Langsung ke konten utama

100 Daftar Perusahaan Militer Terkaya di Dunia (2018)

Perdagangan senjata merupakan bisnis menggiurkan dengan menghasilkan miliar dolar. Namun persaingan diranah ini terkenal begitu kompetitif.

90% startup atau usaha rintisan yg bergerak di bidang militer dinyatakan gagal, bangkrut dan kesulitan berkembang karena tak ada modal pendanaan yg mencukupi untuk membangunnya ke tahap yg lebih tinggi.

Sebaliknya, perusahaan raksasa militer terus menancapkan dirinya menjadi lebih besar dari sebelumnya dengan mendirikan anak-anak perusahaan yg lebih banyak dan bergerak menyasar ke berbagai bidang non-militer.

Sehingga tak ada kesempatan lagi bagi startup-startup militer kecil yg baru memulai untuk berkembang.


AKUISISI SEMAKIN MARAK

Perusahaan militer raksasa dengan dana melimpah ruah menunjjukkan aksinya untuk saling mengakusisi atau saling melahap perusahaan-perusahaan lain yg lebih kecil dengan membelinya, kemudian mengambil ToT (transfer of Technology) dan hak paten.


Ada pula perusahaan-perusahaan raksasa militer dengan kekuatan finansial ekonominya yang super besar, Dengan sengaja membuat persaingan ketat hingga membuat pesaingnya jatuh bergugur kedalam dilema kebangkrutan atau krisis duit.

Inilah yg disebut dengan ‘perang dagang’, khususnya di perdagangan senjata dengan membuat perusahaan lawannya tak mampu mendapatkan penghasilan profit dari ekspor internasional.

Daftar produsen perusahaan militer terkaya di dunia di dominasi oleh negara Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, United Kingdom, Israel, India, Korea Selatan, Turki, Singapura, Jepang, Brazil, Ukraina, Africa Selatan, Swiss, dan Australia.


Lockheed Martin, industri manufaktur milik swasta Amerika Serikat yg bergerak di bidang produksi pesawat tempur F-35, kapal perang, satelit, roket luar angksa, radar, elektronik, cyber IT, dan peluru kendali.

Dinobatkan sebagai perusahaan militer terkaya no #1 di dunia tahun 2018.

Berikut 100 daftar list lengkap perusahaan senjata terkaya di dunia dengan profit yg diambil dari data tahun 2017 yg lalu.

1. AS Lockheed Martin ( Rp 695 triliun rupiah )


2. AS Raytheon ( Rp 340 triliun rupiah )

3. United Kingdom Inggris BAE System ( Rp 325 triliun rupiah )

4. AS Northrop Grumman ( Rp 310 triliun rupiah )

5. AS Boeing ( Rp 296 triliun rupiah )

6. AS General Dynamics ( Rp 281 triliun rupiah )

7. Uni Eropa Airbus ( Rp 162 triliun rupiah )

8. Rusia Almaz Antey ( Rp 133 triliun rupiah ) 

9. Uni Eropa Thales ( Rp 118 triliun rupiah )

10. Uni Eropa Leonardo ( Rp 113 triliun rupiah )

11. AS United Technologies ( Rp 115 triliun rupiah )

12. AS L3 Technologies ( Rp  114 triliun rupiah )

13. AS Huntington ingalls ( Rp 104 triliun rupiah )

14. Rusia United Aircraft Corp UAC ( Rp 91 triliun rupiah )

15. AS Leoidos ( Rp 77 triliun rupiah )

16. United Kingdom Inggris Rolls Royce ( Rp 68 triliun rupiah )

17. AS Booz Allen Hamilton ( Rp 63 triliun rupiah )

18. Uni Eropa Naval Group ( Rp 61 triliun rupiah )

19. AS Harris Corporation ( Rp 61 triliun rupiah )

20. AS Textron ( Rp 60 triliun rupiah )

21. AS Honeywell ( Rp 60 triliun rupiah )

22. AS General Electric Aviation ( Rp 59 triliun rupiah )

23. Korea Selatan Hanwha ( Rp 57 triliun rupiah )

24. AS Bechtel ( Rp 52 triliun rupiah )

25. Rusia Tactical Missiles Corporation ( Rp 52 triliun rupiah )

26. United Kingdom Inggris GKN Aerospace ( Rp 51 triliun rupiah )

27. Uni Eropa Rheinmetall ( Rp 50 triliun rupiah )

28. Israel Elbit System ( Rp 49 triliun rupiah )

29. AS Babcock International ( Rp 49 triliun rupiah )

30. AS Orbital ATK ( Rp 48 triliun rupiah )

31. AS AECOM ( Rp 47 triliun rupiah )

32. Uni Eropa SAAB ( Rp 46 triliun rupiah )

33. Uni Eropa KNDS ( Rp 45 triliun rupiah )

34. AS CACI international ( Rp 44 triliun rupiah )

35. AS SAIC ( Rp 43 triliun rupiah )

36. Rusia Russia Helicopter ( Rp 43 triliun rupiah )

37. AS Perspecta ( Rp 43 triliun rupiah )

38. India Hindustan Aeronautics ( Rp 43 triliun rupiah )

39. Israel Aerospace Industries IAI ( Rp 36 triliun rupiah )

40. Singapura ST Engineering ( Rp 34 triliun rupiah )

41. Israel Rafael Advanced Defense Systems ( Rp 34 triliun rupiah )

42. AS Rockwell Collins ( Rp 33 triliun rupiah )

43. Jepang Mitsubishi ( Rp 32 triliun rupiah )

44. Uni Eropa  Dassault ( Rp 31 triliun rupiah )

45. AS Aerojet Rocketdyne ( Rp 27 triliun rupiah )

46. Rusia Uralvagonzavod ( Rp 27 triliun rupiah )

47. AS Oshkosh Defense ( Rp 27 triliun rupiah )

48. Rusia CRET JSC Concern Radio Electronic Technologies ( Rp 24 triliun rupiah )

49. United Kingdom Inggris Cobham ( Rp 23 triliun rupiah )

50. Jepang Kawasaki Heavy Industries ( Rp 23 triliun rupiah )

51. Korea Selatan LIG Nex1 LG Corporation ( Rp 23 triliun )

52. AS KBR ( Rp 23 triliun rupiah )

53. Uni Eropa Safran ( Rp 22 triliun rupiah )

54. AS Dyncorp Internasional ( Rp 21 triliun rupiah )

55. Turki Aselsan ( Rp 21 triliun rupiah )

56. AS Dyncorp ( Rp 20 triliun rupiah )

57. AS Accenture ( Rp 19 triliun rupiah )

58. AS Mantech ( Rp 18 triliun rupiah )

59. India Bharat Electronic ( Rp 18 triliun rupiah )

60. United Kingdom Inggris Serco ( Rp 17 triliun rupiah )

61. AS Fluor ( Rp 16 triliun rupiah )

62. AS PAE ( Rp 15 triliun rupiah )

63. AS Vectrus ( Rp 14 triliun rupiah )

64. Turki TAI Turkish Aerospace Industries ( Rp 14 triliun rupiah )

65. Jepang NEC ( Rp 14 triliun rupiah )

67. Australia Austal ( Rp 14 triliun rupiah )

68. United Kingdom Inggris Ultra Electronics ( Rp 13 triliun rupiah )

69. Brazil Embraer ( Rp 13 triliun rupiah )

70. United Kingdom Inggris Ultra electronic ( Rp 13 triliun rupiah )

71. United Kingdom Inggris Meggit ( Rp 13 triliun rupiah )

72. AS Cubic ( Rp 13 triliun rupiah )

73. Ukraina Ukroboronprom ( Rp 12 triliun )

74. Ruag Switzerland ( Rp 12 triliun rupiah )

75. Jepang Mistubishi Electric ( Rp 12 triliun rupiah )

76. AS Curtiss wright ( Rp 12 triliun rupiah )

77. United Kingdom Inggris Qinetiq Plc ( Rp 12 triliun rupiah )

78. Kanada CAE ( Rp 12 triliun rupiah )

79. AS Engility ( Rp 11 triliun rupiah )

80. AS Viasat ( Rp 11 triliun rupiah )

81. Uni Eropa Kongsberg ( Rp 11 triliun rupiah )

82. Uni Eropa Indra ( Rp 10 triliun rupiah )

83. AS Ball ( Rp 10 triliun rupiah )

84. Africa Selatan Denel ( Rp 10 triliun rupiah )

85. AS Day Zimmermann ( Rp 10 triliun rupiah )

86. Israel IMI System ( Rp 10 triliun rupiah )

87. AS AAR ( Rp 9 triliun rupiah )

88. United kingdom Inggris Chemring ( Rp  9 triliun rupiah )

89. Jepang Toshiba infrastructure System ( Rp 9 triliun rupiah )

90. Uni Eropa Diehl Defense ( Rp 9 triliun rupiah )

91. Uni Eropa Patria ( Rp 8 triliun rupiah )

92. AS Battelle ( Rp 7 triliun rupiah )

93. Korea Selatan Hyundai Rotem Company (Rp 7 triliun rupiah )

94. Jepang Fujistu ( Rp 7 triliun rupiah )

95. Uni Eropa Nammo ( Rp 7 triliun rupiah )

96. Turki Roketsan ( Rp 6 triliun rupiah )

97. Turki Savunma teknologjileri muhendislikve ticaret ( Rp 6 triliun rupiah )

98. AS Telephonics ( Rp 6 triliun rupiah )

99. Jepang Komatsu ( Rp 5 triliun rupiah )

100. Jepang OKI electric industry ( Rp 4 triliun rupiah )

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post