Kenapa Drone VTOL Bersayap Nomad Lockheed Martin Amerika Serikat Dapat Membuat Kapal Induk LHD Menjadi Tidak Berguna (2026)
Pada tahun 2024 yang lalu. Saya pernah menulis artikel tentang pentingnya Amerika Serikat mengurangi jumlah kapal induk dari 20 unit menjadi hanya 10 unit saja.
AS lebih baik hanya memiliki kapal induk dari varian CVN bertenaga nuklir. Daripada alih alih AS menggunakan kapal induk LHD yang menurut saya merupakan kapal induk nanggung banget, jadi lebih baik dibuang saja ke bak sampah.
Ingatlah, jangan amnesia dan jangan pura pura lupa bahwa utang pemerintah Amerika Serikat sudah mencapai angka fantastis yaitu $39 triliun atau setara Rp 655.000 triliun.
Dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 120%.
Pentagon dan kementerian perang AS harusnya berpikir realistis bukan malah memperbesar budget anggaran militer.
Jika tidak ada efesiensi di anggaran militer pada kementerian perang AS. Maka tidak menutup kemungkinan jumlah utang AS di masa depan dapat meningkat hingga Rp 800.000 triliun rupiah akibat pemborosan berlebihan.
Itu bikin beban finansial mencekik APBN dan bisa melumpuhkan ekonomi AS dari dalam.
Revolusi Nomad Lockheed Martin : Pendobrak Dominasi LHD.
Amerika Serikat tidak butuh banyak kapal induk.
10 kapal induk dari kelas kategori Carrier Vessel Nuclear (CVN) sudah cukup tanpa perlu memiliki satupun kapal induk kelas LHD ( Landing Helicopter Dock ).
Perusahaan Lockheed Martin telah memperkenalkan drone VTOL bersayap Nomad.
Ini jawaban atas inefisiensi. Tanpa bergantung landasan pacu ( runway independent ).
Inilah alasan keunggulan drone Nomad :
1. Transformasi Kapal Destroyer menjadi "Mini Carrier".
Selama ini, menempatkan pesawat tempur F-35B VTOL di dek kapal destroyer seperti kelas Arleigh Burke memiliki sedikit hambatan dan agak kesulitan.
Hal ini diakibatkan karena bobot pesawat F-35 terlalu berat, logistik ribet dan semburan panas mesin jet.
Nomad mengubah permainan. Ukuran drone ini ringkas dan ringan.
1 hanggar kapal destroyer dapat memuat 2 unit drone Nomad dan 1 helikopter Black Hawk sekaligus. Artinya, setiap kapal perusak AS kini memiliki taring angkatan udara sendiri.
2. Payload diatas 500 kg
1 Nomad mampu membawa total payload (bom dan rudal) hingga di atas 500 kg.
Ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk drone serang VTOL.
Dengan kemampuan otonom dan durasi terbang yang lama maka drone Nomad bisa melakukan misi serangan jarak jauh.
3. Efisiensi APBN
Mengoperasikan 1 kapal induk LHD memerlukan ribuan personel, tentara, staff MBG dan biaya operasional yang mencekik APBN.
Sedangkan kapal destroyer hanya memerlukan lebih sedikit personel dan biaya.
4]. Mendukung strategi Distributed Lethality yang terdesentralisasikan.
Jika musuh berhasil merudal 1 kapal induk LHD. Itu adalah bencana dan AS bisa mengalami banyak kerugian. Tapi jika musuh berhasil merudal 1 kapal destroyer. Itu kerugiannya tidak sebanyak LHD. Bahkan jika musuh bisa menembak jatuh drone Nomad. Itu bisa diproduksi ulang di pabrik Lockheed Martin.
Nah dengan menyebarkan drone ke kapal destroyer secara terdesentralisasi.
Maka mendukung Distributed Lethality ke unit unit yang lebih kecil.
Sehingga fungsi proyeksi daya udara tidak lagi eksklusif milik kapal induk LHD/LHA yang lebih besar. Membuktikan bahwa kapal destroyer yang kecil bisa melakukan serangan udara mematikan melalui drone otonom dengan biaya yang lebih murah dan efektif.
Sekarang keputusan ada di tangan pemerintah Amerika Serikat.
Pilih HEMAT atau BOROS.
Jangan bilang.
Pejabat :
Kalau bisa boros, kenapa harus hemat.
Kenapa pilih paket hemat ketika ada kesempatan buat pejabat bisa pakai APBN buat belanja K/L yang boros agar dapat point fee dari anggaran pemborosan tersebut.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.