Skip to main content

Pertama di dunia : Israel sequentech [ Teknologi pemilu demokrasi berbasis blockchain & teknik kriptografi untuk memilih presiden, walikota dan pejabat pemerintah lainnya dengan biaya hemat APBN dan rakyat ngga usah keluar rumah ] ( 2026 )

Selama ratusan tahun, rakyat di berbagai negara masih menyelenggarakan pesta demokrasi dengan mengunjungi TPS.

Antri duduk manis sekitar 20 menit. Sampai menunggu nama anda dipanggil oleh panita.

Lalu masuk ke kotak suara, coblos wajah pejabat pakai paku, lalu celup jari ke tinta warna biru. Sebagai tanda sudah pilih pemimpin yang anda inginkan.

Tapi tahukah anda, bahwa biaya ongkos untuk menghandle pemilu tradisional itu mahal.

Ada biaya untuk logistik, biaya pengadaan printer kertas surat suara, biaya keamanan satpam, biaya pengiriman transportasi kotak suara ( biasanya wilayah terpencil yang jauh dan sulit dijangkau maka biaya jasa kirim semakin mahal ), peralatan pemilu, tim kebersihan & tenda kursi, gaji honor petugas pemilu dan banyak lagi.

Semua hal tersebut harus ditanggung melalui uang APBN.

Sebuah perusahaan asal Israel Sequentech menciptakan perangkat lunak yang dapat membantu memangkas hingga 99% biaya pemilu menggunakan teknologi berbasis blockhain dan teknik kriptografi pertama di dunia.

Sehingga kini anda bisa memilih pejabat yang ada pilih tanpa perlu keluar rumah, hanya lewat smartphone dan mengefesienkan uang APBN dalam jumlah besar.

Pemilihan Umum Demokrasi di Dunia.

Pemilu atau disebut juga 'Pemilihan Umum' merupakan proses demokratis di mana rakyat menggunakan hak pilih untuk memilih presiden, walikota dan pejabat pemerintahan lainnya.

Demokrasi memang punya banyak kelemahan dan kecacatan.

Bisa dicurangi.

Bisa dipenuhi propaganda.

Bisa dipenuhi politik uang dari sponsor partai politik berkuasa.

Tetapi sampai hari ini, mayoritas negara di dunia tetap memakai sistem demokrasi sebagai pilar utama menentukan arah kebijakan negara.

Pesta pemilihan pemilu melalui demokrasi hanya terjadi di negara yang menjunjung tinggi nilai kebebasan untuk memilih pemimpinnya.

Sistem demokrasi tidak berlaku di negara komunis otoriter seperti China, yang dikuasai mutlak oleh PKC (Partai Komunis China). Di China. Rakyat tidak memiliki hak untuk memilih presiden. Karena sistem politik dikendalikan 100% oleh partai PKC.

Begitu pula di negara dengan sistem kerajaan seperti Arab Saudi, di mana kepemimpinan adalah hak prerogatif keturunan raja saja. Rakyat di Arab Saudi tidak punya hak untuk memilih pemimpin.

Oh ya, sebagai informasi. Walaupun mayoritas negara di bumi menggunakan sistem demokrasi. Tapi beberapa negara punya demokrasi yang berbeda beda.

Indonesia misalnya membolehkan punya multipartai sampai sebanyak 24 partai politik.

Akibatnya biaya politik di Indonesia menjadi mahal. Baliho wajah pejabat yang seringkali tidak dikenal oleh rakyatnya sendiri telah merusak pemandangan jalan raya ada di mana mana. Bendera partai politik berkibar di mana mana. APBN bocor triliunan rupiah setiap tahun di Indonesia akibat partai politik yang terlalu banyak & gemoy. 

Bahkan harta kekayaan lembaga partai politik di Indonesia sengaja ditutup tutupi dan dirahasiakan.

Sedangkan di Amerika Serikat hanya menganut 2 partai. Yaitu : Democratic Party dan Republican Party.

Jadi, jika menyamakan demokrasi di AS dan Indonesia. Sesungguhnya perbedaan begitu kontras dan tidak dapat disamaratakan antara demokrasi di Amerika Serikat VS demokrasi di Indonesia itu beda jauh.

Sedangkan di Israel, sistem demokrasinya berbeda lagi. Walaupun Israel menganut multipartai. Namun cara kerjanya tetap berbeda dibandingkan di Indonesia.

Di Israel, seorang pemimpin tertinggi seperti Benjamin Netanyahu bahkan bisa menjabat hampir 18 tahun berkuasa selama ia terus menerus memenangkan pemilu. Ini sesuatu yang mustahil terjadi di Indonesia atau Amerika Serikat. Karena adanya pembatasan masa jabatan.

Di Indonesia, presiden hanya dibatasi 10 tahun.

Di Amerika Serikat, presiden hanya dibatasi 8 tahun.

Sedangkan di Israel, pemimpin tertinggi #1 di Israel bisa berkuasa sepanjang panjangnya selama ia menang terus terusan melalui pemilihan demokrasi.

Israel Sequentech.

Perusahaan teknologi asal Israel menciptakan teknologi perangkat lunak pemilu berbasis blockchain dan kriptografi.

Menggunakan verifikasi kriptografis yang memanfaatkan konsep ledger yang transparan dan terbuka sehingga dapat diaudit, tanpa menghilangkan sifat anonim dari pemilih ( rakyat ) dan hasil bulletin board bisa terlihat dalam beberapa detik secara realtime dengan tingkat akurasi 100%.

Dengan blockchain, suara anda yang sudah masuk tidak dapat diubah, dihapus, atau dimanipulasi oleh pihak pemerintah yang berkuasa atau pihak yang menyelenggaran pemilu.

Anda dapat tahu bahwa saat memilih melalui laptop, PC computer, tablet atau smartphone. Suara anda masuk dengan dilindungi oleh gabungan keamanan enkripsi dan tingkat perlindungan keamanan cyber yang tinggi.

1 manusia 1 suara. Melalui teknologi Sequentech dapat membedakan suara manusia palsu ( double ) yang mencoba hendak bikin curang. 

Ini dapat dihubungkan atau dikoneksi agar terintegrasi melalui akses authentikasi IAM ( Identity and access management ) milih pemerintah. Seperti database penduduk KTP atau ( eKTP ) dan login OpenID Connect yang sudah terhubung dengan data pemerintah. Seperti Dukcapil, OTP nomor smartphone anda, KPU, biometrik wajah, login ke akses pajak, data rumah sakit, data kepolisian, data perusahaan, data kepegawaian pemerintah, data keluarga, dll.

Selama rakyat punya smartphone. Atau jika tidak punya bisa pinjam sebentar dengan keluarga yang lain untuk login ke website pemilu. Maka sekalipun berada di pelosok terpencil selama masih ada akses internet. Semua orang dewasa cukup umur bisa ikut pesta demokrasi dengan mudah, tanpa perlu keluar rumah.

Pada tahun 2026. Layanan dari teknologi Sequentech telah digunakan oleh 10 negara untuk membantu memilih pejabat walikota dan pejabat daerah lainnya.

( Saat artikel ini ditulis. Pemilihan presiden melalui Sequentech masih belum ada, tapi arah masa depan rencananya ke sana ).

Foto : Shai bargi, beliau berasal dari lulusan universitas Reichman Israel

Shai bargi, founder Sequentech dari Israel mengatakan :

Pada tahun 2018, saya sangat tertarik dengan potensi blockchain dan kriptografi yang canggih untuk memengaruhi masa depan demokrasi digital dan mulai menyelidiki bidang ini. Saya memahami bahwa ada kesenjangan besar antara realitas teknologi saat ini dan potensi di bidang tersebut. Sebagian dari potensi itu adalah kemampuan untuk menangkap suara atau pendapat rakyat dengan cara yang dapat dipercaya, andal, dan sekaligus hemat biaya. Saya pikir ini adalah salah satu tantangan terbesar yang saat ini kita hadapi dalam demokrasi, jadi saya mulai membangun tujuan saya menata pemungutan suara secara online dan inilah mengapa saya mendirikan Sequent. Sahutnya.

Nama perusahaan : Sequentech

Kategori : Teknologi pemilu.

Kantor pusat : Israel

Kantor cabang : Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Alamat : https://sequentech.io/

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x