknologi artificial intelligence (AI) yang disebut “Wisdom Stone”. Sistem ini memang sudah ada sejak lama di teknologi rudal Iron Dome. Tetapi nantinya digunakan untuk menentukan pusat serangan pasien Covid-19 yang sakit.

Di Israel, terdapat lebih dari 200 industri senjata. Perusahaan-perusahaan ini meraup miliaran dolar pertahun dan menjadikan Israel sebagai top peringkat #8 raksasa teknologi persenjataan terbesar internasional menurut SIPRI.

Semua insinyur & ilmuwan senjata di Israel telah berkomitmen untuk berperang melawan COVID-19 dan memastikan negara kecil Israel sanggup menghadapinya.



6]. Membeli mesin ventilator dan bahan baku obat di seluruh dunia

Pesawat El AI berkerja keras siang malam untuk membawa jutaan bahan baku obat, respirator, mesin ventilator, pakaian pelindung, alat pelindung diri (APD), jutaan alat medis, dll dari berbagai negara untuk memastikan persediaan tersedia di setiap rumah sakit Israel saat kelak terjadi peningkatan kasus luar biasa infeksi Corona.

Sebut saja, Ventilator.

Mesin pernafasan ini kini mulai langka karena jumlah pasien semakin membludak.



Jadi pemerintah Israel memborong ventilator di berbagai negara dengan mengerahkan intelijen Mossad menggarisbawahi bahwa ventilator mencukupi untuk membantu pasien bernafas melawan COVID-19.

Tanpa mesin ventilator yang menyediakan oksigen. Bakalan banyak orang meninggal dunia sia-sia.

Oleh sebab itu, Pemerintah Israel bergerak sangat cepat memborong mesin ventilator ini dimanapun ia berada.

7]. Inovasi pertempuran membasmi virus Covid-19



Lockdown dan social distancing di abad modern takkan sanggup menghentikan virus Covid-19 seperti sejarah kisah Flu Spanyol di masa lalu saat transportasi masih terbatas.

Satu-satunya cara menghadapi Covid-19 adalah dengan menyerang pusat inti virus tersebut ke dalam intinya.

Peneliti, ilmuwan dan insinyur terhebat di butuhkan untuk mengalahkan COVID-19. Virus ganas di abad modern yang belum pernah terjadi sebelumnya saat kita lahir di abad ini.

Sejarah pandemik Flu Spanyol telah menjelaskan betapa menakutkan virus berwujud super kecil ini yang sanggup menimbulkan kepanikan, kegelisahan, ketakutan bahkan hampir memusnahkan banyak negara-negara Eropa kala itu.

Pemerintah Israel telah meminta semua perusahaan obat-obatan, perusahaan medtech, biotech, industri senjata, universitas, lembaga penelitian dan semua startup asal negeri kaum Zionis tersebut untuk bersatu berinovasi bertempur melawan CORONA dengan mengalokasikan sumber daya dan tenaga untuk menciptakan vaksin, obat-obatan dan teknologi canggih untuk meredakan Covid-19.

Bagi startup baru memulai diberikan modal pendanaan awal oleh pemerintah Israel senilai $ 23.000.000 juta dolar.. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU