Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 Ramalan Malapetaka kutuk Tuhan Yesus kepada bumi (Sebagian peristiwa sedang terjadi) (2018)


Di tangan saya ada buku ‘Alkitab’ yg telah saya pegang sejak 1999 – 2018. Jadi, tak mungkin ada orang lain yg mengubah tulisan ini, karena buku kitab ini tersimpan rapi di atas meja saya selama 19 tahun.

Menarik banget membaca Alkitab, karena ada kalimat per kalimat yg relevan pada setiap ayatnya yg terjadi di bumi.

Dulu saya ngga kepikiran, tapi kok rasa-rasanya ada sesuatu yg sedang terjadi yg hampir mirip dengan ramalan atau nubuat tersebut.

Tuhan Yesus mengatakan di Matius 24 : 7-8, berbunyi :

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Yesus marah kepada manusia, karena manusia banyak berbuat dosa, banyak guru-guru mengajarkan agama palsu yang menyimpang dari kebenaran, banyak orang yang melakukan percabulan atau pergaulan bebas, banyak orang menjadi ateis sehingga tak mau mengenal Allah, banyak orang masih menyembah patung yg terbuat dari tanah, kayu, emas dan perak.

Sehingga Kutuk seperti penderitaan kelaparan, gempa bumi, dan perang dinyatakan Tuhan untuk manusia. Tapi itu hanyalah permulaannya saja.


Berikut, afrid menemukan ada banyak malapetaka dahsyat susulan bencana lainnya yg diberikan oleh Tuhan kepada manusia yg tak ingin bertobat.

1]. KEBINGUNGAN MENGHADAPI TSUNAMI

Lukas 21 – 25

Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Gelora laut adalah bencana tsunami yg menyapu bibir pantai dengan air yang mengalir deras. Bencana ini banyak terjadi di seluruh dunia. Indonesia pernah mengalami tragedi mematikan menghadapi tsunami di Aceh pada tanggal 24 desember 2004. Dimana menewaskan lebih dari 200.000 ribu orang.

Tsunami terkadang membuat banyak orang kebingungan menghadapinya. Apakah terjadi tsunami atau tidak. Sehingga orang banyak panik berlari-lari ketempat tinggi.

2]. MANUSIA SALING MEMBUNUH

Wahyu 6 : 4

Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ayat ini menggambarkan malaikat Tuhan bersama dengan kudanya memberikan kutuk kepada bumi agar manusia saling berperang satu dengan yg lainnya, saling membunuh satu dengan yg lainnya dan negara lain saling menghancurkan sehingga tak ada kedamaian di bumi.

Mengerikan apabila membaca ayat ini, karena telah terjadi.

Silahkan teman-teman searching di google keadaan di Myanmar, India, Suriah, Palestina, Israel, Mesir, Irak, Afghanistan, Sudan, Somalia, Libya, Niger, Yaman dan negara-negara benua Africa lainnya. Teman-teman dapat membuktikan kebenaran Alkitab bahwa manusia telah semakin membunuh. Bahkan PBB kesulitan menciptakan perdamaian.

3]. HARGA JUAL BERAS di KALANGAN PETANI ANJLOK, DI KALANGAN PEMBELI, BERAS TERASA MAHAL

Wahyu 6 : 5-6

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.

Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini merupakan teka-teki, yang berarti harga pokok kebutuhan pangan akan dibuat rusak oleh malaikat yang memegang timbangan. Timbangan artinya adalah ekonomi. Sedangkan gandum dan jelai artinya adalah makanan pokok. Di Indonesia, makanan pokok adalah beras.

Jadi teka-teki Alkitab ini menggambarkan bahwa petani akan kesulitan menjual hasil panen beras karena harganya yg anjlok tak sesuai dengan biaya produksi, sehingga petani menderita kemiskinan dari sisi ekonomi. Begitu pula dengan masyarakat yang membeli beras, secupak artinya segenggam tangan. Secupak sedinar artinya mahal. Banyak orang kesulitan membeli beras karena tak ada lagi uang sehingga menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu. Artinya, biaya produksi untuk minuman anggur WINE. Termasuk minyak kelapa sawit, minyak zaitun, minyak tanah, minyak jagung, dan minyak bunga matahari. Tak dirusakkan oleh sang malaikat.

4]. PEPERANGAN, KELAPARAN dan PENYAKIT MENULAR

Wahyu 6 : 8
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Perang, kelaparan dan penyakit menular terus terjadi tak henti-hentinya. Di tempat lain, ular, macan, harimau, kalajengking, hiu, laba-laba beracun, singa, kuda nil, anjing rabies, buaya, gajah, ubur-ubur, dan hewan buas lainnya. Membunuh banyak manusia.

Slamet rajarjo, Fakultas kedokteran hewan UGM menyebut mengapa banyak hewan membunuh manusia karena faktor habitat alaminya dirusak.

5]. GEMPA BUMI SEMAKIN SERING TERJADI

Wahyu 6 : 12

Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah

Gempa bumi terus terjadi, menyebabkan banyak orang sembunyi di goa, di bunker dan sembunyi dibawah meja karena takut runtuhannya menimpa mereka. Gempa ini menciptakan rumah-rumah dan gedung-gedung saling hancur menyebabkan ledakan runtuhan mengeluarkan percik api dan kebakaran. Menyebabkan matahari terlihat hitam oleh terhalang asap hitam dan bulan terlihat merah seperti darah karena tertutup asap kebakaran akibat hancurnya banyak rumah karena gempa bumi tersebut.

6]. PUNAHNYA 1/3 POHON-POHONAN + RUMPUT-RUMPUTAN DI BUMI MENJADI TANDUS KERING

Wahyu 8 : 7

Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.

Darah disini diartikan sebagai kematian atau kepunahan. Malaikat ini menumpahkan kutuknya kepada bumi sehingga 1/3 pohon-pohonan dan rumput-rumputan menjadi kekeringan akibat ketandusan.

Dimasa depan apabila manusia masih saja melakukan perbuatan dosa. Tuhan Yesus dapat membuat 1/3 negara-negara lain menjadi tandus kering kerontang tanpa tanaman dan tanpa tumbuh-tumbuhan.

Serem membaca ayat ini karena manusia hidup melalui hasil yang diberikan oleh tanaman. Kalau tanaman menjadi tandus maka banyak orang mengalami kelaparan.

7]. 1/3 LAUT MENJADI KERING KERONTANG

Wahyu 8 : 8

Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah,

dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.

Sepertiga dari laut itu menjadi darah diartikan sebagai kematian atau kepunahan ikan-ikan dan hewan laut. Binasalah sepertiga dari semua kapal artinya 1/3 laut mengalami kekeringan total.

Membayangkan laut kering kerontang, rasanya ngga masuk akal ya. Karena di bangku sekolah kita diajarkan oleh guru tentang efek rumah kaca atau pemanasan iklim global warming yg dapat menyebabkan kenaikan air laut akibat pencairan es di kutub utara dan kutub selatan.

Namun, saya menemukan bukti bahwa laut & danau memang berangsur-angsur mengering.

Baca juga :


8]. PENCEMARAN SUNGAI

Wahyu 8 : 10 – 11

Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Pahit artinya beracun atau tercemar. Maka 1/3 dari sungai-sungai dan mata-mata air yg berada di bumi tercemar oleh polusi. Manusia yang meminum air sungai tersebut dipastikan meninggal dunia akibat sakit penyakit seperti gatal-gatal dan kanker. 

Meteor bintang dari luar angkasa yang jatuh menyala-nyala seperti obor bernama Apsintus, menjadikan pencemaran sungai semakin bertambah parah. 

9]. HUJAN BADAI dan MEMUDARNYA SINAR BINTANG-BINTANG DI MALAM HARI

Wahyu 8 : 12

Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Saya pernah diberitahukan oleh seseorang yg pernah tinggal di pedalaman hutan Kalimantan. Kata beliau, kok ketika saya ke kota, malam hari disini kok tidak terlihat sinar bintang-bintangnya. Malam langit di kota kok gelap sekali.   

Saya : memang disana bintang-bintang bagaimana..?

Beliau : oh, terang sekali, galaksi bintang terlihat, malam seperti siang. Kita bisa berjalan dihutan walaupun tanpa lampu senter karena diterangi oleh cahaya bintang.

Mendengar perkataan beliau saya teringat tentang wahyu 8 : 12. Ternyata Alkitab penuh dengan kebenaran.

Kemaren, saya menonton televisi channel National Geografi. Memperlihatkan keadaan bumi melalui stasiun luar angkasa. Ternyata setiap hari, dibelahan bumi lain terjadi hujan badai dan gemuruh petir disiang hari sehingga mengubah terang menjadi gelap.

Begitu juga di malam hari, lampu-lampu kota memadamkan keindahan bintang-bintang di langit. Alasan mengapa teleksop pengamat bintang berada di jarak jauh berkilo-kilometer dari perkotaan dan pedesaan.

10]. SERANGAN ALIEN (UFO) (TANPA MEMBUNUH MANUSIA)

Wahyu 9 : 1 - 12

Tahap ini sudah mulai menakutkan. 

Muncul makhluk berekor kalajengking, wajahya mirip seperti manusia, giginya seperti harimau, tubuhnya berompi-rompi, ototnya menyerupai kuda. 

Alkitab mengatakan bahwa serangannya berlangsung selama 5 bulan atau 150 hari tanpa membunuh manusia, cuma menyakiti saja. Serangan alien menyasar 1/3 bumi dengan jangka waktu yg telah ditentukan oleh Tuhan Yesus. Kemudian Alien pergi ke luar angkasa.



11]. SERANGAN  ROBOT AI

Wahyu 9 : 12 – 20

Tahapan poin #11 lebih menakutkan. Apabila poin #10 hanya menyakiti saja tanpa membunuh. Maka tahapan ini telah masuk dalam kategori membunuh.

Gambarannya seperti video youtube dibawah ini. 

1/3 manusia dipastikan meninggal dunia akibat pasukan malaikat ganas ini. Sasarannya kepada orang-orang berdosa saja. Malaikat ganas ini nantinya berbentuk seperti 'Hantu'. Dapat menyeret manusia di dalam kegelapan, memindahkan pisau, mendorong manusia terjatuh, dan menerkam manusia sampai mati di malam hari.

poin #11 ini udah sangat menakutkan banget.

Tapi Alkitab mengatakan manusia tetap aja masih berbuat dosa. 


Malapetaka yg tertulis di artikel ini ternyata masih berupa pemanasan saja untuk memberikan peringatan kepada manusia.

Ada 7 tulah susulan lainnya yg mirip seperti terjadi di Mesir yang diketahui lebih ganas dari 11 malapetaka ini. Sepertinya, artikel saya kepanjangan. cukup sekian dulu ya.

baca :

7 ramalan malapetaka Tuhan Yesus kepada bumi (Jilid II) tanpa pengampunan bagi orang berdosa.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU