Skip to main content

India ujicoba mencicipi perdana membeli senjata buatan Israel PULS senilai $ 35 juta dolar atau Rp 584 miliar rupiah [ serangan roket yang mampu menyerang musuh hingga jarak 300 km ] ( 2026 )

Youtube : Teknologi Israel PULS

Selama ini India terjepit dalam konflik bermusuhan dengan dua tetangga nuklirnya. Yaitu Pakistan dan China.

Secara khusus, militer China dikenal memiliki alutsista mutakhir yang canggih dan Pakistan menjadi salah satu pengguna setia produk senjata made by PKT China.

Pada bulan Januari 2026. Pemerintah India telah menandatangani pembeliaan senjata ke perusahaan Elbit System Israel untuk membeli sistem peluncur roket PULS. 

Tetapi malah memicu pertanyaan besar dikalangan pers India. Mengapa pemerintah India membeli senjata Israel padahal sudah punya kebanggaan sendiri yang disebut PINAKA dan BRAHMOS. 

Diversifikasi alustista di Tengah Ancaman Ganda ( CHINA + PAKISTAN ). 

India membeli PULS buatan Israel dengan nilai sebesar $ 35 juta dolar atau Rp 584 miliar rupiah

Platform PULS dapat disesuaikan kebutuhan menggunakan truck lokal pilihan India. 

Ini menjadi pembelian PULS perdana bagi India untuk mencicipi rasa teknologi Israel.

PULS ( Precise & Universal Launching System ) adalah peluncur multi kaliber yang dapat menembakkan berbagai jenis proyektil roket dari berbagai ukuran. 

Pemerintah India membeli PULS mencakup 3 tipe. Yaitu

  1. Accular: Jarak tembak 1 – 100 km.

  2. Extra: Jarak tembak 1 – 150 km.

  3. Predator Hawk: Kemampuan serangan jarak jauh 1 – 300 km.

Sebenarnya, PULS kompatibel dengan peluncur drone kamikaze bunuh diri Skystriker ( jarak serangan 1 – 265 km), namun pada tahap ini di tahun 2026, India memutuskan untuk tidak menyertakan Skystrike dalam paket pembelian.

Secara taktis, PULS diciptakan oleh Elbit System untuk melengkapi artileri ATMOS

Jika artileri ATMOS hanya mampu memberikan tembakkan presisi pada jarak 1 km - 40 km saja, maka PULS menutupi celah kekosongan dan mengambil alih dominasi pertempuran dari jarak 40 km hingga 300 km.

Dalam kerangka kebijakan aturan & hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah India dalam undang undang MAKE BY INDIA. PULS tidak boleh dibangun sepenuhnya di Israel. Perusahaan Elbit System  diwajibkan menyerahkan sebagian blueprint dan (ToT) ke perusahaan manufaktur persenjataan lokal India NIBE ( perusahaan yang sebelumnya bernama Kavita Fabrics dan tercatat di bursa saham NSE).

NIBE ditunjjuk oleh pemerintah India menjadi pihak yang bertanggung jawab memproduksi PULS di India menggunakan tenaga kerja karyawan lokal anak anak bangsa India dan demi memenuhi aturan TKDN ( tingkat komponen dalam negeri ).

Pemerintah India telah menyadari bahwa mengandalkan PINAKA & BRAHMOS saja tidak akan mampu memberikan efek deterrence yang maksimal. Apalagi India sudah paham dengan jelas tentang ketidakmampuan mengimbangi superioritas teknologi China. 

Mengutip publikasi New Indian Express, PULS bukan cuma sekadar pembelian senjata, melainkan strategi besar untuk memperkuat posisi India di perbatasan. Dengan mendiversifikasi persenjataan ke teknologi Israel, maka India mengirim sinyal kuat kepada Partai Komunis China dan Pakistan bahwa India dilindungi oleh pertahanan dan penyerangan berpresisi tinggi, akurasi tinggi dan mematikan buatan Israel. 

Sedangkan, Pinaka dan brahmos tetap diproduksi untuk menjaga kedaulatan lokal India. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.