Skip to main content

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x

8 negara pengekspor senjata pencabut nyawa terbesar di alam semesta ( 2026 )

Jika berbicara tentang industri senjata. Lembaga SIPRI hampir selalu dijadikan rujukan oleh akademisi, jurnalis media, hingga analis pengamat militer di seluruh dunia.

SIPRI atau Stockholm International Peace Research Institute yang berkantor pusat di Swedia ( EU ) kembali merilis laporan tahunan tentang aliran ekspor persenjataan global pada tahun 2026 yang merujuk pada data perdagangan senjata tahun 2025.

Saya ( Afrid Fransisco ) selalu berusaha mencoba melihat angka statistik dengan penuh kehati hatian untuk mencegah adanya bias kepentingan geopolitik dan kepalsuan data yang seringkali sepenuhnya tidak mencerminkan realitas & fakta nyata dilapangan.

Sebagai contoh :

SIPRI menyebut bahwa Amerika Serikat menguasai sekitar 42% pangsa ekspor senjata global. Namun secara pribadi saya percaya bahwa angka tersebut lebih tinggi dari 50%.

Kedua yaitu adanya teknologi AI. Metologi SIPRI hanya menghitung penjualan perangkat keras militer ( pesawat tempur, drone, kapal, tank, artileri, dll ).

Lalu penjualan biaya langganan digital untuk perangkat lunak AI milik Amerika Serikat. Seperti Palantir Technologies, Anthropic dan OpenAI. Tidak dihitung oleh SIPRI. 

Begitu pula perangkat lunak digital militer AI milik Israel. Seperti Odysight AI, Rayzone.com, Wiserlabs.ai, Kelasys Technologies, AI21.com, NSO group, dll. Tidak dihitung oleh SIPRI.   

Ketiga yaitu SIPRI sering memasukkan perdagangan senjata antar sesama kawasan European Union sebagai ekspor. Akibatnya negara seperti France, Germany, dan Italy terlihat memiliki pangsa ekspor yang relatif besar dengan perolehan masing masing 9,8%, 5,7% dan 5,1%.

Padahal kenyataannya jika internal Uni Eropa dihitung terpisah. Maka angka persentasenya akan setengah jauh lebih rendah dari yang dilaporkan. Alhasil, menyebabkan nilai persentase Rusia dan China menjadi tampak kerdil ( kecil ). 

Padahal seharusnya angka Rusia + China sewajarnya lebih tinggi. Disinilah data SIPRI menjadi ngawur dan bias karena ada kepentingan terselubung Uni Eropa untuk memalsukan penyajian data.

Walaupun begitu. Laporan SIPRI tetap memberikan gambaran yang menarik tentang toko senjata global.

Ketegangan Geopolitik di Dunia Yang Tidak Waras.

Perang antara Rusia vs Ukraina. Selama 4 tahun yang sudah membunuh 1,8 juta tentara & polisi dan membunuh kurang lebih 16.000 orang sipil dari kedua belah pihak. Nampaknya perang belum berhenti dan terus berlanjut. 

Disisi lain, perang antar negara lain masih terjadi diberbagai zona.

Mathew George dari SIPRI mengatakan : 

"Pengiriman ke Ukraina sejak 2022 adalah faktor yang paling jelas, tetapi sebagian besar negara Eropa lainnya juga mulai mengimpor senjata dalam jumlah yang jauh lebih banyak untuk memperkuat kemampuan militer mereka terhadap ancaman yang dirasakan semakin meningkat dari Rusia". Sahutnya. 

Itu pada akhirnya menyebabkan banyak pemerintahan di seluruh dunia meningkatkan anggaran militer karena was was was dan kwatir.

Alhasil memicu banyak negara memutuskan untuk membeli senjata.

Perlu diketahui bahwa daftar negara pengekspor senjata tidak banyak.

Mayoritas negara di dunia merupakan pengimpor ( pembeli senjata ) dan tidak dapat memproduksi senjata sendiri karena kerumitan teknologi hightech.

Amerika Serikat di abad modern masih menjadi penguasa raja senjata #1 di alam semesta yang tak tertandingi dan posisi hedegomi AS belum pernah tergeser sejak perang dunia ke II.

Pieter Wezeman dari SIPRI mengatakan :

Bagi importir, senjata AS menawarkan kemampuan canggih dan cara untuk membina hubungan baik dengan AS, sementara AS memandang ekspor senjata sebagai alat kebijakan luar negeri dan cara untuk memperkuat industri senjatanya, seperti yang sekali lagi ditegaskan oleh kebijakan 'America First' dari pemerintahan Trump". Sahutnya.

Berikut 8 peringkat negara pengekspor senjata terbesar menurut SIPRI.

1]. Amerika Serikat menguasai 42%. 

3 negara terbesar pembeli senjata AS meliputi 1]. Arab Saudi, 2]. Ukraina, 3]. Jepang.

2]. Ferancis menguasai 9,8%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Ferancis meliputi 1]. India 2]. Mesir, 3]. Sesama negara Uni Eropa.

3]. Rusia menguasai 6,8%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Rusia meliputi 1]. India 2]. China, 3]. Belarus.

4]. Jerman menguasai 5,7%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Jerman meliputi 1]. Ukraina 2]. Mesir, 3]. Israel.

5]. China menguasai 5,6%. 

3 negara terbesar pembeli senjata China meliputi 1]. Pakistan 2]. Serbia, 3]. Thailand.

6]. Italia menguasai 5,1%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Italia meliputi 1]. Qatar 2]. Kuwait, 3]. Indonesia.

7]. Israel menguasai 4,4%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Israel meliputi 1]. India 2]. Uni Eropa, 3]. Amerika Serikat.

8]. United Kingdom ( UK Inggris ) menguasai 3,4%. 

3 negara terbesar pembeli senjata Inggris meliputi 1]. Qatar 2]. Amerika Serikat, 3]. Ukraina.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.