Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Agama Terbesar di Korea Selatan (2019)


Korea Selatan mewabah hampir dibelahan dunia. Banyak orang menjadi fans setia Blackpink, Superjunior, SNSD, G-Dragon, IU, BoA, Jung Yunho, dll sebagainya.

Ya, Korea Selatan selain terkenal dengan produk teknologi smartphone SAMSUNG-nya.

Negeri ginseng ini juga menjadi pelopor musik Kpop, fashion, dan drama-drama film yg menghipnotis banyak orang dari seluruh negara.

Pernah kita bertanya-tanya, apa sih agama orang-orang ‘Korea Selatan’. Berikut daftarnya

Ateis (Tak Beragama) [ 27.498.715 juta orang ] 

Karena tingkat ilmu pendidikan mereka tinggi, orang Korea Selatan semakin marak memutuskan untuk menjadi ateis atau tak lagi peduli tentang agama. Karena Tuhan dianggap sudah tak lagi relevan di zaman teknologi now. Begitu hasil penelitian.

Pada tahun 2015. Terdapat 56% orang korea selatan tak beragama sebanyak 27 juta orang. Lembaga riset PEW (Pew research Center) meliris penelitian bahwa pada beberapa tahun ke depan, jumlah ateis di Korea Selatan segera membengkak mencapai 60%.

Hasil yg sama ditemukan oleh riset peneliti Gallup. Warga Korea Selatan semakin malas ber-Tuhan.

Kristen Protestan [ 9.676.000 juta orang ] 

Youtube : Lagu Rohani Kristen Protestan asal Korea Selatan

Kristen Protestan tiba di Korea pada tahun 1884 atau abad ke 18.

Dibawa oleh misionaris medis dan pendeta asal Amerika Serikat yg juga mendirikan universitas, panti asuhan, dan rumah sakit.

Dirumah sakit Kristen, Min Yong ik disembuhkan dari penyakit. Sebagai imbalan terima kasih, raja mengizinkan misionaris melakukan pekerjaannya disana untuk melakukan kristenisasi.

Berbondong-bondong, misionaris asal Amerika Serikat yg lain berdatangan dan merekrut banyak orang untuk dikonversi ke Kristen Protestan.

Penyebaran Kristen Protestan kali ini dilakukan dengan mulus tanpa ada banyak halangan permusuhan sosial. Karena misionaris Katolik membuka jalan mudah untuk penyebarannya yg sudah jauh hari dilakukan sebelumnya dengan membuka kran kerjasama dengan pemerintah kerajaan yg memperbolehkan.

Pada tahun 2016. Di laporkan sebanyak 27.000 misionaris dilatih untuk terus mengkonversi dan melayani penginjilan tentang Tuhan Yesus kristus agar terus disebar lebih luas lagi demi menjangkau banyak jiwa.

Samuel Moffett, Professor theological dari Amerika Serikat mengatakan : Orang-orang Korea adalah penginjil alami. Mereka suka menceritakan kabar baik.

Jumlah pemeluk ajaran Kristen Protestan di Korsel mencapai 9.676.000 juta orang atau sekitar 19%.

Kristen Katolik [ 3.890.000 juta orang ] 

Kristen Katolik tiba di Korea Selatan pada tahun 1603 atau abad ke 16.

Di bawa oleh misionaris Yesuit Matteo Ricci dan pejabat-pejabat katolik yg pernah kontak di luar negeri.

Pada awal proses Kristenisasi, banyak pendeta dibunuh, dihukum dan dieksekusi oleh penganut agama tradisional lokal dan oleh perdukunan di Korea.

Pembalasan pun terjadi. Ketegangan semakin meruncing ketika banyak orang-orang korea pada abad ke 17 diculik, dibunuh dan dipaksa agar masuk Kristen untuk bertobat kepada Tuhan.

Pembakaran kuil, pelarangan perdukunan, dan penghancuran patung-patung penyembahan dilancarkan oleh gereja saat itu.

Penetrasi penyebaran Kristen semakin menyebar tak kala banyak orang Korea menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yg didirikan oleh orang-orang Kristen dan berobat di rumah sakit yg didirikan oleh orang-orang Kristen.

Sehingga banyak warga lokal memandang bahwa Kristen itu baik dan berjiwa nasionalisme karena memajukan negaranya melalui intelektual.

Jumlah pemeluk ajaran Kristen Katolik di Korsel mencapai 3.890.000 juta orang atau sekitar 7%.

Pemimpin tertinggi Korea Selatan, Presiden ‘Moon Jae in’ berasal dari Katolik Roma.

Buddha [ 7.619.000 ] 

Agama Buddha pertama kali hadir di Korea Selatan pada tahun 372 atau abad ke 4. Ajaran ini terpengaruh oleh budaya asal China.

Sayangnya, tiap tahun pemeluk Buddha di Korsel berangsur-angsur berkurang secara drastis. Apabila tak diantisipasi. Dalam kurun waktu kedepan, agama ini bisa menuju ke era kepunahan.



Artikel Lainnya :
  

Islam dan Lain-lainnya [ Kurang lebih 100.000 ]

Islam masuk ke Korea Selatan pada tahun 1950.

Murni karena urusan komersial perdagangan saat melakukan perjalanan melalui jalur sutera.

Pada awalnya terlihat aneh bagi masyarakat lokal dengan memandang kebiasaan umat Muslim yg lain dibandingkan yg lainnya, seperti sholat 5 waktu, kerudung jilbab dan makanan-makanan Halal.


Seiring zaman, orang-orang Korsel sudah tak asing lagi dengan Islam.

Beberapa orang Korea Selatan memutuskan menjadi mualaf tanpa adanya pemaksaan dan siksaan. Pertumbuhan muslim meningkat dari waktu ke waktu walaupun tak cepat seperti proses kristenisasi. Islam tumbuh perlahan demi perlahan tanpa perlu memaksa.

Tetapi Masjid dan Moshula semakin banyak berdiri di negeri ginseng tersebut. Seoul Central Mosque di Itaewo adalah salah satu yg terbesar . 


Agama asli kuno mistik tradisional Korea Selatan seperti Won, Konfusianisme, Chendo, Daesun, Jinrihoe, Daejongsisme, Hindu, Shinto dan jeungsanisme masih ada yg mempertahankannya namun jumlahnya semakin kecil menuju era kepunahan di Korsel. (Kurang dari 0.1%).

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU